
Semua pelayan merasa kaget saat Mahesa menyuruh mereka berkumpul di ruang makan,bahkan tuan mudanya itu sangat jarang mau berbaur dengan mereka,karna dia seorang pria yang sangat sibuk.
"Siapa yang disini orang bertugas membersihkan kamar ku dan juga nyonya?" Tanya Mahesa sambil menatap mereka satu-satu hingga para pelayan itu semakin yakin jika sesuatu yang buruk sedang terjadi.
"Saya tuan,saya yang bertugas membersihkan kamar tuan,tetap semenjak tuan dan nyonya meninggalkan rumah ini,saya tidak pernah masuk kesana lagi tuan,apa yang terjadi tuan?" Tanya pelayan itu heran,dia sedikit gemetaran karna takutnya mereka kehilangan sesuatu yang berharga.
"Benarkah,terus siapa yang masuk kesana dengan sembarangan,apa mungkin orang lain masuk ke rumah ini?" Para pelayan semakin tidak mengerti,mereka saling menatap kebingungan.
"Apakah tuan kehilangan sesuatu?" Tanya salah satu dari mereka,
"Bukan aku tapi istriku,dia kehilangan berlian seharga miliaran dari kotak mini yang dia simpan di kamar itu."Jawab Mahesa,dia yakin para pelayan itu sudah sangat jujur karna mereka adalah orang yang sudah lama bekerja di rumah itu.
__ADS_1
"Siapa lagi yang mengambil kalau bukan adik istrimu yang miskin itu,sudah dari dulu nenek katakan kepada mu jangan bergaul dengan orang miskin tapi kamu selalu membantah ucapan nenek,bahkan dengan beraninya kamu membawanya kerumah mu yang baru,dan melakukan penjagaan ketat di sana." Tiba-tiba saja neneknya sudah berdiri di belakang sambil melipat tangan dan menyandarkan tubuhnya di dinding pintu.Semua orang menatap kepada wanita tua itu,
"Jika nenek tidak punya bukti jangan berbicara sembarangan," Mahesa membalikan badan dan menatap neneknya dengan sinis,dia sudah muak dan emosi melihat neneknya yang selalu merendahkan istrinya.
"Terus kamu mau menuduh para pelayan ini,Mahesa mereka ini bukan orang baru di rumah ini,nenek dengan jelas melihat wanita busuk itu keluar dari kamar istrimu,nenek sangat yakin sebentar lagi istrimu juga akan menghancurkan mu,aku sangat yakin dia juga sama seperti keluarganya yang sangat miskin itu." Ucap nenek berang,dia begitu marah melihat Mahesa yang sudah tidak mau mendengar ucapan apalagi saat dia dengan berani membeli rumah tampa ijin darinya.
"Cukup...Nenek,sudah cukup aku sudah sangat muak melihat nenek terus merendahkan Dela,dia adalah ibu dari anakku,aku lebih tau dia pada nenek."Ucap Mahesa lalu dia berjalan keluar meninggalkan nenek dan semua pelayan yang ketakutan.
"Dasar sialan,jika memang putri yang sudah berani mengambil berlian itu,aku tidak akan mengampuninya dan aku akan menjebloskannya ke penjara,sifat kedua wanita itu memang sangat jauh berbeda." Ucap Mahesa,dia membawa mobilnya dengan perasaan tidak menentu,dia benar-benar kesal saat ini.
Mahesa kembali kerumah dengan kesal,dia berjalan memasuki kamarnya dan dia melihat istrinya yang sedang menimang bayi kecil mereka.Dan saat melihat itu marah,emosi kesal dan sakit hati hilang begitu saja,
__ADS_1
"Sayang kamu sudah pulang?" Dela memasukkan bayinya kedalam box,lalu dia menatap wajah Dela yang terlihat kusut.
"Sayang apa kamu sudah membawa kalung berlian itu,beberapa hari ini aku selalu bermimpi jika kalung itu hilang!!" Ucap Dela.Mahesa menghela napas berat rasanya dia begitu tidak tidak tega mengatakan yang sebenarnya kepada istrinya.
"Sayang maafkan aku,kalung milikmu hilang aku sudah lelah mencarinya bahkan semua kamar sudah aku bongkar tapi aku tidak menemukan kalung itu."Ucap Mahesa,dia menatap perubahan wajah Dela.
"A_aapa mas,hilang siapa yang mengambilnya,tidak mungkin mas siapa yang berani mengambil barang semahal itu."Ucap Dela dengan perasaan tidak percaya.
"Aku juga tidak tau,semua pelayan sudah aku tanya tapi mereka tidak ada yang tau,dan aku juga tidak percaya jika yang mengambil kalung itu mereka karna mereka sudah sangat lama bekerja dengan kami." Jawab Mahesa,dia duduk di tepi ranjang dia terlihat sangat frustasi membuat Dela sedikit dan kasihan.
"Tapi kamu tau sayang,kata nenek,dia melihat putri keluar dari kamar kita,aku juga tidak percaya karna bisa saja nenek mengucapkan itu karna dia masih benci kepadamu." Ucap Mahesa dengan nada rendah,dia takut istrinya tersinggung."
__ADS_1
"A_apa mas,putri,mas....lebih baik jebloskan saja mereka ke penjara,keluarga itu memang keluarga memalukan,aku juga tidak membelanya,aku juga yakin dia yang mencuri itu,karna dia juga pernah mencuri uangku,mas..Tolong penjarakan dia,aku tidak mau gara-gara manusia sampah seperti dia hidupku hancur."Ucap Dela,jika memang putri pelakunya apa pun yang terjadi dia tidak akan mengampuninya.
*** bersambung****