
Sepanjang malam Dela terlalu disiksa oleh kehamilannya,entah kenapa dia terus mengalami muntah-muntah,terkadang untuk makan pun dia takut karna dia akan kembali memuntahkan semuanya dan itu sangat membuatnya lelah.
Hari ini Dela memutuskan untuk memeriksa kehamilannya,dia ingin kehamilannya tetapi terjaga walau pria yang dia sangat rindukan sangat jarang menemuinya lagi.
"Apa dia akan melupakanku,bagaimana jika istrinya hamil juga,mungkin benar kata mas Bobby dia adalah sesuatu yang tidak bisa kugapai." Ucap Dela tampa sadar dia kembali meneteskan air mata.
"Bagaimana aku melanjutkan hidupku,apa aku harus membesarkan anakku nanti tampa seorang pria di sampingku." ucap Dela kembali,seketika semangat yang tadi sempat muncul hilang kembali saat dia membayangkan masa depannya yang sangat suram.Dela kembali berusaha membangkitkan semangatnya biar bagaimana pun bayi yang ada dikandungan nya tidak bersalah sama sekali,jika ada orang yang harus disalahkan dialah orangnya karna telah memberikan hatinya kepada orang yang salah.
Dela memoles sedikit wajahnya,dan memakai gincu ke bibirnya yang sedikit pucat,beberapa hari ini nafsu makannya sangat berkurang,dia terus mengalami muntah hal itu membuatnya tidak mau makan apa pun kecuali minum susu kehamilan.
Pagi ini keributan terjadi lagi di rumah besar orang kaya itu,dimana sang nenek kembali menekan Mahesa hannya karna semua pengaduan Grace kepada wanita tua itu.
"Mahesa,apa yang terjadi hingga kamu masih mengabaikan Grace apa kamu tidak menginginkan keturunan hingga kamu tidak mau tidur seranjang dengannya? Nenek akan mengirimnya wanita biadap itu ke neraka karna dia sudah berani menggodaku,sekali lagi kamu mengabaikan Grace kamu akan tau akibatnya."Ucap sang nenek.Seketika amarah Mahesa langsung meluap dia mengambil sup yang ada di panci lalu melemparnya ke lantai hingga semua kotor dan berantakan.
"Jika nenek terus menelanku jangan salahkan aku keluar dari keluarga ini dan aku akan membuka perusahaan ku sendiri,aku muak nenek terus menyudutkan aku." ucap Mahesa dengan lantang hal itu membuat sang nenek sangat kaget tiba-tiba saja jantung nya bergetar hebat dan tensinya naik mengakibatkan dia jatuh pingsan.
"Mama...." Sang mama dan semua orang yang dikursi itu langsung berhamburan lalu memanggil supir dan membawanya kerumah sakit untuk sementara mereka mengabaikan Mahesa yang masih terlihat amarah di wajahnya.
__ADS_1
"Semoga tidak bisa diselamatkan." Suara hati Mahesa,lalu dia bergegas keluar dari rumah dan menyetir mobil sport kesayangannya.Dia berangkat ke apertemen Dela,dia sudah tidak bisa menahan rindu dihatinya karna satu Minggu lebih dia tidak mendengar suara dan melihat wajahnya.
Saat dia memasuki apertemen dia sedikit takut karna apertemen itu terlihat sepi,dia ke kamar tidak ada ke dapur,kamar mandi semua terlihat kosong,seketika wajah Mahesa kembali terlihat marah,dia juga terlihat sangat khwatir jika Dela akan meninggalkannya.Dia lalu menuruni apertemen lalu dia menemui penjaga keamanan apertemen itu dan bertanya tentang Dela ternyata penjaga keamanan itu tidak kenal sama sekali dengan dela.
Saat akan kembali ke apertemen mamanya sudah menghubunginya dan menyuruhnya untuk datang menjemput sang nenek,Mahesa semakin kesal karna dia tidak bisa menemui kekasihnya.Dia menolak untuk bertemu dengan wanita tua itu tapi sang mama ngotot memaksanya untuk datang kerumah sakit.
Mahesa menyetir mobilnya dengan lesu,hari ini gagal sudah dia bertemu dengan Dela dia begitu berharap hari ini akan bisa bertemu ternyata dia tidak menemukannya.
Sesampainya di rumah sakit,dia langsung memasuki ruangan sang nenek ternyata wanita itu tidak ada masalah apapun hannya saja dia kaget dan juga tensi naik mengakibatkan dia tiba-tiba pingsan.Wanita itu tidak mau untuk dirawat dirumah sakit,dia hannya ingin dirawat oleh dokter pribadinya.
Saat mereka hampir melewati ruangan persalinan tiba-tiba Dela keluar dari ruangan itu,dia sedang berbicara sambil berjalan dengan dokter.
"Nona Dela kamu harus menjaga kandungannya,jika kamu terus mengalami muntah-muntah minumlah obat yang saya berikan." Ucap sang dokter.
"Deg" Jantung Mahesa langsung berdetak hebat saat melihat Dela sedang berada dirumah sakit itu,dia sangat berharap Grace tidak memperhatikan Dela.Dia pura-pura mengalihkan pandanga mereka semua.Agar Dela dan sang dokter keluar terlebih dahulu.
"Nenek!!! tiba-tiba kakiku kram tunggu sebentar kita duduk di tempat ini dulu sampai kaki ku sembuh." ucap Mahesa,lalu dia duduk dikursi yang di pojokan dia pura-pura memijat kakinya.
__ADS_1
Setelah beberapa lama dan dia pikir dokter dan Dela sudah pergi jauh dia kembali membawa sang nenek,dia mengantar wanita itu ke mobilnya dan menyuruh supir untuk membawanya pulang karna dia akan kekantor,pagi ini ada meeting.
Dia sangat berusaha untuk membuat sang nenek tidak curiga,setelah neneknya pergi dan Grace juga tadi membawa mobilnya dia mencari-cari keberadaan Dela,dia berlari ke halte untuk melihat wanita itu,benar saja kekasihnya Dela masih di halte duduk sambil bermain ponsel.Dia benar-benar kasihan kepada wanita itu,pria macam apa dia yang tidak mengantar sang kekasih untuk periksa kandungan dia memang pria bajingan.
Dia lalu berlari mengejar wanita itu dan langsung memeluknya,hingga membuat Dela begitu kaget karna seorang pria datang tiba-tiba memeluknya.
"Lepaskan aku bajingan siapa ini." Ucap Dela dia berusaha melepaskan tangan Mahesa.
"Biarkan aku memelukmu sebentar saja." ucap Mahesa dan dia semakin memeluk tubuh dela bahkan dia hampir susah bernapas.Air mata Dela tiba-tiba jatuh dia tidak bisa berkata apa-apa kepada pria itu, karna memang dia sangat bahagia dan terharu saat Mahesa tiba-tiba sudah berada di sampingnya.Mahesa langsung membopong tubuh Dela,dan membawanya ke mobil sportnya ,beberapa orang melihat mereka,beruntung pada saat itu tidak ada orang mengenali Mahesa.
"Sayang maafkan aku." ucap Mahesa saat dia sudah meletakkan tubuh dela duduk dikursi mobilnya,dia juga langsung duduk di samping dela,dia terus mengelus perut rata Dela.
"Maafkan aku karna tidak bisa menjadi pria yang bertanggung jawab untukmu,lihatlah bahkan kamu ke dokter tampa ditemani suamimu.Sayang mari menikah siri,aku tidak ingin membiarkan mu seperti ini." Ucap Mahesa dia membawa tubuh dela kepelukannya.Rasa rindunya terobati saat dia akhirnya bertemu dengan Dela.
Dela benar-benar bahagia saat Mahesa mengajaknya menikah siri, setidaknya dia menunjukkan sedikit sikap tanggung jawabnya kepadanya.
****Bersambung****
__ADS_1