Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 72 ~ Masuk rumah sakit lagi ~


__ADS_3

Mahesa membawa mobil dengan kecepatan tinggi,tetapi dia masih berusaha tetapi hati-hati karna yang dia bawa adalah istrinya yang sedang hamil.Setelah sampai dirumah sakit dia memangil dokter dan beberapa perawat lalu membawanya ke UGD.


Setelah melakukan pemeriksaan yang sangat intensif Mahesa begitu bahagia ternyata istrinya hannya mengalami kram di perut akibat beban pikiran yang tiba-tiba.Mahesa menggenggam tangan sang istri dia begitu menyesal karna sudah membawa wanita itu ke banyak masalah.


"Sayang...Apa kamu masih belum sadar?" Tanya Mahesa,dia terus memandangi wajah istrinya yang begitu tenang,dia sangat bahagia karna istrinya mampu menjalani hidup bersamanya walau pun semua keluarga tidak menyukainya.


Pelan-pelan Dela membuka matanya,wajah yang pertama dilihatnya adalah wajah suami yang begitu mempesona.Dia benar-benar terhipnotis jika sudah melihat senyuman di wajah suaminya.


"Sayang kamu sudah sadar?" Tanya Mahesa lalu membantu istrinya untuk bangun.


"Sudah,maafkan aku sudah merepotkan mu sayang " Ucap Dela dengan suara yang sangat lesu mungkin beban pikirannya sudah membuatnya tertekan.


Mahesa menghela napas panjang,dia ingin sekali membawa Dela dari rumah itu,tetapi dia sangat tau betul sikap nenek dan keluarganya jika mereka keluar dari rumah itu dia sudah yakin neneknya akan semakin memberi kesulitan kepada istrinya.Setelah Dela merasa tubuhnya sudah baik-baik saja Mahesa memutuskan membawanya istrinya ke apertemen lama,dia khawatir neneknya akan terus mencari masalah untuk mereka apalagi keadaan Dela kurang baik.


"Loh kita kemana bukan kah kita harusnya ke rumah,kenapa membawaku ke apertemen ini lagi mas?" Tanya Dela saat mereka sampai ke apertemen itu.


"Aku takut jika kita kembali kerumah nenek masih saja mencari masalah." Jawab Mahesa.Dia begitu kecewa dengan sikap keras keluarganya.


****

__ADS_1


Grace terlihat sangat bahagia malam ini,dia begitu puas melihat wanita tua itu menekan Dela.


"Harusnya jika dia sadar diri jadi wanita dia harus sudah keluar dari rumah ini,tetapi karna dia hannya wanita murahan,makanya dia terus bertahan walau dia sudah dihina.Apa dia pikir kami akan bercerai saat dia sudah berhasil masuk ke rumah ini? Sok dekat pula dia dengan nenek cuiih wanita sampah."Ucap Grace,dia benar-benar sangat jijik mengingat wajah Dela sampai di meludah di kamar itu.


Grace sebenarnya juga bingung dengan posisinya di rumah itu,tapi dia selalu mencoba bertahan karna dia sangat yakin suatu saat nanti Mahesa akan kembali kepadanya,apalagi keluarga itu sudah menerima sebidang tanah yang diberikan oleh papanya.


Seminggu sudah Mahesa tidak kembali kerumahnya,dia benar-benar tidak tega melihat istrinya harus mendapat tekanan,apalagi sang nenek terlihat punya rencana kotor untuk istrinya.Akhirnya dia memutuskan untuk tinggal di apartemennya dan dia sudah mencari pembantu untuk menemani istrinya setiap saat di apertemenya.Dan dia juga selalu berusaha untuk kembali ke apertemen sebelum hari mulai gelap.


"Apa anak nakal itu membawa istrinya kembali ke apartemennya?" Tanya wanita itu kepada Daniel saat pria itu datang kerumahnya untuk memberikan undangan pernikahan dari klien penting mereka.


Sebenarnya Daniel sudah sangat lelah menuruti semua kemauan wanita itu,dia juga sangat hati-hati kepada wanita itu jika dia memintanya melakukan sesuatu di luar tugasnya.


"Dasar wanita iblis,wanita itu selalu berusaha untuk memisahkan kami,apa dia tidak tau jika aku sangat menyayangi cucuku itu? Lihatlah aku tidak akan tinggal diam jika memang dia selalu berusaha memisahkan kami." Ucap wanita itu,dia mengepalkan tangganya seakan-akan memiliki dendam yang sangat dalam kepada istri dari cucunya.


Daniel hannya diam,dia tidak tau harus membela siapa nyatanya nyonya besar itu sangat sombong dan egois.Akhirnya Daniel keluar dari rumah itu lalu kembali kerumahnya.


****


Hari ini Dela benar-benar bosan di apertemen nya,apalagi pembantu yang biasa menemaninya tidak masuk hari ini Karna dia punya urusan pribadi,setelah tadi pagi dia permisi kepada Mahesa akhirnya dia meninggalkan apertemenya.Karna terlalu bosan akhirnya Dela menghidupkan televisi dan mulai menonton tapi karna siaran tidak ada yang menyenangkan untuknya akhirnya dia bermain ponsel.Saat dia sedang asik memainkan gawai nya dia mendengar suara pintu.

__ADS_1


"Siapa bukankah Mahesa belum pulang jam segini terus bibi,tidak mungkin kembali." Dela sedikit khawatir tapi pintu terus saja berbunyi dengan penuh keberanian akhirnya Dela membuka pintunya.


"Ngapain kamu kesini?" Tanya Dela.Grace mengabaikan pertanyaan Dela dia langsung menyelinap memasuki ruangan apertemen itu.


"Bagus juga apertemen yang diberikan suamiku untukmu,pantas saja dengan gampang kamu bisa memberikan tubuh murahan mu itu kepada suamiku." Ucap Grace dengan nada sangat menusuk.


"Suamimu,hei hati-hati bicara sebelum kamu kenal dengannya,aku dan dia sudah dia sudah lebih dahulu memiliki hubungan,tapi karna aku terlahir miskin keluarganya tidak menyukaiku,jangan datang ke apertemen ini jika ingin menghakimiku,kamu tidak pantas." Ucap Dela,dia tidak ada sedikit pun takut kepada Grace karna dia sadar dia tidak pernah merasa merebut Mahesa darinya.


"Seharunya jika kamu punya harga diri,kamu harus mundur karena dia sudah menikah dengan ku,jika memang dia mencintaimu dulu tidak mungkin dia datang melamar ku,kamu hannya korban dan kamu tau dia tidak akan menceraikan aku karna keluarganya memiliki utang yang sangat besar kepada keluargaku." Ucap Grace.Dia ingin melihat apa reaksi Dela saat dia mengompori wanita itu.Benar saja sepertinya Dela terpancing atas ucapan Grace tiba-tiba saja wajah Dela merah padam mendengar ucapan Grace.


"Jadi berhentilah kamu merasa paling dicintai suamiku,coba katakan kepadanya untuk menceraikan aku apa dia mampu,makanya jadi wanita jangan bodoh di permainkan oleh pria."Ucap Grace dia begitu puas melihat perubahan wajah Dela.Dia ingin sekali melihat sampai dimana wanita itu mampu bertahan dengan Mahesa.Sementara keluarganya benar-benar tidak menginginkannya.


"Keluar kamu dari ruangan ini,jangan terlalu pede kamu,kamu pikir Mahesa pria se brengsek itu,aku harap kamu tidak menagis jika nanti Mahesa datang kerumah itu dengan membawa surat cerai kepadamu."'Ucap Dela hampir saja dia terpancing dengan kata-kata Grace.Dia kembali mengingat besarnya pengorbanan suaminya kepadanya akhirnya dia yakin tidak mungkin suaminya itu mempermainkan dia apalagi dia sudah hamil anaknya.


Grace langsung mati kutu mendengar ucapan Dela,dan dengan kasar Dela mencengkram tangan wanita itu dan menariknya sampai ke pintu apertemen lalu mendorongnya keluar dan menutup pintu dengan kasar.


"Sial...Hampir saja aku percaya dengan ucapannya lihat saja aku akan meminta Mahesa menceraikannya."Ucap Dela lalu mengambil ponsel yang menghubungi suaminya.


***bersambung***

__ADS_1


__ADS_2