
Bara membawa mobil dengan kecepatan tinggi,sementara itu Mahesa terlihat begitu panik dia tidak henti-hentinya dari tadi memberikan dukungan kepada istrinya,dia sangat menyesali perbuatannya hari ini,walaupun ini sepenuhnya bukan karna salahnya tetap saja dia merasa sangat bersalah.
"Cepatlah sedikit,apa kamu tidak bisa menyetir lebih cepat lagi?" Tanya Mahesa,dia tidak melepaskan sedikit pun genggamannya dari tangan dela.Sementara itu wajah Dela semakin pucat,walaupun dia tidak menjerit-jerit seperti wanita pada umumnya tapi tapi dia terdengar terus meringis kesakitan.
"Sabar sayang sebentar lagi kita akan sampai,kamu harus sehat ya sayang,semangat demi anak dan masa depan kita." Ucap Mahesa memberi semangat kepada istrinya lalu mencium kening dela.
Tidak lama akhirnya mereka sampai di halaman rumah sakit,tidak menunggu perawat, Mahesa langsung membopong tubuh istrinya lalu membawa keruangan IGD,berhubung Karna rumah sakit itu adalah di khususkan untuk kalangan orang-orang kalangan atas dokter dan para perawat dengan sigap langsung menangani Dela.
"Dengan keluarganya Dela Puspita?" Seorang dokter keluar dari ruang IGD!"
"Saya dokter." Jawab Mahesa,dia sangat gelisah dan ketakutan apalagi saat melihat wajah Dela yang begitu pucat.
"Mari tuan ikuti ke ruangan ku." Ucap sang dokter,Mahesa mengikuti langkah dokter.
"Ada apa dokter,istri saya baik-baik saja kan?"
"Maaf tuan,kita harus segera melakukan operasi,agar bayinya bisa diselamatkan." Tubuh mahesa langsung gemetaran,dia semakin merasa bersalah,ini semua karna kelalaiannya sebagai suami.
__ADS_1
"Padahal ini belum waktunya untuk dia melahirkan dokter,apa tidak ada cara lain dokter agar istriku bisa melahirkan pada waktunya?' Suara Mahesa terdengar begitu gemetaran,rasanya dia tidak sanggup menerima saat istrinya melahirkan secara prematur.
"Maaf tuan tidak bisa,jika kita memaksakan itu akan membahayakan bayi dan ibunya." Jawab sang dokter membuat Mahesa semakin ketakutan.
"Baiklah dokter lakukan yang terbaik untuk anak dan istriku." Ucap Mahesa.Lalu sang dokter memberikan beberapa berkas yang harus di tanda tangani Mahesa.
Dokter membawa Dela menuju ruang operasi,perasaan Mahesa tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata saat ini.
"Sayang kamu harus keluar dengan baik-baik,aku sangat mencintaimu,kembalilah dengan sehat sayang kita harus membesarkan anak kita sama-sama sayang." Ucap Mahesa lalu dia mencium kening istrinya sebelum sang dokter membawanya keruang operasi.
Mahesa terlihat sangat gelisah dia terus mondar-mandir di ruang tunggu,sesekali dia mendekati pintu ruang operasi,rasanya dia semakin khawatir Karna ini hampir lebih dari dua jam.
"Tuan ini semua baju-baju bayi yang tuan minta dan aku juga sudah membawa pakaian untuk nyonya Dela." Ucap pelayan yang saat itu datang menemui Mahesa untuk mengantar semua perlengkapan Dela dan calon baby-nya.Saat pintu ruang operasi terbuka Mahesa langsung berlari mendekati pintu dan menemui dokter
"Dokter apa semuanya baik-baik saja,istriku dan bayiku semuanya baik-baik saja kan?" Tanya Mahesa gugup,wajahnya terlihat panik menunggu jawaban sang dokter.
"Selamat tuan bayi anda lahir dengan sehat,walaupun dia harus masuk ke ruang inkubator untuk beberapa bulan ini agar dia bisa menjadi bayi sempurna dan cukup umur." Jawab sang dokter.
__ADS_1
"Istri saya dokter,dia baik-baik saja kan." Tanya Mahesa tidak sabar.
"Maaf tuan Mahesa untuk nyonya Dela kami sudah melakukan yang terbaik, tapi saat ini dia sedang kritis dia kehilangan banyak darah,kita hannya berharap keajaiban dari Tuhan agar dia bisa selamat." Ucap sang dokter seketika tubuh Mahesa ambruk rasanya dia tidak mampu menahan bobot tubuhnya lagi.
"Tuan....Anda harus kuat,mari kita doakan tuan agar nyonya Mahesa segera sadar." Ucap pelayan lalu membatu Mahesa untuk berdiri.
"Dela maafkan aku,hiks...hiks...hiks." Mahesa menagis sesenggukan rasanya dia tidak mampu lagi berpikir dengan normal hingga dia menumpahkan segala perasaanya melalui tangisan.
"Aku tidak akan memaafkan kalian semua jika sesuatu terjadi kepada istriku,dasar wanita murahan,ini semua karna kamu brengsek.." Mahesa memaki Karin.
"Tuan,sadar tuan,lebih banyak kita berdoa agar nyonya Dela secepatnya sadar." ucap pelayan,dia terus memberi semangat kepada tuannya.Mahesa terlihat sangat terpukul bayinya masuk inkubator,istrinya kritis.
******
Karin penuh percaya diri menemui Mahesa di rumah sakit,sedikit pun dia tidak merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Dela,padahal ini terjadi juga karna ulahnya yang ingin menggoda Mahesa.Karin berjalan melewati koridor rumah sakit bersama asistennya.
"Mahesa,apa yang terjadi kenapa wajahmu begitu kusut,bukan kah harusnya kamu bahagia menyambut kelahiran anakmu?"
__ADS_1
**** bersambung***