
Takeshi membantu Yui san mengumpulkan semua barang-barangnya.
"Sayang , lingerie ini bagus sekali. Kenapa kamu gak menggunakan lingerie ini saat kamu tidur , pasti kamu akan kelihatan sangat cantik dan seksi" , ucap Takeshi sambil membayangkan Yui san menggunakannya.
Yui san langsung terdiam melihat lingerie tersebut. Lingerie yang selalu dia gunakan untuk menarik perhatian Alberto dulu.
"Dulu aku sangat susah menggoda Alberto , sekarang Takeshi tanpa di goda pun sudah sangat menginginkan diriku" , ucap Yui san dalam hatinya.
"Kenapa kamu diam saja sayang?" , ucap Takeshi.
"Udah , kamu gak perlu melihat aku pakai lingerie itu juga kamu sudah tergoda kan dengan tubuh aku" , jawab Yui san.
"Tapi aku sudah membayangkan kamu menggunakan ini dan terlihat bulatan coklat kecil yang sangat indah itu disini , benar-benar menggairahkan dan membuat senjata aku mau meledak rasanya" , ucap Takeshi sambil menyentuh miliknya sendiri.
"Apakah dengan membayangkannya saja milik kamu sudah mulai bangkit?" , ucap Yui san sambil melihat tangan Takeshi yang bermain di senjatanya.
"Kamu benar sayang , ayo kita bermain lagi" , ucap Takeshi sambil menarik tubuh Yui san.
Membuat tubuh Yui san pun terlentang di karpet bulu yang ada di dalam kamarnya.
"Jangan disini , nanti karpet aku jadi kotor terkena semburan kamu" , ucap Yui san.
"Baiklah , tapi kamu pakai lingerie ini dulu ya" , ucap Takeshi.
"Bukankah milik kamu disana sudah mau meledak , untuk apa aku menggunakan lingerie ini lagi" , ucap Yui san.
"Baiklah" , ucap Takeshi yang langsung menurunkan tali satu yang menempel di bahu Yui san sampai membuat piyamanya terjatuh dengan sempurna ke lantai.
Yui san hanya tersenyum melihat Takeshi yang memandangi tubuh polosnya.
Perlahan Takeshi mulai menyelipkan jarinya di kain tipis yang menutupi hutan kecil yang sangat disukai oleh Takeshi.
"Meskipun kamu sudah punya anak , tapi aku sangat puas ketika kita melakukannya" , ucap Takeshi yang langsung mengangkat tubuh polos Yui san yang tanpa sehelai benang itu ke atas kasur.
Yui san yang suka mendengar pujian yang diberikan oleh Takeshi pun langsung tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher Takeshi.
Takeshi langsung memulai aksinya disana , menciumi semua wajah Yui san , me lu mat bibirnya dan sentuhan tangannya membuat Yui san selalu terbuai dalam kenikmatan yang selalu diinginkannya selama beberapa bulan ini.
Ketika permainan panas Yui san dan Takeshi sedang berlangsung , tiba-tiba terdengar suara...Tok...tok...tok...
"Siapa lagi yang mengganggu kita sayang?" , ucap Takeshi dengan nafas panas yang sudah menggebu-gebu itu.
__ADS_1
"Pasti Filli lagi yang mengganggu kita" , ucap Yui san.
"Jadi bagaimana? Aku sudah tidak bisa menahannya" , ucap Takeshi.
"Kamu lanjutkan saja , biarkan saja. Nanti juga dia akan pergi sendiri" , ucap Yui san yang juga sudah tidak bisa menahan hasratnya.
Takeshi menganggukkan kepalanya dan melanjutkan menggerakkan tubuhnya di atas tubuh Yui san , sampai akhirnya larva panas yang ada di senjata Takeshi pun sudah meledak dan mereka pun mencapai kenikmatan bersama.
"Kamu luar biasa sayang. Aku belum pernah sepuas ini" , ucap Takeshi sambil memeluk tubuh Yui san.
"Sekarang kamu tambah tidak bisa lepas kan dari aku" , ucap Yui san sambil mengelus punggung polos Takeshi yang sudah dipenuhi oleh keringat setelah aktivitas panas mereka.
"Iya kamu benar sayang. Ayo kita kembali ke Jepang dan tinggal bersama disana" , ucap Takeshi.
"Iya , tapi kalau kamu setiap saat meminta untuk bermain terus , aku mana bisa menyusun barang-barang aku" , ucap Yui san.
"Tubuh kamu sangat menggoda sayang , aku tidak bisa untuk menahan hasrat aku" , ucap Takeshi.
"Baiklah , sekarang aku mau mandi dulu dan mau melihat anak aku diluar" , ucap Yui san sambil turun dari kasur.
Takeshi turun dari kasur dan mengejar Yui san , memeluk tubuh polos Yui san dari belakang.
"Aku juga mau mandi bersama kamu sayang" , ucap Takeshi.
Takeshi dan Yui san mandi bersama siang itu.
Selesai mandi Yui san berjalan keluar dari kamarnya bersama dengan Takeshi seperti pasangan suami istri.
Takeshi gak segan-segan lagi untuk memeluk dan menciumi leher Yui san ketika Yui san menggendong anaknya.
"Persediaan air ASI nya sudah tinggal sedikit nyonya" , ucap Filli.
"Jadi tadi kamu mengetuk pintu kamar aku cuma untuk mengatakan hal itu?" , tanya Yui san.
"Iya nyonya" , jawab Filli.
"Ya sudah , nanti aku pompa lagi air ASI nya. Sekarang aku bisa menyusui Aniela secara langsung. Kamu tolong pergi belikan saya dan Takeshi makanan" , ucap Yui san yang gak mau Filli terus melihat Takeshi yang menciumi dirinya.
"Baik nyonya" , jawab Filli sambil berjalan keluar dari apartemen.
"Takeshi , kamu jangan terus menciumi aku. Apalagi di depan Filli" , ucap Yui san.
__ADS_1
"Aku gak mau sayang. Sekarang aku terlalu bahagia , aku merasa kita seperti pasangan pengantin baru" , ucap Takeshi.
"Kita bukan pengantin baru. Kamu itu sudah seperti teman ranjang aku" , jawab Yui san.
"Menjadi teman ranjang kamu seumur hidupku , aku juga rela sayang , asalkan aku bersama dengan kamu" , ucap Takeshi yang terus menciumi punggung Yui san dan membuat banyak tanda merah disana.
"Aku gak mau hidup bersama dengan orang tanpa status pernikahan" , jawab Yui san.
"Makanya ayo kita cepat kembali ke Jepang dan menikah disana" , ucap Takeshi.
"Kalau kamu terus seperti ini , kapan aku bisa membereskan barang-barang aku?" , ucap Yui san.
"Seharusnya kamu gak usah membereskan barang-barang kamu. Nanti kamu beli saja yang baru ketika kita sudah disana" , jawab Takeshi.
"Aku gak mau. Nanti barang-barang yang ada disini jadi rusak" , ucap Yui san.
"Baiklah , kalau gitu sekarang aku akan membantu menyusun barang-barang kamu ke dalam kardus" , ucap Takeshi.
Sebelum Takeshi berjalan , Takeshi pun mencium bibir Yui san dengan sangat intens untuk beberapa saat.
Yui san pun langsung tersenyum setelah Takeshi melepaskan bibirnya.
Takeshi berjalan menuju ke kamar Yui san dan mengumpulkan semua tas mahal milik Yui san ke dalam kardus.
Yui san yang sedang menyusui anaknya....
"Kita akan pulang ke Jepang ya sayang. Kamu akan mendapatkan papa mulai sekarang. Kita gak akan kesepian lagi mulai sekarang" , ucap Yui san sambil melihat ke arah anaknya yang masih bayi dan belum mengerti apa-apa itu.
Saat itu Yui san hanya ingin untuk bisa mendapatkan seseorang yang bisa berada di sisinya terus. Tidak disangka Takeshi yang datang saat itu dan dia memanfaatkan keadaan itu.
Tidak lama Filli pun kembali dari membeli makanan.
"Nyonya , ini makanannya saya letakin di atas meja ya" , ucap Filli.
"Iya. Barang-barang Aniela apakah sudah kamu packing semua?" , tanya Yui san.
"Sudah sebagian nyonya. Apakah mainan Aniela juga di packing semua nyonya?" , tanya Filli.
"Iya , kalau saya bilang semuanya ya semuanya dong , termasuk mainannya juga. Masa itu saja kamu gak mengerti" , ucap Yui san.
"Baik nyonya" , jawab Filli.
__ADS_1
Filli berjalan masuk ke dalam kamar Aniela dan mulai melanjutkan menyusun barang-barangnya.