
Walaupun hari ini cukup melelahkan,tetapi semua orang terlihat sangat bahagia saat kembali kerumah.Security membantu supir untuk mengangkat semua barang-barang belanjaan dari bagasi mobil.
"Makasih ya nenek,karna sudah meluangkan waktu untuk menemaniku hari ini,aku sangat bahagia nek."Dela sambil memeluk tubuh sang nenek,sang nenek merasa terharu dengan ucapan Dela,hal kecil seperti itu saja bisa membuatnya sangat bahagia.
"Sama-sama ini sudah menjadi kewajiban ku bukankah bayi itu nanti akan menjadi penerus keluarga ini juga?"Ucap sang nenek.Jauh di lubuk hatinya dia menyesal karna sudah pernah menolak dela dan merendahkan Dela padahal ternyata Dela tidak seperti yang dia bayangkan.
Mereka memeriksa dan kembali melihat semua barang-barang yang baru saja dibeli,sang nenek sudah Kemabli ke kamar karna katanya dia sudah terlalu lelah,tinggallah Dela dan juga Mahesa di ruangan tamu,Dela tidak bosan-bosannya melihat kelucuan semua baju-baju bayi itu,rasanya dia semakin tidak sabar untuk menanti lahirnya sang buah hati.
"Sayang lihat ini,aduh lucunya,makin nga sabar sayang menunggu lahirnya sang baby."Ucap Dela sambil mengelus perut buncitnya.Saat mereka sedang asik memeriksa semua pakaiannya bayi tiba-tiba saja putri kelaut dari kamar dan menghempaskan tubuhnya di atas sopa,sepanjang jalan wajahnya terlihat masam tapi dia tidak berani marah karna ada nenek,setelah dia tau orang tua itu masuk kamar akhirnya dia menemui dela dan juga Mahesa di ruang tamu yang masih sibuk memeriksa barang belanjaannya.
"Baaang....Kenapa ponselku nga jadi dibeli,aku sangat kesal sepanjang hari ini,aku mati-matian menunggu eh malah aku nga dapat apa-apa."Ucap putri,wajahnya memang terlihat sangat marah,seketika wajah Dela langsung berubah entah kenapa dia sangat kesal kepada putri jika dia bersikap sok dekat dengan suaminya.
"Aku akan pesankan online saja,kamu kembali ke kamarmu."Ucap Mahesa,lalu mengambil ponselnya lalu memesan sebuah ponsel via online dengan metode COD.
"Bang,ambil ponsel keluaran terbaru dan juga yang mahal."Ucap Putri sebelum keluar dari kamarnya,Dela terlihat semakin panas,rasanya ingin sekali dia sendiri yang mengusir putri dari rumah itu,tapi dia sedikit tidak tega karna bagaimana pun juga dia itu adiknya walaupun tidak sedarah.Tapi dia juga khwatir suatu saat putri bisa menjadi duri di rumah tangganya.
__ADS_1
"Mas,aku masuk kamar duluan ya aku sangat lelah."
"Iya sayang aku menyusul nanti,aku akan bawakan nanti susu untukmu."Ucap Mahesa dengan penuh perhatian.Barang belanjaan mereka disusun di lemari yang sudah disediakan sebelumnya.
*****
Tidak terasa hari terus berjalan,begitu juga dengan orang tua Grace,sudah hampir dua Minggu bima Kemabli dari rumah sakit karna keadaannya yang semakin membaik,dia memutuskan melakukan rawat jalan saja,dan ternyata belakangan setelah di rawat di rumah kesehatannya pun terus semakin membaik,hingga dia mengakhiri rawat jalannya juga.
"Grace ma,hari ini kita harus menemui keluarga Mahesa,papa akan menuntut mereka karna sudah mempermainkan pernikahan,mentang-mentang mereka orang terpandang mempermainkan pernikahan seenaknya saja."Ucap Bima sambil membunyikan giginya,dia terlihat sangat marah.Sementara istrinya terlihat tidak setuju dengan keputusan suaminya.
"Alaaahh....papa sok hebat saja,kita ini hannya orang kecil pa,dibanding mereka kebetulan saja kita ini punya warisan tanah banyak makanya keluarga itu menerima Grace dulu,sekarang pa,tidak perlu kita membatalkan pernikahannya lebih baik kita antar Grace saja dan mereka akan tetap menjadi keluarga kita."Ucap sang istri dengan lantang membuat Bima sedikit berang.
Grace meninggalkan kedua orang tuanya yang masih terlibat keributan ibunya kekeh untuk mempertahankan pernikahan mereka,sementara dia sendiri sudah lupa tenang pernikahan itu.
"Nyaman,ya jelas nyaman menikah dengan Mahesa pria kaya,mungkin semua wanita menginginkannya tapi untuk apa saat dihatinya tidak ada rasa cinta sedikit pun untukku."Suara hati Grace,dia menagis mendengar pertengkaran kedua orang tuanya diluar,dia tidak menyangka ibunya lebih mementingkan harga dirinya dari pada kebahagiannya sendiri.
__ADS_1
"Pa...Apa kata orang-orang komplek ini jika anak kita yang dinikahi konglomerat malah diceraikan juga,aku tidak sanggup pa,tolong ngerti sedikit pa,sekarang kita menemui mereka dan biarkan Grace hidup bersama mereka pa.."Ucap istrinya membuat bima terdiam,dia lelah jika harus ribut dengan istrinya yang keras kepala itu,akhirnya dia memilih diam dan pasrah dengan keputusan sang istri.
Pada saat mereka sedang duduk dan tenggelam dalam pikiran masing-masing sebuah mobil mewah memasuki halaman mereka,Bima langsung berjalan dan membuka pintu ingin melihat siapa yang datang ke rumah mereka.Dia cukup kaget saat melihat Mahesa dan neneknya sudah keluar dari mobil,dia tidak menyangka jika keluarga terhormat itu akan Sudi datang ke gubuknya.
"Saya pikir tadi siapa rupanya nyonya dan juga nak Mahesa,silahkan masuk nyonya,sebentar saya akan panggilkan Grace."Ucap mamanya Grace,dia terlihat sangat bahagia karna dia mengira kedatangan menantu dan neneknya untuk menjemput putrinya Grace.
Grace sudah bisa menduga maksud kedatangan kedua cucu dan neneknya,dia benar-benar tidak semangat saat mamanya begitu bangga mengatakan kalau suaminya datang menjemputnya.Dia takut mamanya kecewa dengan keputusan yang akan diberikan Mahesa kepadanya.
"Grace...Cepatlah kamu ganti bajumu,jangan lupa pakai makeup sedikit."Ucap mamanya, Grace langsung bangkit karna takut mamanya akan bolak-balik ke kamarnya.
"Papa,mama,aku sangat minta maaf karna baru ini bisa datang kerumah ini,dan papa mungkin sudah tau jika pernikahanku dengan Grace sedikit kurang baik.
"Langsung ke intinya saja,nenek masih sibuk."Ucap sang nenek,Bima semakin kecewa dengan keluarga itu yang tidak punya atitude yang baik sementara mereka orang-orang berpendidikan tinggi.
"Pa,aku ingin menceraikan Grace."Ucap Mahesa dan suaranya semakin kecil saat dia mengucapkan kata cerai.Aku memberikan seluruh saham yang di mall XX,kepadanya sebagai ganti rugi untuk tanah yang sudah sempat kami pakai.
__ADS_1
"A...aapa...Cerai saham,mata mamanya Grace langsung berbinar saat mendengar kata saham,setidaknya sekarang dia akan menjadi orang kaya.dan Bima hannya menghela napas berat,dia tidak sanggup marah lagi dan ini pilihan terbaik untuk putrinya dari pada dia akan terus sakit hati.
***Bersambung****