
Setelah Julie dan Kenrich pulang ke rumah , setiap hari di rumah mama Farah selalu terdengar suara tangisan Kenrich.
"Mama , kenapa adek suka menangis?" , tanya Christian.
"Karena adek masih kecil dan belum bisa berbicara. Jadi kalau adek merasa lapar atau ada yang tidak nyaman , pasti adek akan menangis" , jawab Julie.
"Dulu Christian juga suka menangis" , ucap Kevin yang baru keluar dari kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke kantor , setelah beberapa hari dia tidak bekerja untuk menemani Julie di rumah sakit.
"Benarkah mama?" , tanya Christian.
"Iya sayang , dulu kamu juga sama seperti adek" , jawab Julie.
Christian pun hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat adek nya yang sedang di susui oleh mamanya.
"Sayang , aku pergi dulu ya" , ucap Kevin yang sudah rapi sambil mencium kening istrinya.
"Iya sayang , kamu nanti pulangnya cepat kan" , ucap Julie.
"Iya , kamu ada mau dibelikan sesuatu?" , ucap Kevin.
"Aku mau mie ayam aja sama pangsit goreng" , jawab Julie.
"Baiklah , nanti aku belikan" , ucap Kevin.
Julie pun langsung tersenyum.
Sebelum pergi Kevin pun mencium ke dua buah hatinya , Christian dan Kenrich.
"Papa pergi dulu ya sayang , baik-baik ya di rumah sama mama" , ucap Kevin.
"Iya papa" , jawab Christian.
Kevin berjalan keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.
"Julie gak turun untuk sarapan nak?" , tanya mama Farah.
"Belum ma , Julie masih menyusui Kenrich" , jawab Kevin.
"Kalau gitu mama minta bu Sri aja antarkan sarapan buat Julie" , ucap mama Farah.
"Iya ma" , jawab Kevin sambil memakan sarapannya yang sudah disediakan disana.
Mama Farah berjalan menuju ke dapur.
"Bu Sri , antarkan makanan ke kamar Julie ya" , ucap mama Farah.
"Iya nyonya besar" , ucap bu Sri.
"Christian sudah sarapan belum?" , tanya mama Farah.
__ADS_1
"Belum nyonya besar , ini saya juga mau bawakan sarapan buat Christian" , jawab bu Sri.
"Baiklah" , ucap mama Farah sambil berjalan keluar dari dapur dan menuju ke meja makan.
Tidak lama , Kevin yang sudah selesai sarapan , pamitan kepada orang tua nya untuk pergi ke kantor.
"Aku pergi dulu ya ma...pa..." , ucap Kevin.
"Iya nak , hati-hati di jalan" , jawab mama Farah.
"Iya" , jawab papa Chandra yang sudah mulai jarang pergi ke kantor karena sudah mau pensiun dan memilih untuk menikmati hidupnya di masa tua.
"Iya" , jawab Kevin sambil berjalan keluar rumah , menuju ke mobilnya.
********
Di Jepang , Takeshi dan Yui san masih tetap menjalin hubungan. Bahkan Takeshi sering pergi bermalam dengan Yui san di hotel-hotel maupun di resort yang ada disana.
Takeshi yang Yui san yang sering keluar masuk hotel , membuat orang yang mengenal mereka pun mempertanyakannya.
"Bagaimana kalian bisa keluar dari hotel bersama-sama?" , ucap salah satu kenalan dari orang tua mereka.
"Aku hanya menjemput Yui san yang sedang ada urusan disini" , ucap Takeshi dengan cepat.
"Bukankah Satoshi memiliki sopir pribadi?" , ucap orang tersebut.
"Sopir saya lagi sibuk om" , jawab Yui san.
"Iya om" , jawab Takeshi dan Yui san bersamaan.
Takeshi dan Yui san berjalan bersama keluar dari hotel dan menuju ke mobil Takeshi yang di parkir disana.
"Takeshi , kita jangan nginap di hotel lagi" , ucap Yui san.
"Iya , kamu benar sayang. Aku akan mencari cara supaya aku bisa terus bersama dengan kamu tanpa orang lain melihat kita" , jawab Takeshi.
"Kenapa kita tidak segera menikah saja" , ucap Yui san.
"Orang tua aku masih belum bisa menyetujui hubungan kita sayang" , jawab Takeshi.
"Kenapa orang tua kamu gak setuju dengan pernikahan kita? Bukankah dulu orang tua kamu gak masalah kalau kita menikah" , ucap Yui san.
"Dulu dan sekarang beda sayang. Aku minta kamu bersabar dulu ya sampai aku bisa meyakinkan orang tua aku untuk bisa menerima kamu" , ucap Takeshi.
"Baiklah" , jawab Yui san.
Tidak lama mobil yang dibawa oleh Takeshi telah sampai di depan rumah Yui san.
"Aku langsung ke kantor ya sayang" , ucap Takeshi sambil mencium bibir Yui san.
__ADS_1
"Iya sayang , nanti malam kamu jemput aku gak?" , tanya Yui san.
"Malam ini aku gak bisa sayang , aku masih harus mengurus kerjaan dulu" , jawab Takeshi yang sudah janji sebelumnya dengan Sizuka untuk membahas pernikahan mereka.
"Baiklah" , jawab Yui san sambil membuka pintu mobil.
Yui san turun dari mobil sambil menggendong anaknya , berjalan masuk ke dalam rumah.
Begitu Yui san masuk ke dalam , terlihat papa Satoshi sudah duduk di kursi ruang tamu.
"Pa" , sapa Yui san.
"Kamu kemana aja? Apa benar kamu sering keluar dari hotel bersama dengan Takeshi?" , ucap papa Satoshi.
"Dari mana papa dengar itu?" , tanya Yui san.
"Sudah banyak yang melihat kamu pergi ke hotel bersama dengan Takeshi. Awalnya papa gak percaya semua perkataan mereka. Tapi ini apa , ini kamu kan yang ada di foto ini" , ucap papa Satoshi sambil memperlihatkan foto Yui san dan Takeshi yang sedang keluar bersama dari hotel sambil berpelukan.
Melihat foto itu , Yui san pun sudah gak bisa berbohong lagi.
"Itu memang aku dan Takeshi pa. Sejak di Singapura , aku juga sudah bersama dengan dia" , jawab Yui san.
"Tapi kamu telah membuat malu keluarga kita. Kalian belum menikah" , ucap papa Satoshi.
"Takeshi pasti akan menikahi aku pa" , jawab Yui san.
"Kalau dia akan menikahi kamu , dia akan langsung menemui papa. Bukan mengajak kamu ke hotel" , ucap papa Satoshi.
"Tapi aku juga yang menginginkannya pa. Papa tenang saja , Takeshi dan aku pasti akan menikah" , ucap Yui san.
"Kalau memang Takeshi akan menikahi kamu , besok suruh Takeshi datang ke sini dan memberitahukannya secara langsung kepada papa" , ucap papa Satoshi.
"Baik pa" , jawab Yui san.
Yui san berjalan menuju ke kamarnya. Meletakkan Aniela yang masih bayi di atas kasurnya , lalu Yui san mengambil ponselnya dan menelpon Takeshi.
Takeshi yang baru sampai di depan perusahaannya , mendengar suara ponselnya berbunyi , dia pun mengeluarkan ponselnya dari saku dan langsung tersenyum begitu melihat nama Yui san yang tertera di layarnya.
"Halo sayang , apakah kamu sudah kangen lagi sama aku?" , ucap Takeshi.
"Halo Takeshi , kata papa aku...Kalau kamu serius mau menikahi aku , besok kamu datang ke rumah aku dan mengatakannya secara langsung kepada papa aku" , jawab Yui san.
"Baiklah sayang" , jawab Takeshi.
"Aku tunggu besok ya di rumah" , ucap Yui san.
"Iya sayang" , jawab Takeshi sambil memutuskan sambungan telponnya.
Takeshi berjalan masuk ke dalam perusahaannya dengan banyak pikiran yang berkecamuk didalamnya.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku membahas pernikahan dengan tuan Satoshi? Sedangkan aku saja sedang mempersiapkan pernikahan aku dengan Sizuka" , ucap Takeshi dalam hatinya.