Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 235


__ADS_3

Setelah Julie dan Kenrich pulang ke rumah , setiap hari di rumah mama Farah selalu terdengar suara tangisan Kenrich.


"Mama , kenapa adek suka menangis?" , tanya Christian.


"Karena adek masih kecil dan belum bisa berbicara. Jadi kalau adek merasa lapar atau ada yang tidak nyaman , pasti adek akan menangis" , jawab Julie.


"Dulu Christian juga suka menangis" , ucap Kevin yang baru keluar dari kamar mandi untuk bersiap-siap pergi ke kantor , setelah beberapa hari dia tidak bekerja untuk menemani Julie di rumah sakit.


"Benarkah mama?" , tanya Christian.


"Iya sayang , dulu kamu juga sama seperti adek" , jawab Julie.


Christian pun hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat adek nya yang sedang di susui oleh mamanya.


"Sayang , aku pergi dulu ya" , ucap Kevin yang sudah rapi sambil mencium kening istrinya.


"Iya sayang , kamu nanti pulangnya cepat kan" , ucap Julie.


"Iya , kamu ada mau dibelikan sesuatu?" , ucap Kevin.


"Aku mau mie ayam aja sama pangsit goreng" , jawab Julie.


"Baiklah , nanti aku belikan" , ucap Kevin.


Julie pun langsung tersenyum.


Sebelum pergi Kevin pun mencium ke dua buah hatinya , Christian dan Kenrich.


"Papa pergi dulu ya sayang , baik-baik ya di rumah sama mama" , ucap Kevin.


"Iya papa" , jawab Christian.


Kevin berjalan keluar dari kamar dan menuju ke meja makan.


"Julie gak turun untuk sarapan nak?" , tanya mama Farah.


"Belum ma , Julie masih menyusui Kenrich" , jawab Kevin.


"Kalau gitu mama minta bu Sri aja antarkan sarapan buat Julie" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Kevin sambil memakan sarapannya yang sudah disediakan disana.


Mama Farah berjalan menuju ke dapur.


"Bu Sri , antarkan makanan ke kamar Julie ya" , ucap mama Farah.


"Iya nyonya besar" , ucap bu Sri.


"Christian sudah sarapan belum?" , tanya mama Farah.

__ADS_1


"Belum nyonya besar , ini saya juga mau bawakan sarapan buat Christian" , jawab bu Sri.


"Baiklah" , ucap mama Farah sambil berjalan keluar dari dapur dan menuju ke meja makan.


Tidak lama , Kevin yang sudah selesai sarapan , pamitan kepada orang tua nya untuk pergi ke kantor.


"Aku pergi dulu ya ma...pa..." , ucap Kevin.


"Iya nak , hati-hati di jalan" , jawab mama Farah.


"Iya" , jawab papa Chandra yang sudah mulai jarang pergi ke kantor karena sudah mau pensiun dan memilih untuk menikmati hidupnya di masa tua.


"Iya" , jawab Kevin sambil berjalan keluar rumah , menuju ke mobilnya.


********


Di Jepang , Takeshi dan Yui san masih tetap menjalin hubungan. Bahkan Takeshi sering pergi bermalam dengan Yui san di hotel-hotel maupun di resort yang ada disana.


Takeshi yang Yui san yang sering keluar masuk hotel , membuat orang yang mengenal mereka pun mempertanyakannya.


"Bagaimana kalian bisa keluar dari hotel bersama-sama?" , ucap salah satu kenalan dari orang tua mereka.


"Aku hanya menjemput Yui san yang sedang ada urusan disini" , ucap Takeshi dengan cepat.


"Bukankah Satoshi memiliki sopir pribadi?" , ucap orang tersebut.


"Sopir saya lagi sibuk om" , jawab Yui san.


"Iya om" , jawab Takeshi dan Yui san bersamaan.


Takeshi dan Yui san berjalan bersama keluar dari hotel dan menuju ke mobil Takeshi yang di parkir disana.


"Takeshi , kita jangan nginap di hotel lagi" , ucap Yui san.


"Iya , kamu benar sayang. Aku akan mencari cara supaya aku bisa terus bersama dengan kamu tanpa orang lain melihat kita" , jawab Takeshi.


"Kenapa kita tidak segera menikah saja" , ucap Yui san.


"Orang tua aku masih belum bisa menyetujui hubungan kita sayang" , jawab Takeshi.


"Kenapa orang tua kamu gak setuju dengan pernikahan kita? Bukankah dulu orang tua kamu gak masalah kalau kita menikah" , ucap Yui san.


"Dulu dan sekarang beda sayang. Aku minta kamu bersabar dulu ya sampai aku bisa meyakinkan orang tua aku untuk bisa menerima kamu" , ucap Takeshi.


"Baiklah" , jawab Yui san.


Tidak lama mobil yang dibawa oleh Takeshi telah sampai di depan rumah Yui san.


"Aku langsung ke kantor ya sayang" , ucap Takeshi sambil mencium bibir Yui san.

__ADS_1


"Iya sayang , nanti malam kamu jemput aku gak?" , tanya Yui san.


"Malam ini aku gak bisa sayang , aku masih harus mengurus kerjaan dulu" , jawab Takeshi yang sudah janji sebelumnya dengan Sizuka untuk membahas pernikahan mereka.


"Baiklah" , jawab Yui san sambil membuka pintu mobil.


Yui san turun dari mobil sambil menggendong anaknya , berjalan masuk ke dalam rumah.


Begitu Yui san masuk ke dalam , terlihat papa Satoshi sudah duduk di kursi ruang tamu.


"Pa" , sapa Yui san.


"Kamu kemana aja? Apa benar kamu sering keluar dari hotel bersama dengan Takeshi?" , ucap papa Satoshi.


"Dari mana papa dengar itu?" , tanya Yui san.


"Sudah banyak yang melihat kamu pergi ke hotel bersama dengan Takeshi. Awalnya papa gak percaya semua perkataan mereka. Tapi ini apa , ini kamu kan yang ada di foto ini" , ucap papa Satoshi sambil memperlihatkan foto Yui san dan Takeshi yang sedang keluar bersama dari hotel sambil berpelukan.


Melihat foto itu , Yui san pun sudah gak bisa berbohong lagi.


"Itu memang aku dan Takeshi pa. Sejak di Singapura , aku juga sudah bersama dengan dia" , jawab Yui san.


"Tapi kamu telah membuat malu keluarga kita. Kalian belum menikah" , ucap papa Satoshi.


"Takeshi pasti akan menikahi aku pa" , jawab Yui san.


"Kalau dia akan menikahi kamu , dia akan langsung menemui papa. Bukan mengajak kamu ke hotel" , ucap papa Satoshi.


"Tapi aku juga yang menginginkannya pa. Papa tenang saja , Takeshi dan aku pasti akan menikah" , ucap Yui san.


"Kalau memang Takeshi akan menikahi kamu , besok suruh Takeshi datang ke sini dan memberitahukannya secara langsung kepada papa" , ucap papa Satoshi.


"Baik pa" , jawab Yui san.


Yui san berjalan menuju ke kamarnya. Meletakkan Aniela yang masih bayi di atas kasurnya , lalu Yui san mengambil ponselnya dan menelpon Takeshi.


Takeshi yang baru sampai di depan perusahaannya , mendengar suara ponselnya berbunyi , dia pun mengeluarkan ponselnya dari saku dan langsung tersenyum begitu melihat nama Yui san yang tertera di layarnya.


"Halo sayang , apakah kamu sudah kangen lagi sama aku?" , ucap Takeshi.


"Halo Takeshi , kata papa aku...Kalau kamu serius mau menikahi aku , besok kamu datang ke rumah aku dan mengatakannya secara langsung kepada papa aku" , jawab Yui san.


"Baiklah sayang" , jawab Takeshi.


"Aku tunggu besok ya di rumah" , ucap Yui san.


"Iya sayang" , jawab Takeshi sambil memutuskan sambungan telponnya.


Takeshi berjalan masuk ke dalam perusahaannya dengan banyak pikiran yang berkecamuk didalamnya.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin aku membahas pernikahan dengan tuan Satoshi? Sedangkan aku saja sedang mempersiapkan pernikahan aku dengan Sizuka" , ucap Takeshi dalam hatinya.


__ADS_2