Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 133 ~ tidak terima ~


__ADS_3

Setelah mobil suaminya hilang di persimpangan jalan,Dela kembali masuk kedalam rumah.Setelah selesai mengurus bayi besarnya kini dia bertugas mengurus bayi kecilnya,yang sudah mulai rewel dari tadi pagi.


" bibi,silahkan istrahat karena tadi pagi bibi sudah capek menjaga Alexa,biar aku yang mengurusnya sekarang." ucap Dela sambil mengambil Alexa dari gendongan baby sitter yang baru saja bekerja untuk mereka,Dela memutuskan untuk mempekerjakan baby sitter kerena terkadang dia sibuk pagi hari mengurus segala kebutuhan suaminya yang akan berangkat ke kantor.


"Baik nyonya,saya keluar dulu." Jawab pelayan itu lalu pergi meninggalkan kamar majikannya.Setelah itu dela sibuk memandikan dan memberi makan bayinya,walaupun banyak pelayan di rumah mewah itu untuk membantu setiap pekerjaannya,Dela selalu bisa menempatkan dirinya dan membuang jauh sikap sombong darinya.


"Kakak,aku masuk ya." Putri sudah berteriak diluar kamarnya,saat itu putri tidak berangkat kerja karena hari ini dia punya libur satu hari.


"Masuk lah dek,kakak lagi mengurus Alexa,"Jawab Dela dari dalam,putri membuka pintu lalu mendekati Dela yang sedang sibuk mengurus bayi Alexa,dia begitu antengnya setelah selesai mandi.


"Cup....cup enak ya,sudah siap mandi pasti segar ya sayang." Putri terus menganggu Alexa yang sedang sibuk memainkan mainan yang di berikan oleh Dela kepadanya sesekali dia tertawa saat putri menggodanya.


"Kakak jadi kita belanja hari ini?" Tanya putri,Dela yang sedang bersiap-siap mandi langsung mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi.Semenjak Putri berubah dan dia sudah mau bekerja di perusahan suaminya,hubungan mereka berdua semakin dekat.Dela sangat bersyukur ternyata putri sungguh-sungguh berubah,bahkan dia semakin semangat bekerja.

__ADS_1


Dela kembali menitipkan bayi kecilnya ke baby sitter,lalu dia bersiap-siap berangkat ke mall,hari ini putri mengajaknya belanja untuk membeli segala kebutuhannya untuk bekerja,karena dia sudah menerima gaji pertama dari perusahan Kakak iparnya.


Mereka berangkat di antar oleh supir pribadi Dela,walaupun Mahesa sangat sibuk di perusahaan dia tidak lupa untuk memenuhi segala kebutuhan istri dan anaknya.Bahkan Mahesa memesan baju,sepatu,dan tas Dela dari seorang desainer ternama di negara ini,tidak heran jika dela selalu memakai pakaian yang terlihat sederhana tapi sangat cocok di tubuhnya begitu juga dengan supir,Mahesa menyediakan supir untuk mengantar istrinya kemana pun yang dia inginkan.


Dela dan putri mengelilingi seluruh toko,dengan sabar Dela menemani adiknya untuk membeli segala yang dia inginkan.


"Kakak nga mau beli baju gitu,atau sepatu gitu? Tanya putri,dia merasa heran dengan Dela dia sudah banyak belanja sementara adiknya tidak membeli satu barang pun untuknya.


"nga dek,baju Kaka masih sangat banyak sayang kalau nga tidak dipakai nanti,aku cuma mau belanja peralatan make up saja nanti,saat kita mau pulang." Jawab Dela.Setelah putri mendapat semau barang yang dia butuhkan akhirnya mereka memasuki toko counter make ternama,Dela dengan antusias langsung mendekati toko lalu melihat-lihat prodak dari Chanel.


Saat Dela berjalan ingin melihat barang yang lain tanpa sengaja dia menabrak seorang wanita muda,dengan penampilan yang sangat glamor hingga bedak yang dia pegang jatuh kelantai dan pecah.Wanita itu langsung membelalakkan mata melihat barang yang barusan dia beli sudah hancur berantakan.


"Dasar orang miskin tidak mau malu,pembantu siapa yang datang ke toko ini membuat keributan dan brengsek... kamu plak..." Tiba-tiba wanita melayangkan tamparan ke wajah Dela,hingga membuat Dela sangat kaget.Begitu juga putri dia sangat kaget melihat keberanian wanita itu menampar kakaknya dengan berani dia mendorong tubuh wanita itu menjauh dari Dela.

__ADS_1


"Hei...Pelacu** kamu tau tidak suaminya itu siapa,hah sepertinya wanita ini mencari maslah besar dalam hidupnya,baru saja barang begituan emangnya berapa harga bedak mu itu,kami akan membayarnya tapi jangan sembarang menghina orang apalagi sampai memukul orang." ucap Putri,dia terlihat sangat marah kepada wanita itu.


"Hahahaha...Wanita ini bermimpi,memangnya kamu mampu membayar itu,kamu tau satu setnya berapa itu,emangnya gaji wanita itu mampu membayar barangku yang sudah rusak,sekarang cepat bayar seratus juta karena sudah merugikan diriku,makanya kalau orang miskin tidak perlu memasuki toko yang hannya tempat orang kaya." jawab wanita itu dengan angkuhnya,hingga beberapa orang menatap sinis kepadanya akibat dari kesombongan ucapannya.


"Kakak,telpon Abang datang kesini,biar di beli mulut wanita ini,sepertinya dia mencari masalah dengan kita,ingat jangan memandang rendah orang yang berpenampilan sederhana karena belum tentu uangmu lebih banyak dari pada Unang Kakaku." jawab putri,wanita itu hannya meludah mendengar ucapan putri,dan pada saat itu suaminya dari wanita itu juga muncul dari mana.


"Ada apa ini,kenapa kamu belum keluar,hari ini aku ada pertemuan dengan klien aku harus segera pergi." Ucap pria itu,matanya langsung menatap semua barang yang sudah berantakan di lantai.


"Sayang wanita ini menghancurkan belanjaan ku,dan mereka tidak mau membayar." jawab wanita itu,dengan nada yang sangat menjijikan,sementara tatapan pria itu beralih kepada Dela dan juga putri,


"Untuk apa kamu berurusan dengan orang miskin,kalau mereka menjatuhkan barang mu suruh mereka menggantinya saja,tidak perlu mengurusi orang miskin,nanti meteka ambil kesempatan kepada kita." Jawab pria itu.Mendengar ucapan pria itu putri kembali tertawa.


"Ternyata suami istri kelakuan tidak jauh berbeda,sama-sama sok kaya." Ucap Putri kembali meludah.Sementara itu Dela langsung mengambil kartu black card miliknya lalu menyuruh putri untuk membayarnya.Kedua pasangan itu sedikit kaget melihat kartu yang di pegang oleh Dela.

__ADS_1


**** bersambung***"


__ADS_2