
Mencintai pria Casanova
cuplikan bab 32
kak mampir di karya baruku ya
Hari sudah sangat siang Selvi terbangun saat perutnya sudah berbunyi,dia melihat jam di ponselnya ternyata sudah hampir pukul dua belas siang.
"Gila aku tertidur sampai jam makan siang,semoga Hariz memberitahu mereka jika aku tidak masuk kantor hari ini ayah...Ya ayah dia pasti mencari ku kemarin,sebaiknya aku menghubunginya."Ucap Selvi lalu mengambil ponsel dan menghubungi ayahnya.
Benar saja saat Selvi menghubungi ayahnya,pria paruh baya itu langsung memberikan dia nasihat-nasihat yang membuat Selvi merasa bersalah.
"Yah,mau gimana lagi mungkin dosa-dosa yang kulakukan sudah terlalu banyak."Ucap Selvi dia membayangkan Hariz yang memberikan dia cinta dan kenikmatan yang sangat dia rindukan beberapa tahun ini.
"Gila,aku memang sudah gila bisa-bisanya aku membayangkan hal kotor seperti itu."Ucap Selvi dia merasa malu sendiri hingga dia menutup wajahnya yang sudah merah merona.
Otak Selvi tidak bisa dikuasai dia terus membayangkan saat bibir Hariz memberikan kenikmatan di dadanya dan juga di area miliknya,dia tidak bisa membayangkan kenikmatan itu melebihi segalanya.Saat dia sedang asik menghayal tiba-tiba dia mengingat wajah Alice yang selalu memakinya dengan kasar.
"Ahh,wanita sialan itu apa bisa aku percaya kepada setiap ucapan Hariz,tapi aku sangat mencintainya bahkan aku hannya ingin menikmati kenikmatan dunia bersamanya."Ucap Selvi lalu dia memasuki kamar mandi dan membersihkan tubuhnya dia tidak ingin Hariz kembali pulang dan melihat dia yang sangat butek.Di otak selvi terus membayangkan saat Hariz menindih tubuhnya bahkan memainkan pucuk dadanya.
"Ahh sialan hannya membayangkan saja milikku ini sudah basah,apa mungkin ini karna aku selama ini sudah haus belaian seorang pria."Ucap Selvi lalu dia mengakhiri mandinya dia memakai handuk dan mengambil gambarnya yang begitu menggoda,lalu mengirimnya kepada Hariz.Tidak beberapa lama pria itu langsung menghubunginya.tapi dia sangat enggan mengangkatnya karna dia sangat malu.
[Sayang,kamu sangat menggoda aku akan segera kembali jangan pakai baju dulu.] Tiba-tiba pesan Hariz masuk,membuat wajah Selvi semakin merona.
__ADS_1
Hariz tersenyum lebar saat membuka ponselnya dan melihat beberapa Poto Selvi yang membuat sesuatu di bawah sana langsung mengeras.
"Dia membuatku gila."Suara hati Hariz,Alice yang melihat pria di yang ada dihadapannya senyum-senyum sendiri langsung penasaran.
"Ada apa kamu tersenyum sendiri?" Tanya Alice membuat Hariz tersadar jika di ruangannya ada wanita yang semakin dia tidak sukai.
"Apa kamu tidak kerja,kembali keruangan mu dan mulai lah bekerja kamu masih di bayar perusahan ini,jangan sampai kamu makan gaji buta."Ucap Hariz,dia kesal melihat Alice karna terus menjaganya disana.Alice kaget mendengar ucapan Hariz
"Kamu kok ngomong kayak gitu,aku tidak bisa lelah sayang,tidak baik untuk perkembangan janin kita "Ucap Alice mencari alasan yang membuat Hariz semakin kesal.
"Kamu pergi keruangan mu, atau aku yang keluar dari ruangan ini?" Tanya Hariz dengan suara lantang membuat Alice sedikit takut akhirnya dia kembali keruangan nya dan meninggalkan Hariz sendirian.
Setelah Alice keluar dia menghubungi bara,
"Datanglah keruangan ku!!"
"Ada apa tuan?"
"Hari ini aku ada kerjaan,tolong kamu bereskan semua dokumen ini,dan sekiranya dokumen yang sangat penting biarkan aku yang menyelesaikannya.Dan satu lagi larang wanita rubah itu selalu memasuki ruangan ku dengan sembarangan,kita tidak tau apa yang akan direncanakan itu kedepannya."Ucap Hariz,bara bingung dengan wanita rubah,
"Siapa wanita rubah tuan?" Tanya bara memperjelas ucapan bosnya.
"Siapa lagi kalau bukan kepala keuangan yang dipercayakan mama kepadaku,bisa-bisanya dia menjebak ku dengan mengatakan dia hamil anakku."Ucap Hariz.Bara sangat kaget mendengat penuturan tuannya dugaannya benar jika tuan nya tidak menyukai wanita siluman itu.
__ADS_1
"Siap tuan,laksanakan."Jawab bara dengan semangat membuat Hariz tersenyum.Hariz langsung keluar dari ruangannya dia sudah tidak sabar menemui Selvi yang sudah menantangnya dengan gambar yang sangat menggoda.
"Dia sangat benar-benar bisa membuatku mabuk kepayang."Ucap Hariz.Dia menyetir dengan lancar karna hari masih siang jadi Susana jalanan juga sepi.
"Ihh,kenapa dia begitu lama apa dia akan membiarkan aku masuk angin seperti ini."Ucap Selvi,dia benar-benar sudah seperti wanita penggoda tapi kali ini dia sudah tidak peduli lagi.Dia hannya berharap Hariz menikahinya secara resmi agar dia tidak terlalu lama jatuh dalam dosa yang sangat membuatnya mabuk kepayang.
Selvi membayangkan Hariz yang ******* bibirnya,dia hannya membayangkannya saja sudah membuat area miliknya berdenyut.
Hariz akhirnya sampai di apertemen,dia langsung membuka sepatunya dan melemparnya ke sembarang tempat lalu dengan cepat dia memasuki kamar dan melihat Selvi yang sedangan tiduran telentang dengan handuk membungkus tubuhnya.
"Sayang,apa kamu sudah menungguku?" Tanya Hariz dia langsung menindih tubuh itu dan membuka handuk yang menutup tubuhnya.Hariz semakin bergairah saat melihat kedua dada Selvi sudah menegang sepertinya area itu menginginkan bibirnya untuk singgah disana.Hariz dengan buas ******* keduanya membuat Selvi berteriak manja,dia semakin ketagihan dengan bibir pria yang sangat dia cintai.
"Sayang apa itu nikmat? Tanya Hariz,Selvi kesal saat Hariz melontarkan pertanyaan yang membuatnya kesal akhirnya dia menekan wajah Hariz ke dadanya hingga Hariz tersedak karna kaget.
Selvi mengabaikan batuk Hariz dia terus menekan wajah Hariz dia tidak peduli pria itu batuk kecil,dia ingin menikmati dunia yang sangat dia inginkan.
Hariz terus berusaha membuat Selvi menikmati permainannya dia begitu bangga saat, Selvi sangat menikmati permainannya.Dia bisa memaklumi Selvi karna selama empat tahun dia memendam hasratnya dan bahagianya Hariz Selvi hannya memberikan tubuhnya kepadanya.Dia mengetahui itu saat Hariz menyuruh bara menyelidiki kegiatan yang di lakukan Selvi selama empat tahun di Surabaya,dan hasil bisa membuatnya bangga menjadi seorang pria.
Hariz membawa tubuh Selvi ke kamar mandi disana mereka kembali memadu asmara,sepertinya Selvi tidak ada puasnya bermain dengan Selvi.Hariz tidak keberatan karna dia juga sangat menginginkan itu.
Mereka melakukan permainannya hampir dua jam,mereka sadar saat perut mereka mulai perih menahan lapar.
"Sayang,aku pasan makanan online dulu,kita akan melakukannya saat perut kita sudah diisi."Ucap Hariz,Selvi terlihat kecewa karna dia merasa tanggung,tapi Hariz tidak tega melihat Selvi yang sudah menahan lapar.
__ADS_1
"Sabar sayang,kita akan terus melakukannya nanti,kita makan dulu."Ucap Hariz dia ******* bibir Selvi lalu mengambil ponsel dan memesan makanan online.
****bersambung***