
Sudah 5 hari Yui san dirumah sakit , hari itu dia sudah diperbolehkan membawa pulang anaknya. Mama Isabella datang ke rumah sakit untuk menjemput Yui san dan juga melihat keadaan Alberto.
Yui san meminta suster yang ada di rumah sakit untuk membantunya merawat anaknya selama di rumah.
Setelah mengurus semuanya , Yui san sambil menggendong anaknya bersama dengan mama Isabella berjalan bersama menuju ke ruang ICU.
Yui san masuk ke dalam ruangan ICU sendirian karena anaknya belum boleh dibawa masuk kesana , jadinya mama Isabella yang menggendong Aniela selama Yui san masuk ke ruangan ICU.
Yui san yang baru pertama kali melihat keadaan suaminya , langsung menitikkan air matanya.
"Suamiku bangun , anak kita sudah lahir. Anak kita sangat cantik sekali dan sehat , kamu harus bangun , kamu harus menjaga aku dan anak kita" , ucap Yui san yang sudah berderai air mata disana.
Alberto masih tetap gak bereaksi disana.
Kamu sudah tidur selama 5 hari. Kata dokter operasinya sukses , tapi kenapa kamu gak bangun-bangun juga? Apa kamu gak sayang sama aku dan anak kita?
Aku mohon kamu bangun , hari ini aku akan pulang ke apartemen kita yang baru.
Kamu kan yang meminta setelah aku melahirkan , kita pindah kesana.
"Ayo bangun , kita pulang sama-sama" , ucap Yui san dengan suara seraknya dan wajah yang masih dibasahi oleh air mata.
Alberto tetap saja tidak ada perubahan , masih diam dan gak ada reaksi sama sekali.
Akhirnya Yui san berjalan keluar dari ruangan ICU.
"Bagaimana dengan Alberto nak?" , tanya mama Isabella.
"Alberto masih tidur saja ma , aku panggil-panggil gak ada reaksi apapun" , jawab Yui san sambil menangis.
"Kamu yang sabar ya , mama juga sedih nak. Tapi kata dokter Peter , kita hanya bisa menunggu sampai Alberto sadar" , ucap mama Isabella.
"Tapi sampai kapan ma? Sampai kapan Alberto bisa sadar?" , ucap Yui san.
"Mama tau kamu sedih nak , mama juga sangat sedih. Tapi kita juga gak bisa berbuat apa-apa nak , kita hanya bisa menunggu" , ucap mama Isabella mencoba menenangkan menantunya.
Setelah beberapa waktu , akhirnya Yui san pun mulai tenang.
__ADS_1
"Kita pulang ke rumah sekarang ya" , ucap mama Isabella.
"Aku mau pulang ke apartemen yang baru ma. Alberto maunya setelah aku melahirkan , kami langsung tinggal disana" , ucap Yui san.
"Tapi kamu disana sendirian nak" , ucap mama Isabella.
"Gak apa-apa ma , besok aku akan minta asisten rumah tangga yang sudah bekerja dengan kami untuk langsung ke apartemen yang baru dan besok pagi juga perawat yang aku minta untuk menjaga Aniela selama di apartemen akan datang kesana.
"Kalau gak malam ini aja kamu menginap di rumah utama , besok pagi mama antarkan kamu ke apartemen" , bujuk mama Isabella.
"Gak mau ma , aku hanya mau di apartemen" , ucap Yui san.
Melihat Yui san yang tetap menolak , akhirnya mama Isabella pun menyetujuinya.
"Ethan , antarkan Yui san ke apartemen dulu" , ucap mama Isabella kepada sopir pribadinya ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
"Baik nyonya" , jawab Ethan sambil menjalankan mobilnya.
Selama di dalam perjalanan tidak ada obrolan antara Yui san dan mama Isabella , karena Yui san terus memikirkan keadaan suaminya.
Sampai mobil yang dibawa oleh Ethan telah sampai di depan apartemen.
"Mama gak bisa ke apartemen kamu dulu ya , karena papa sendirian di rumah. Minta Ethan buat bantu bawain koper kamu ya" , ucap mama Isabella.
"Iya ma , gak apa-apa ma. Aku bisa bawa koper aku sendiri sambil menggendong Aniela" , jawab Yui san.
"Baiklah nak , kalau gitu mama jalan pulang ya" , ucap mama Isabella setelah Ethan mengeluarkan koper Yui san dari bagasi mobil.
"Iya ma" , jawab Yui san sambil menggendong anaknya dan menarik kopernya masuk ke dalam apartemen.
Yui san berjalan menuju ke apartemennya yang baru dengan cardlock yang dimilikinya.
Tidak lama terdengar bunyi tringgggg dan langsung terdengar ceklek....
Pintu apartemen pun terbuka.
Begitu Yui san masuk kesana , Yui san melihat ke sekeliling apartemen yang sudah dibuat sesuai dengan keinginannya.
__ADS_1
Design interior yang membuat Santo dan tukangnya menjadi gak bisa tidur dengan nyenyak untuk mengejar permintaan Alberto yang harus menyelesaikannya dalam waktu 2 bulan.
Yui san berjalan melihat sekeliling ruangan apartemen barunya yang kelihatan sangat mewah itu.
Begitu Yui san masuk ke dalam kamar utama , pandangan mata Yui san langsung tertuju kepada bingkai foto besar yang tergantung di dinding yang ada di belakang kasur mereka.
"Kapan Alberto menggantungkan foto pernikahan kami disini? Ketika terakhir kalinya kami kesini , foto ini belum tergantung disini" , ucap Yui san sambil berjalan mendekati kasurnya dan meletakkan anaknya disana.
"Kamu cepat bangun , aku gak kuat kalau harus menjaga anak kita sendiri tanpa kamu. Aku juga merasa sangat kesepian gak ada kamu yang memeluk aku disaat aku tidur. Cepat bangun sayang , aku kangen. Aku gak bisa tinggal di apartemen yang besar ini sendirian" , ucap Yui san sambil memandangi wajah suaminya di dalam foto tersebut.
.
.
Satu hari sebelum malam natal , Alberto yang waktu itu pulang cepat dari kantor pergi menuju ke tempat percetakan foto.
Alberto mencetak foto pernikahannya dengan Yui san dan meminta untuk di masukkan ke dalam bingkai yang bagus.
Setelah fotonya selesai , Alberto membawa foto mereka itu ke dalam mobil sambil mengatakan.
"Pasti Yui san akan suka ketika melihat foto ini terpasang di kamar utama".
Alberto menjalankan mobilnya sore itu dengan kecepatan sedang menuju ke apartemennya yang baru.
Sampai di parkiran apartemen , Alberto turun dari mobil dan berjalan menuju ke apartemennya yang baru.
Alberto berjalan memasuki kamar utama mereka dan melihat dimana dia akan meletakkan foto itu.
"Kayaknya lebih bagus di belakang kasur" , gumam Alberto sambil berjalan menuju ke keluar untuk mengambil paku dan palu yang ada di gudang.
Alberto berjalan kembali ke kamar , naik ke atas kasur mereka dan mulai memasangkan paku disana.
Setelah pakunya terpasang dengan kuat di dinding kamar , Alberto langsung mengambil bingkai fotonya dan mulai menggantungkannya disana.
Alberto memastikan bingkai fotonya benar-benar sudah pas di posisi yang diinginkannya dan bingkainya tidak miring.
Alberto turun dari atas kasur dan melihat dari bawah....
__ADS_1
"Benar-benar sudah pas posisinya" , ucap Alberto sambil tersenyum.
Alberto berjalan keluar dari kamar yang akan digunakannya beberapa hari lagi dengan Yui san dan meletakkan kembali palunya di gudang yang ada disana , setelah itu dia berjalan keluar menuju ke apartemennya yang lama.