Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 139 ~ Donor mata ~


__ADS_3

Mahesa sedikit ngeri membayangkan seandainya mata ayah mertuanya cocok untuk neneknya,tapi karena istrinya Dela sudah mendesaknya akhirnya Mahesa menemui dokter yang bertugas mengurus bagian itu.


Mahesa menemui putri terlebih dahulu atas ijin istrinya biar bagaimana pun ijin putri sangat lah di butuhkan karena dialah pemilik orang tua yang sah bukan Dela karena dia hannya anak angkat.Dela dan juga Mahesa pergi menemui putri yang masih duduk di ruang tunggu kamar mayat,dia tidak beranjak dari tadi sampai hari sudah siang,rasanya sangat sulit baginya menerima kehilangan orang tuanya.


"Putri,yang sabar ya,kami masih ada disini keluargamu,kamu harus ikhlas." Ucap Dela lalu memeluk erat tubuh adik angkatnya.Semenjak putri berjanji akan memperbaiki semua sikapnya hubungan putri dan Dela semakin dekat,bahkan Dela sudah meminta Mahesa membuat posisi yang bagus untuknya di perusahan dan meminta suaminya memberikan mobil untuk Putri juga walaupun dia belum paham menyetir.


"Terima kasih kak,maafkan seluruh kesalahan ayahku di masa hidupnya kak,agar dia tenang,rasanya sangat sulit menerima kenyataan tetapi mungkin ini yang terbaik." Jawab putri.Air matanya terus menetes di wajahnya hingga Dela menyandarkan kepala putri ke pundaknya.


"Aku sudah memaafkannya dari dulu,terlepas bagaimana sikapnya kepadaku,mereka jugalah yang menyekolahkan dan membesarkan aku." Jawab Dela,hingga membuat putri sedikit lega.


Mahesa datang menghampiri mereka berdua,dia berdiri di dekat mereka entah kenapa rasanya Mahesa sangat berat untuk mengatakan yang sebenarnya kepada putri.Dela sudah memberi kode kepada suaminya agar mengatakannya dengan cepat,tapi Mahesa tetap berdiri dan terlihat ragu-ragu.

__ADS_1


"Kakak,apa kalian ingin mengatakan sesuatu kepadaku?" Tanya putri saat melihat Mahesa dan Dela saling menatap dan bibir saling monyong.


Maafkan Kakak putri,kamu jangan marah ya,bisakah kita melakukan pemeriksaan kepada ayah,kita mau memeriksa apa mata ayah bisa di didonorkan untuk nenek yang sedang menderita?" Tanya Dela ragu-ragu,dia sangat takut jika putri marah kepada mereka.Putri menatap Mahesa dan putri bergantian,dan saat itu air matanya langsung jatuh,bukan karena dia tidak ikhlas tapi dia sangat terharu kepada kedua kakak dan abangnya Karena sudah menghargainya dengan cara meminta ijin kepadanya.


"Baiklah putri,kalau kamu tidak setuju,kami tidak akan melakukan itu,kami tidak punya hak untuk itu." Ucap Dela,dia menunduk sedih,dia sangat berharap keduanya bisa cocok dan neneknya segera sadar.


"Tidak kakak,aku sangat setuju,mungkin ini sudah takdir untuk kita,semoga mata ayah cocok dengan nenek,supaya nenek bisa kembali seperti sedia kala dan dia bisa menikmati masa tuanya dengan baik." Jawab putri.Dela langsung memeluk tubuh putri kembali,dia sangat bahagia karena akhirnya putri setuju dengan permintaanya.


Mereka menunggu lima jam untuk menemukan kecocokannya dan akhirnya Mahesa bisa menghirup napas lega karena donor mata kali ini bisa cocok untuk neneknya.Dela dan Putri langsung berpelukan saat mengetahui kabar bahagia itu.Ternyata sebanyak apa pun derita yang di alami oleh dela,ternyata keluarganya bisa menjadi penolong buat wanita tua yang begitu angkuh selama ini.


Dela duduk di ruang tunggu,dia menunggu supir untuk membawa neneknya kerumah sakit untuk menjalani operasi donor mata.Kini Dela semakin belajar tentang hidup,sebanyak apa pun harta yang kita miliki sebanyak apa pun uang yang kita simpan,terkadang itu tidak bisa membantu kita keluar dari kesusahan,ada kalanya orang miskin yang kita hina,yang kita rendah kan bisa menjadi penolong untuk kita suatu saat nanti.

__ADS_1


"Sayang apa yang kamu pikirkan?" Tiba-tiba dela kaget dari lamunannya,saat suaminya datang dan duduk di sampingnya.


"Tidak ada mas,aku hannya penasaran apa kata nenek nanti saat dia tau,keluargaku lah yang membantunya keluar dari kegelapan,sementara selama ini dia hannya menganggap kami sebahu benalu di keluarga kalian,ternyata Tuhan memberikan waktu kepadanya orang miskin yang dia hina malah itu juga yang membantunya."Jawab Dela.Mahesa hannya bisa menarik napas berat,jujur dia juga malu kepada keluarga istrinya,Karena dia belum pernah membuat kebaikan untuk keluarga istrinya.


"Aku juga tidak tau sayang,Karena aku juga banyak salah kepada keluargamu,bahkan sampai ayahmu pergi,aku belum melamar mu kepadanya." Jawab Mahesa.


"Sudahlah mas,ini juga terjadi karena ayahku bukan orang baik,dia juga orang serakah dari kecil aku sudah tau sikap serakah nya itu,walaupun kau merasa sedih kehilangannya yang sangat tiba-tiba." Jawab Dela.Mereka saling menyalahkan satu sama lain,membuat putri yang baru saja bergabung bersama mereka merasa aneh.


"Putri,mungkin kamu sudah lapar,karena kamu belum makan dari siang,kamu makan iya,aku akan mengantarmu." Tanya Dela berusaha mengalihkan pembicaraan.


*** bersambung****

__ADS_1


__ADS_2