Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 192


__ADS_3

Berkat dibantu oleh papa Satoshi , akhirnya Yui san sudah bisa tinggal di apartemen yang baru.


Disana Yui san hanya tinggal berdua dengan perawat yang menjaga anaknya , karena pembantu rumah tangganya hanya datang pagi dan pulang siang atau setelah pekerjaannya selesai.


Sudah sebulan Alberto mengalami koma , dan Yui san selalu datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi suaminya.


"Filli , aku kerumah sakit dulu ya" , ucap Yui san.


"Baik nyonya" , jawab Filli.


Yui san berjalan keluar dari apartemen , menuju ke lobby dimana Kiehl sopir pribadinya sudah menunggunya di sana.


Begitu Yui san masuk ke dalam mobil , Kiehl langsung membawanya ke X Hospital.


Setelah beberapa waktu , mobil yang dibawa oleh Kiehl telah sampai di rumah sakit.


Yui san turun dari mobil dan berjalan menyelusuri lorong rumah sakit yang sudah sangat dikenalinya , karena sudah sebulan ini Yui san terus berjalan disana menuju ke ruangan ICU.


"Suamiku , ayo bangun. Sudah sebulan kamu begini terus. Apa kamu sudah gak mencintai aku dan anak kita? Kamu sekarang sedang dimana? Aku mohon kamu kembali kesini dan membuka mata kamu. Aku kangen sama kamu. Ayo bangun sayang. Aku dan Aniela sangat membutuhkan kamu. Setiap malam aku selalu kesulitan untuk menjaga anak aku sendirian. Meskipun ada Filli , tapi aku juga gak mungkin membangunkan dia di tengah malam. Aku mohon sayang bangun......." , ucap Yui san yang terus memanggil Alberto sambil menangis.


Tidak lama dokter Peter datang untuk melihat kondisi Alberto.


"Bagaimana kondisi suami saya sekarang dokter?" , tanya Yui san.


"Sebenarnya karena Alberto gak bangun-bangun juga , ada beberapa fungsi dari organ di tubuhnya sudah mulai menurun. Sekarang bisa dibilang Alberto hidup dengan ketergantungan alat-alat yang ada disini. Kita hanya bisa berdoa saja dan berharap datangnya keajaiban" , ucap dokter Peter.


"Apa dokter!!! Gak mungkin kan Alberto akan meninggalkan aku dan anak aku. Bukankah dokter juga sudah melakukan yang terbaik buat pengobatan Alberto" , ucap Yui san dengan derai air mata.


"Kami hanya bisa mengusahakan yang terbaik , tapi semua itu tergantung dari pasien sendiri juga. Sudah sebulan ini , Alberto benar-benar tidak menunjukkan adanya perkembangan" , ucap dokter Peter.


"Apa dokter!!!!!" , ucap Gerardo yang baru datang untuk melakukan pengobatannya dan juga melihat Alberto.


"Iya tuan Gerardo , kalian harus bisa mempersiapkan kalau terjadi kemungkinan yang terburuk" , ucap dokter Peter.


"Gak mungkin , anak aku masih muda dan sangat kuat. Gak mungkin anak aku akan pergi lebih dulu dari pada aku" , ucap Gerardo sambil menitikkan air matanya.


"Tapi setelah sebulan ini kondisi Alberto terus menurun tuan" , ucap dokter Peter.

__ADS_1


"Apa kamu gak bisa kasih obat yang terbagus disini?" , ucap Gerardo.


"Saya dan tim dokter lainnya sudah berusaha memberikan yang terbaik buat Alberto. Tapi kami juga gak bisa menjanjikan kesembuhan dari pasien. Semua itu tergantung dari tubuh pasien itu sendiri" , ucap dokter Peter.


"Gak mungkin anak aku akan pergi meninggalkan aku , gak mungkin" , ucap Gerardo yang wajahnya sudah dibasahi oleh air mata.


Yui san yang juga merasa sangat terpukul saat itu berjalan mendekati papa mertuanya dan memeluknya.


"Bagaimana Alberto pa? Bagaimana dengan aku dan anak aku kalau Alberto meninggal pa?" , ucap Yui san dengan suara seraknya karena menangis.


"Alberto pasti akan sembuh , papa yakin Alberto pasti akan sembuh nak" , ucap papa Gerardo.


Yui san menangis sambil memeluk papa Gerardo untuk beberapa saat.


Dokter Peter sebenarnya juga gak tega melihat keluarga Fernandes seperti itu , tapi dia juga bukanlah Dewa atau Tuhan yang bisa melakukan segalanya.


"Kalau gitu saya permisi dulu ya , nanti saya tunggu tuan di tempat pengobatan" , ucap dokter Peter.


Papa Gerardo hanya menganggukkan kepalanya untuk merespon perkataan dokter Peter.


Dokter Peter berjalan pergi dari ruangan ICU dan membiarkan tuan Gerardo dan menantunya disana.


"Sudah nak , kita tunggu saja Alberto sampai bangun" , ucap papa Gerardo.


"Baiklah pa , aku temani papa melakukan pengobatan ya" , ucap Yui san.


"Gak usah nak , Ethan bisa menemani papa selama pengobatan , kamu masih punya Aniela yang harus kamu urus. Kalau nanti Alberto bangun dan melihat Aniela tidak terurus dengan baik , pasti dia akan sedih" , ucap papa Gerardo.


"Baiklah pa , kalau gitu aku pulang dulu ya" , ucap Yui san.


"Iya nak" , jawab papa Gerardo.


Yui san berjalan keluar dari ruangan ICU.


"Nona muda" , sapa Ethan yang sedang menunggu tuan besar Gerardo di depan pintu ICU.


"Iya" , jawab Yui san sambil berjalan pergi dari sana.

__ADS_1


Papa Gerardo menjalankan kursi rodanya mendekati tubuh Alberto.


"Bagaimana supaya kamu bisa bangun nak? Istri kamu Yui san selalu datang untuk memanggil kamu , kenapa kamu belum bangun juga. Papa dan mama bahkan kakak kamu Alexandria juga selalu datang memanggil kamu , tapi kamu juga tetap gak bangun. Apa harus papa bawa wanita itu kepada kamu , baru kamu bisa bangun?" , ucap papa Gerardo.


Tiba-tiba dari mata Alberto keluar air mata.


"Apa kamu menginginkan wanita itu datang kesini melihat kamu nak? Tapi papa gak mungkin membawa dia kesini" , ucap papa Gerardo yang baru melihat anaknya meneteskan air mata setelah sebulan dalam masa koma.


Gerardo langsung terdiam melihat reaksi anaknya.


Saat itu mulai banyak pikiran yang berkecamuk di kepala papa Gerardo.


Akhirnya papa Gerardo memilih untuk keluar dari ruangan ICU dan menemui dokter Peter di ruangan pengobatan yang biasanya.


"Dokter Peter , tadi ketika saya mengobrol dengan anak saya , tiba-tiba keluar air mata dari matanya. Apakah itu pertanda ada reaksi dari dirinya?" , tanya papa Gerardo.


"Kalau boleh tau tuan mengatakan apa?" , tanya dokter Peter.


"Saya sempat menyebutkan kekasih dia yang dulu , kekasih yang sangat dicintainya sebelum menikah dengan Yui san" , ucap papa Gerardo.


"Apakah bisa tuan mencari wanita itu dan membawanya kesini?" , tanya dokter Peter.


"Buat apa?" , tanya tuan Gerardo.


"Siapa tau Alberto menunggu sedang menunggu orang itu" , ucap dokter Peter.


"Kalau saya membawa wanita itu kesini , apakah anak saya bisa sembuh?" , tanya Gerardo.


"Saya juga gak bisa menjanjikan hal itu. Bisa jadi setelah kekasihnya itu datang dia bisa memberikan respon yang baik atau sebaliknya" , ucap dokter Peter.


"Maksudnya sebaliknya , apakah seperti dia mau melihat untuk terakhir kalinya?" , ucap tuan Gerardo.


"Iya bisa jadi seperti itu atau ada sesuatu yang ingin disampaikannya" , ucap dokter Peter.


"Baiklah , saya akan memikirkannya terlebih dahulu" , ucap tuan Gerardo.


"Baiklah , kalau gitu kita mulai saja pengobatannya tuan" , ucap dokter Peter yang akan melakukan pengobatan untuk kanker hati yang dimiliki oleh tuan Gerardo.

__ADS_1


Tuan Gerardo pun menganggukkan kepalanya dan menjalani pengobatan yang sudah rutin dilakukannya sejak dia sakit.


__ADS_2