
Dela sangat kesal melihat Mahesa, karna menuruti kemauan putri,dia sudah tau akan ada permintaan selanjutnya yang akan dimintanya lagi kepada mereka.Dia mengabaikan semua ucapan putri dia tau sifat putri yang terlalu pandai bermuka dua.
"Sayang habiskan susunya,hari ini kata nenek kita sudah bisa belanja semua perlengkapan baby,nanti aku akan usahakan cepat kembali dari kantor agar bisa menemani kalian.Aku akan menjadi suami siaga sayang."Ucap Mahesa lalu mencium kening istrinya.Dela hannya diam,tiba-tiba saja moodnya buruk karna adanya putri dihadapan mereka.
"Aku bisa ikut nga bang?" Tanya putri Tampa tau malu,membuat Dela semakin kesal saja.Mahesa tidak menjawab pertanyaan putri karna dia sudah melihat perobahan wajah istrinya itu.
"Kamu jangan semakin ngelunjak putri,kamu harus sadar diri kamu siapa dirumah ini."Ucap Dela,dia meninggikan nada suaranya membuat para pelayan menoleh ke arah mereka.
"Maafkan aku kak,aku tidak mengulanginya lagi."Ucap Putri dia sengaja memasang wajah sedih dan pura-pura meneteskan air mata mencari simpati dari Mahesa.Melihat istrinya yang sudah emosi Mahesa mengabaikan putri lalu membawa Dela kedalam kamar.
"Sayang,maafkan aku bukan maksudku marah tadi tapi kamu harus tau sayang aku dan dia bukan saudara kandung,dia sebenarnya adik sepupuku,kedua orang tuanya merawat ku dari kecil hingga aku menganggap mereka sebagai orang tua kandung.Mereka sudah memasukkan aku ke kartu keluarga mereka dari kecil."Ucap Dela,dia akhirnya menceritakan semuanya karna dia takut suatu saat putri bertingkah dia akan kena getahnya.
Mahesa memeluk Dela dengan mesra,dia bersyukur akhirnya dia mau jujur kepadanya tentang keluarganya walaupun sebenarnya selama ini dia tidak terlalu peduli dengan masa lalu atau keluarga istrinya yang dia tau Dela wanita yang sangat baik dan sederhana.
"Terima kasih sayang,Karna kamu sudah jujur maaf aku tidak tau dan maafkan aku jika membawanya kesini akan melukai hatimu aku hannya berpikir dia orang baik seperti mu dan akan mau merawat mu nantinya."Ucap Mahesa sambil mengelus rambutnya dengan mesra.
*****
__ADS_1
Grace memasuki ruangan tempat papanya di rawat,dia terlihat semakin kurus Karna terlalu banyak beban pikiran,dia tidak pernah menyangka pernikahannya akan membawa petaka bagi keluarganya,terkadang dia sangat menyesali segalanya tapi ibunya selalu memaksa untuk mempertahankan rumah tangga yang sudah di ujung tanduk.
"Pa,aku membawa papa bubur,silahkan dimakan biar bisa minum obat."Ucap Grace,hannya dia yang selalu sabar menunggu dan menjenguk ayahnya,sementara ibunya yang ada sikap egoisnya hannya bisa menanyakan kabar kepadanya.Tapi sejauh ini bima sudah mulai banyak perobahan,bahkan berbicara pun dia sudah lumayan lancar.
"Mamamu dimana,dan suami mu Mahesa apa tidak pernah menghubungimu selama ini?" Tanya." Grace semakin menunduk dia tidak tau harus menjawab apa kepada papanya.
"Pria itu.....Jika aku tua dia seperti itu papa tidak akan memberikan semua tanah kita kepadanya."Ucap Bima,matanya terlihat berkaca-kaca.
Grace menghela napas panjang,dia tidak tau harus menyalahkan siapa yang jelas dia sangat sakit hati kepada keluarga suaminya yang tidak punya hati sedikit pun menurutnya.Bahkan ayahnya sakit saja mereka tidak datang menjenguk padahal sebelumnya Grace sudah mengabarinya kepada Mahesa dan juga mertuanya.
"Pa,apa aku harus bertahan di hubungan yang sudah tidak sehat ini?" Tanya Grace dia sudah menanyakan ini juga kepada mamanya tapi mamanya memaksanya untuk bertahan.
"Tidak perlu tunggu papa sehat kita akan menemui mereka dan kita tuntut keluarga kaya itu,mereka sepertinya menganggap kita remeh karna mereka kaya.Kamu tidak perlu merendahkan dirimu di hadapan pria jika dia tidak mencintaimu dan juga tidak menghargai mu."Ucap sang papa.Grace merasa lega karna akhirnya dia mendengar dukungan dari sang papa.Sangat jauh berbeda dengan mamanya yang sellau memaksanya untuk mempertahankan pernikahan yang sudah tidak sehat lagi.
Dela terlihat mempersiapkan diri,sang nenek mengajaknya untuk belanja keperluan sang baby,Mahesa sudah menghubunginya beberapa kali hingga dia bersiap-siap agar nantinya sungainya tidak menunggunya lagi.Sementara itu putri yang tidak punya rasa malu sedikit pun ikut-ikutan bersiap-siap dengan penuh percaya diri dia menemui dela dan neneknya di depan rumah mereka.
"Nenek,Kaka,Abang belum sampai ya?" Tanya putri membuat Dela sangat malu dan juga segan di hadapan sang nenek,padahal sang nenek masih baru-baru ini menerimanya di rumah mewah tapi putri sudah belagu sok dekat dengan mereka.Dela menatap reaksi sang nenek tapi wanita itu sama sekali mengabaikan putri yang pecicilan dan banyak tingkah.Dela semakin malu,ingin rasanya dia menegur putri tapi dia merasa sangat segan kepada neneknya,akhirnya dia memilih diam dan mengabaikan putri.
__ADS_1
"Kak,aku pegangin tas Kaka,nanti Abang bisa marah samaku jika tidak menjaga Kaka dengan baik."Ucap Putri lalu menarik tas Dela dari tangannya dengan sedikit kasar membuat Dela membelalakkan matanya.
"Dasar wanita belagu,syukur saja kamu nikah sama orang kaya, makanya aku menghormatimu kalau tidak sudah aku tempeleng wajahmu yang sok imut itu menjijikkan."Suara hati putri.Tidak lama Mahesa datang dia sengaja tidak memakai jasa supir agar mereka semakin nyaman.
Saat mereka sudah sampai di toko pakaian bayi yang super mewah Dela begitu antusias memilih-milih pakaian,dia terlihat sangat senang saat melihat barang-barang bayi yang cukup imut.Mahesa yang melihat kebahagian di wajah istrinya merasa bahagia.
"Ternyata membawanya belanja hari keputusan yang cukup tepat,lihatlah wajahnya begitu ceria."Suara hati Mahesa saat melihat Dela mengambil sepasang sepatu bayi yang cukup imut.
"Sayang lihat ini,bukan kah ini sangat cantik?"tanya Dela kepada Mahesa sambil menunjukkan sepatu dan tas yang berukuran sangat mini.
"Ambil sayang,semua yang menurutmu cantik silahkan ambil."Ucap Mahesa sambil mengelus rambut istrinya,putri yang berdiri dari tadi cukup muak melihat Dela,dia sangat iri dengan kehidupan Dela yang sekarang.
"Semoga aku bisa mendapat suami sebaik dan setampan Mahesa,dan juga konglomerat hebat."Suara hati putri.Dia sebenarnya ingin menuntut ponsel yang di janjikan Mahesa tapi berhubung sang nenek tua terus mengawasinya dia merasa takut.
Mereka menghabiskan waktu hampir tiga jam untuk membeli semua perlengkapan baby bahkan box nya saja sudah dibeli oleh mereka.Putri sangat kaget saat melihat jumlah uang yang harus dibayar Mahesa hampir mencapai ratusan juta.
****bersambung****
__ADS_1