
Kevin yang sudah selesai sarapan pagi itu bersama istri dan mertuanya , mulai berpamitan untuk pergi ke perusahaan miliknya.
"Sayang aku pergi kerja dulu ya" , ucap Kevin sambil mengecup kening istri dan anaknya.
"Iya suamiku sayang , hati-hati di jalan" , jawab Julie.
Kevin pun menganggukkan kepalanya.
"Aku pergi dulu ya pa...ma..." , pamit Kevin.
"Iya nak" , jawab papa Sebastian dan mama Shinta.
Kevin berjalan keluar menuju ke rumahnya , karena dia mau mengambil kunci mobilnya yang ada dirumah.
"Nak , kamu mau ke kantor" , kata papa Chandra yang melihat anaknya masuk ke dalam rumah.
"Iya pa" , jawab Kevin.
"Kita pergi ke kantor bersama ya" , ucap papa Chandra.
"Iya pa" , jawab Kevin.
Kevin menjalankan mobilnya dan keluar dari rumah.
"Nak kata mama , Julie gak mau ya mengadakan resepsi pernikahan kalian , padahal mama sudah sangat menantikan acara pernikahan kamu ini" , ucap papa Chandra.
"Kalau mama masih gak mau mengakui anak aku dan Julie , bagaimana kami mau mengadakan acara pernikahan ini pa , aku gak mau saat kami menikah anak kami gak ada bersama kami pada saat itu" , ucap Kevin sambil fokus melihat ke jalan.
"Iya nak , papa juga sudah mengatakan kepada mama untuk menerima anak kalian yang sekarang , tapi papa juga gak tau mama akan mau atau gak , tadi pagi ketika papa mau turun sarapan , mama seperti masih memikirkan sesuatu".
"Berarti papa sudah mau menerima anak aku?"
"Papa bisa menerima anak kamu , tapi tetap untuk menjalankan perusahaan itu harus jatuh kepada anak kandung kamu" , ucap papa Chandra.
"Iya pa , yang penting papa sudah mau menerima anak aku , aku juga sudah sangat senang pa" , jawab Kevin sambil tersenyum.
"Iya nak , semoga mama juga bisa menerimanya".
Kevin pun menganggukkan kepalanya.
********
Dirumah Julie....
"Ma , nanti kita keluar yuk , aku mau beli bak mandi buat Christian" , ucap Julie.
"Boleh nak , kalau kamu mau siap-siap , Christian biar sama mama dulu".
"Iya ma , tapi nanti saja , masih terlalu pagi juga" , jawab Julie.
"Iya , berarti nanti kita makan siang diluar saja ya" , ucap mama Shinta.
"Iya ma , kak Bella 2 bulan lagi akan melahirkan kan ma" , ucap Julie.
"Iya nak , apa kalian akan pulang saat Bella melahirkan nanti?"
"Belum tau ma , kan aku sudah masuk kerja , tergantung kerjaan aku banyak atau gak , paling kalau Kevin ke Jakarta baru bisa lihat anaknya kak Bella" , jawab Julie.
Mama Shinta pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
.
.
Mama Farah yang masih duduk sendiri di kamarnya , terus memikirkan perkataan suaminya.
Kalau dia mau menerima anak yang sekarang menjadi cucunya dia pun masih sangat berat hati.
Tapi dia juga sangat menginginkan mengadakan acara pernikahan yang meriah untuk anak satu-satunya itu.
Semua perasaan itu bercampur aduk didalam dirinya.
Pikirannya pun semakin banyak yang datang dan pergi pada saat itu.
Sempat dia berpikir kalau saja dulu ketika Kevin ingin menikahi Julie , dia tidak menyetujuinya , maka dia pun gak akan pusing seperti sekarang.
Tapi apa yang akan terjadi kalau dia tidak menyetujuinya?
Semua pertanyaan-pertanyaan seperti itu terus masuk ke dalam pikirannya.
"Apa jadinya kalau teman-teman aku mengetahui anak aku satu-satunya sudah menikah , tapi aku tidak merayakannya dengan meriah? Aku pasti akan dikata-katakan juga dengan mereka nanti" , gumam mama Farah.
Setelah beberapa waktu mama Farah berkecamuk dengan pikirannya , mama Farah memutuskan untuk mandi dan membersihkan dirinya.
********
Di Singapura....
Alexandria yang sangat sibuk belakangan ini dengan kerjaannya membuat dia sangat kelelahan.
Belum mengurus papa nya yang belakangan ini keluar masuk rumah sakit , belum lagi ada masalah yang terjadi di cafe miliknya sendiri , membuat Alexandria menjadi stress dan kelelahan.
Karyawannya yang melihat kondisi bos nya saat itu sangat panik dan langsung menghubungi ambulance dan Leonardo.
Ketika tubuh Alexandria mau dimasukkan ke mobil ambulance , Leonardo pas sampai disana.
"Ada apa ini sayang?" , ucap Leonardo kepada istrinya.
"Istri bapak pendarahan pak" , jawab salah satu perawat.
"Apa!!!" ucap Leonardo yang terkejut.
"Iya pak , makanya kita harus segera ke rumah sakit" , ucap perawat tersebut.
"Baiklah" , jawab Leonardo sambil berlari ke mobilnya dan mengikuti ambulance sampai di rumah sakit.
Alexandria yang sudah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa oleh dokter Catherine.
"Kita harus mengeluarkan anaknya sekarang tuan , untuk menyelamatkan nyawa ibu dan anaknya" , ucap dokter Catherine kepada Leonardo yang sudah berdiri di samping ranjang istrinya.
"Baiklah dokter , tolong selamatkan anak dan istri saya ya dokter" , ucap Leonardo.
"Iya tuan" , jawab dokter Catherine yang langsung menyiapkan untuk operasi setelah Leonardo menandatangani surat persetujuan yang diberikan olehnya.
Suster langsung membawa ranjang Alexandria menuju ke ruangan operasi.
Leonardo menunggu di depan ruangan operasi , sambil mengabari orang tuanya dan mertuanya.
Orang tua Leonardo yang masih berada di luar negeri , langsung terkejut mendengarkan berita yang diberi tahukan oleh anaknya , tapi seperti biasa orang tuanya yang sangat sibuk disana , tidak bisa langsung pulang ke Singapura dalam waktu dekat.
__ADS_1
Orang tua Leonardo hanya bisa mendoakan supaya cucu dan menantunya dalam keadaan baik-baik saja.
Begitu Leonardo memberitahukan kepada mertuanya...
"Halo ma"
"Halo nak , ada apa?" , tanya mama Isabella.
"Alexandria pendarahan ma dan anaknya harus dikeluarkan hari ini juga , sekarang Alexandria sedang dalam ruangan operasi ma" , ucap Leonardo.
"Apa!!! Kandungannya kan masih 7 bulan , kenapa bisa pendarahan?"' , ucap mama Isabella.
"Aku juga gak tau ma , tadi kejadiannya ketika dia sedang cafe" , jawab Leonardo.
"Baiklah nak , kalau gitu mama ke rumah sakit sekarang" , ucap mama Isabella sambil memutuskan panggilan telponnya.
"Apa yang terjadi dengan Alexandria ma?" tanya papa Gerardo yang juga mendengarnya.
"Alexandria mengalami pendarahan pa dan sekarang sedang dioperasi untuk mengeluarkan anaknya" , jawab mama Isabella.
"Kenapa bisa begitu ma , bukankah selama ini mereka selalu menjaga kandungannya dengan sangat baik".
"Mama juga gak tau pa , mama mau ke rumah sakit dulu , papa di rumah saja ya istirahat".
"Gak ma , papa gak bisa tenang kalau dirumah saja , papa mau ikut juga ke rumah sakit" , ucap papa Gerardo yang kelihatan memaksa untuk ikut.
"Baiklah pa" , jawab mama Isabella.
Mama Isabella membantu suaminya turun tangga sampai ke bawah dengan pelan , sampai di bawah papa Gerardo langsung duduk di kursi roda yang sudah disediakan disana.
Sejak papa Gerardo sakit waktu itu , sekarang papa Gerardo sudah tidak bisa lagi untuk berjalan dalam waktu yang lama , itu makanya dia sudah menggunakan kursi roda untuk setiap aktivitasnya.
.
.
Selama dalam perjalanan menuju ke rumah sakit , mama Isabella langsung menghubungi Alberto untuk memberitahukan kabar Alexandria.
Alberto yang sedang berada di dalam ruangan kerjanya , langsung terkejut begitu mendapatkan kabar dari mamanya.
"Baik ma , aku ke rumah sakit sekarang bersama dengan Yui san" , jawab Alberto.
"Iya nak , tapi kamu hati-hati ya , jangan buru-buru , Yui san juga usia kehamilannya baru mau masuk 3 bulan" , ucap mama Isabella.
"Iya ma , aku pasti akan hati-hati" , jawab Alberto sambil memutuskan sambungan telponnya.
Alberto langsung menutup laptopnya dan mengambil tas kerjanya , berjalan keluar dari ruangannya menuju ke ruangan kerja Yui san.
"Sayang , kak Alexandria masuk rumah sakit karena pendarahan" , ucap Alberto setelah membuka pintu ruangan kerja istrinya.
"Apa!!!" ucap Yui san yang terkejut mendengarkan berita dari suaminya.
"Iya sayang , ayo kita ke rumah sakit sekarang" , ucap Alberto.
"Iya suamiku" , ucap Yui san sambil mematikan laptopnya dan mengambil tasnya.
Alberto berjalan sambil bergandengan tangan dengan Yui san sampai ke mobilnya.
Setelah masuk di dalam mobil , Alberto menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kerumah sakit.
__ADS_1