
Setelah nenek meninggalkan rumah sakit,Mahesa dan istrinya bersiap-siap untuk meninggalkan rumah sakit.Mahesa segera melunasi semua biaya rumah sakit selama mereka di sana.Bara terlihat sibuk menyusun semua barang-barang dan memasukkannya kedalam mobil.
"Sayang biar aku yang membawa baby,."Ucap Mahesa dia mengambil baby dari gendongan istrinya walupun dia sangat canggung dia berusaha keras agar sang bayi tidak terbangun dari tidurnya.
Bara yang membawa mobil tersenyum tipis melihat tuannya yang sangat canggung,
"Tuan seharusnya sebelum nona Dela melahirkan tuan sudah harus belajar menggendong bayi biar tidak canggung begitu."Ucap bara,dia merasa lucu melihat bosnya pertama kali menjadi papa muda yang tampan.
"Nanti juga terbiasa,bara kamu harus mencari baby sitter untuk membantu nona menjaga bayi dirumah,karna takutnya dia tidak mampu sendirian cari yang benar-benar telaten dan terpercaya."Ucap Mahesa,dia menciumi bayinya yang menurutnya sangat menggemaskan.
"Mas, aku nga butuh baby sitter biarkan aku yang menjaganya aku akan menjadi wanita yang benar-benar bahagia,aku tidak ingin anakku di urus orang lain."Ucap Dela.
"Sayang takutnya kamu tidak mampu,mengurus bayi itu tidak gampang lo."Jawab Mahesa,dia takut jika istrinya kelelahan apalagi dia operasi.
__ADS_1
"Pokonya aku sendiri saja mas,aku tidak percaya sama siapa pun,pengurus rumah tangga aja cari kalau baby sitter nga usah."Jawab Dela tetap pada pendiriannya.
Mahesa akhirnya menyetujui keinginan istrinya,tidak lama akhirnya mereka sampai dirumah yang cukup mewah,rumah itu sudah dijaga beberapa pria berbadan besar dan berpakaian serba hitam,Dela yang melihat itu merasa ngeri karna sebelumnya dia tidak pernah dijaga oleh orang lain.
"Ayo turun sayang ini rumah baru kita."Ucap Mahesa,Dela keluar dari mobil dan para bodyguard itu sudah berbaris menyambut kedatangan mereka.
"Selamat datang tuan nyonya di rumah ini."Ucap mereka serempak membuat Dela benar-benar ngeri.Mereka masuk kedalam rumah dan tiga orang pelayan sudah menyambut mereka,jujur saja Dela benar-benar bahagia karna akhirnya dia akan tinggal di istana mereka dengan suami dan anaknya,dia berharap semoga saja keluarga suaminya tidak menggangu mereka kedepannya.
"Sayang apa nga salah penjaga rumah sebanyak itu,kok aku jadi merinding iya,rasanya aku nga bebas jika kemana-mana harus di jaga para bodyguard apalagi wajahnya yang seram membuatku semakin merinding."Ucap Dela,saat mereka sudah duduk di sopa dan bayi sudah diletakkan di box.
*****
Sementara itu sang nenek mengamuk dirumah besarnya karna akhirnya dia tau jika cucunya sudah keluar dari rumah sakit,dan mereka menuju rumah yang sudah di beli oleh Mahesa dan dia semakin marah saat dia tau rumahnya dilakukan penjagaan ketat.
__ADS_1
"Dasar Mahesa,cucu durhaka bisa-bisanya dia melakukan hal bodoh seperti ini,apa dia pikir dia sudah mampu mengajakku berperang,apa dia sudah merasa sok hebat."Ucap sang nenek dengan wajah mengerikan pria suruhannya menunduk dia juga terkadang merasa ngeri dengan wanita ini tapi karna gajinya sangat banyak sementara pekerjaannya sangat ringan akhirnya dia mengikuti semua keinginan wanita itu.
"Biarkan saja dulu,sekarang kamu pulang dan jangan lupa pantau terus mereka,kita harus lebih pintar dari mereka,terlalu cepat Mahesa membaca semua rencana akhirnya rencana ku berantakan."Ucap sang nenek,dengan raut wajah cukup mengerikan,mungkin siapa pun yang melihat wajah wanita itu akan merasa takut.
*****
Putri keluar dari sebuah mall bersama ayahnya setelah mereka menjual kalung berlian milik Dela,mereka benar-benar menikmati hidup setiap hari mereka makan di restoran,shoping dan juga jalan-jalan.Ayahnha yang biasa hannya memakai baju gembel hari ini dia memakai baju bermerek dan juga kaca mata hitam.
Putri menjual kalung berlian itu seharga lima ratus juta,padahal mereka tidak tau jika kalung itu adalah barang langka dan jika di jual ketempat aslinya maka kalung itu bernilai miliaran,tapi karna kebodohannya pemilik toko menipu mereka dengan harga yang sangat murah.
"Ayah jika dela tau kita jual kalung berliannya kita bisa masuk penjara."Ucap putri,dia sebenarnya khawatir saat dia tau harga berlian itu semahal itu,tapi karna godaan ayah dan juga mama tirinya akhirnya mereka menjual berlian itu dan menikmati uangnya,setiap hari mereka terus foya-foya.
"Biar saja,untuk apa takut bukan kah suaminya seorang pemilik perusahan,mereka masih bisa membeli berlian lebih bagus dari itu."Ucap ayah ya sambil menikmati minuman yang ada di mejanya.
__ADS_1
**** bersambung ****