Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 67 ~ Penghianat ~


__ADS_3

Semua suruhan wanita tua itu hannya bisa diam saat mendengar berbagai cacian dari wanita tua itu,mereka juga sudah sangat lelah mencari Mahesa dan wanita itu tapi hasilnya tidak membuahkan hasil.


"Hiks....Hiks....Cucuku makan apa diluar sana,semua sudah ku blokir tapi sampai hari ini dia belum juga pulang." Ucap sang nenek sambil menagis dia benar-benar merasa sangat sedih kehilangan cucu kesayangannya itu,bahkan dia begitu ketakutan jika cucunya tidak makan diluar sana.


"Sekarang kalian pergi,cari dia kalau bisa umumkan ke semua masyarakat akan mendapat imbalan lima puluh juta jika siapa pun yang bisa menemukan cucuku,lampirkan nomorku di kertas pengumuman itu."Ucap sang nenek,dia sudah sangat khawatir jika sesuatu terjadi kepada cucunya.Dia benar-benar mencintai Mahesa melebihi apa pun,tapi dia begitu tidak rela saat cucunya mencintai wanita dari kalangan biasa.


*****


Nadia baru saja keluar dari rumah bordir menuju kontrakan kecilnya,semenjak Mahesa mendeportasinya dari kota metropolitan kini dia hidup di kota kelahirannya.Dia menjalani hari-harinya sebagai PSK.Tetapi disini dia begitu pusing menjalaninya di mana penghasilannya tidak sebesar di kota metropolitan,apalagi bayaran di tempatnya yang sekarang begitu prihatin.


"Apes banget nasibku berurusan dengan pria kaya itu,rasanya hidupku akan susah berkembang jika hannya mendapat bayaran murah setiap hari,apa aku kembali kekota saja,tidak akan mungkin pria kaya itu tau jika aku sudah kembali kesana,dan aku tidak akan mau lagi berurusan dengan Dela." Ucap Nadia,sudah lumayan lama dia di kota kelahirannya dia belum juga mendapat hasil yang memadai,belum lagi dia harus melakukannya dengan sembunyi-sembunyi karna dia begitu takut jika ada orang kampungnya yang kebetulan melihatnya di rumah bordir.Walaupun dia di kota kelahirannya rumah dan tempatnya bekerja sekarang lumayan jauh jaraknya.


Iseng-iseng Nadia menghidupkan televisinya lalu tampa sengaja dia melihat wajah pria yang sangat di kenali nya itu di televisi.

__ADS_1


"Pria itu....Bukankah itu kekasihnya Dela,apa Mereka kabur, beruntungnya Dela mendapat pria sehebat itu,bahkan dia bersedia meninggalkan segalanya demi Dela,tapi Dela pasti sedang tidak baik-baik saja kemana mereka pergi apa mungkin Dela membawanya ke kampung ini,sepertinya aku harus mencarinya mana tau dia kembali ke desa ini dan membawa pria kaya itu, lumayan kan 50 juta." Ucap Nadia lalu dia bergegas keluar dari kontrakannya dan menaiki angkot tujuan desanya.


Sesampainya di kampung halamannya Nadia langsung bergegas mencari Dela ke rumahnya dulu tapi dia begitu kecewa karna ternyata rumah itu sudah dijual.Akhirnya dia hannya melakukan pekerjaan yang sia-sia karna ternyata dia tidak menemukan orang yang dia cari.


"Kemana ya Dela membawanya,kalau dia tidak ada di kota J sudah pasti mereka kembali ke desa ini,jika mereka masih di kota tidak mungkin orang-orang suruhan keluarga pria itu tidak menemukannya.Kemana ya mereka?" Ucap Nadia lalu dia kembali meninggalkan desanya,dia tidak ingin ada orang yang mengenalinya karna yang keluarganya tau dia bekerja di kota.


Nadia kembali ke kontrakan ya denah wajah yang begitu lelah,dia menghabiskan uang dan waktunya untuk mengerjakan sesuatu yang sia-sia.


"Seandainya aku menemukannya aku akan langsung memberitahukannya aku masih sangat dendam kepada Dela,entah nasib apa yang dimiliki wanita itu hingga mendapat pria-pria kaya." Dia membuka kontrakannya lalu masuk kedalam dan mulai istirahat karna malam dia akan kembali bekerja.


"Kenapa mesti dicuci pakainya sayang,kan besok aku punya waktu untuk nyuci,maafin aku karna sudah membuatmu susah.Apa nga sebaiknya kamu kembali ke keluargamu." Ucap Dela dia benar-benar tidak tega melihat suaminya yang hidup menderita,mungkin dari lahir hidupnya sudah sangat kaya tapi sekarang dia malah menjadi kuli,dan dia juga tidak pernah mengeluh,bahkan dia tidak gengsi untuk membantunya mencuci pakaian dan membereskan rumah kontrakan mereka.


"Aku tidak akan pernah kembali ke rumah itu jika mereka tidak menerimamu,hidupku lebih baik miskin seperti ini yang penting kita tetap bersama,uang bisa dicari." Ucap Mahesa sambil mengelus-elus rambut istrinya,dela begitu terharu dia memeluk erat tubuh suaminya.

__ADS_1


Malam harinya sekitar jam tujuh malam,mereka keluar untuk makan malam,mereka berjalan sambil berpegangan tangan,Mahesa tidak melepaskan sedikit pun Dela dari pegangan.Dan dari kejauhan Nadia melihat mereka dia berlari mendekati mereka,kali ini dia ingin memastikan penglihatannya benar atau tidak itu Dela orang yang sedang dicari-cari.


"Bukankah itu Dela,aku yakin pria itu pasti Mahesa,walaupun dia pakai masker,aku bisa mengenali pria itu,asik...Aku harus mengikuti kalian persetan dengan pekerjaan hari ini yang penting limbah puluh juta sudah di tangan." Ucap Nadia,sambil bersembunyi di balik pohon yang ada di samping lesehan itu.


Mahesa menikmati makanannya,walaupun sebenarnya dia tidak terlalu menyukainya,tetapi dia tidak ingin melihat istrinya kecewa.Semenjak dia hidup bersama Dela menjadi orang biasa dia selalu berusaha untuk menyesuaikan diri bahkan dia tidak pernah mengeluh di hadapan dela,karna dia tidak ingin istrinya merasa terbebani.


"Sayang enak tidak ayamnya?"


"Enak,aku suka." Jawab Mahesa,dia selalu menutupi rasa tidak sukanya di hadapan istrinya,walaupun semenjak dia bersama dela berat badannya turun beberapa kilo karna dia sudah jarang menikmati makanan enak.Setelah mereka selesai makan,Dela lalu membayar makanannya dan mereka kembali ke kontrakan mereka.


Nadia pelan-pelan mengikuti mereka,dia ingin tau bagaimana hidup mereka setelah pria itu meninggalkan keluarganya yang kaya.


"Hahaha...Ternyata mereka tinggal ditempat kumuh seperti ini,kamu cukup hebat tuan kaya raya tapi aku tidak menyangka cintamu sebesar itu untuk sahabatku Dela tapi kebahagiaan kalian tidak akan lama lagi karna aku sangat menginginkan uang yang di janjikan oleh nenekmu " Ucap Nadia,setelah dia mengetahui alamat Dela dia langsung pergi meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Dia langsung kembali ke kontrakannya dan menghidupkan kembali televisi dan mengambil nomor wanita tua itu,Mahesa sampai malam ini masih tranding di televisi dan dan juga internet,karna sang nenek sudah membayar mahal beberapa televisi swasta.Dan mereka juga sudah membuat laporan ke polisi atas kehilangan cucunya.


****bersambung****


__ADS_2