Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 28 ~ Mantan tunangan ~


__ADS_3

Zevana tidak terima diperlakukan secara tidak hormat oleh Mahesa,dia lalu berlari ke parkiran dan menyetir mobilnya menuju rumah Mahesa.


"Hidupku akan hancur jika Mahesa benar-benar meninggalkan aku,sialan untung kamu pria kaya kalau tidak aku tidak Sudi mengejar mu." Ucap Zevana.Dia terus menyetir mobilnya dari tadi panggilan dari bank sudah terus mengejarnya hari ini dia belum melunasi tagihan bank nya,hal itu membuat Zevana semakin kesal.


Setelah sampai di rumah Mahesa wanita itu langsung masuk Tampa permisi memasuki kamar rumah itu adalah hal yang biasa bagi Zevana.Setelah memasuki ruangan Zevana langsung duduk dikursi rasa kesal dihatinya semakin meninggi saat dia tidak melihat mobil mantan tunangannya di rumah.


"Hei..!!! kamu ambilkan aku air es,cepat tidak pake lama,kamu pembantu baru dirumah ini?" Tanya Zevana,putri hannya menganggu lalu dia berjalan ke dapur untuk mengambil air yang diminta wanita itu.


"Siapa sih wanita itu Neta,baru kali ini aku melihatnya datang berkunjung ke rumah ini?" Tanya putri,kepada temannya sesama pelayan.


"Oohh...Wanita itu,dia ruangannya tuan Mahesa,kamu jangan heran tuan Mahesa pria yang sangat menyukai pergaulan bebas,bahkan dia sering gonta-ganti pasangan,tapi hanya wanita itu yang sampai ke tunangan dia seorang super model." Ucap Neta,lalu dia meninggalkan putri yang masih menyiapkan minuman yang diminta oleh wanita itu.


"Kok lama amat sih?" Ucap Zevana dia benar-benar gelisah menunggu Mahesa di ruangan itu,dia tidak tau harus menunggu atau pulang,jika ingin pulang dia takut di apartemennya para depkolektor sudah menunggunya.


"Mahesa belum pulang juga,ini sudah sore kok dia belum pulang biasanya dia pulang jam berapa dari kantor?" Tanya Zevana,putri tersenyum mendengar pertanyaan wanita itu,dia merasa heran seorang tunangan tapi tidak tau jam pulang kerjanya."


"Tidak tau nona." Ucap Putri,dia sedikit bersikap sopan kepada wanita itu karna dia belum tau sedekat apa hubungan kedua pasangan itu,dia tidak ingin dipecat Mahesa Karna berlaku tidak sopan kepada tunangannya.


Sementara itu Bobby berulang-ulang menghubungi nomor Dela bahkan beberapa hari ini dia selalu bolak-balik ke proyek tempat dimana dulu dia bekerja,dia terus menanyakan wanita yang menampung dela.


"Aku benar-benar nga tau kemana dela,hari itu dia di jemput paksa oleh orang yang mengaku saudaranya,dari situ dela nga ada kabar sampai hari ini " ucap wanita itu,Bobby sangat ketakutan dia takut sesuatu terjadi kepada wanita itu.

__ADS_1


Bobby memasuki mobilnya tetapi dia belum beranjak dari tempat itu berharap pemilik proyek ini datang berkunjung ke tempat itu.


Saat Arfan lewat dari sampingnya tiba-tiba Bobby memanggil pria itu dia ingin menanyakan alamat kantor milik Mahesa karna dia akan menemui pria itu dan menanyakan tentang Dela kepada pria itu.


Setelah mendapat alamatnya Bobby lalu kembali masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan lokasi proyek karna hari juga sudah sore.


*****


Sementara keluarga dela dikampung berniat akan pindah ke kota karna mereka tidak bisa lagi melanjutkan hidup di desanya karna mereka memiliki utang yang sangat banyak.


"Dela memang keterlaluan,dia bekerja di kota tapi sedikitpun dia tidak memikirkan kita." Ucap Putri adiknya,akhirnya wanita itu putus sekolah karna orang tuanya tidak bisa membayar semua biaya yang sudah menunggak.Saat Nadia memberikan uang kepada mereka satu Minggu yang lalu uang itu langsung habis untuk berfoya-foya.


"Sudah lah lebih baik kita berangkat malam ini karna jika kita berangkat besok maka kita tidak akan dibiarkan orang satu kampung saking banyaknya utang kita."Ucap sang ayah.


"Sarjana ndasmu,makan aja susah boro-boro sarjana." Ucap pria itu membuat putri semakin kesal.


Setelah menyiapkan semua barang bawaan mereka,keluarga itu siap-siap untuk lari malam,mereka tidak punya pilihan lain selain kabur dari desa itu,karna mereka sudah sangat malu disindir terus di desa itu.


******


Bobby memakai seragamnya lalu bersiap hendak pergi ke kantor besar Mahesa dia ingin menanyakan tentang Dela kepada pria itu,dia yakin kalau pria itu tau tentang keberadaan wanita itu.

__ADS_1


Saat Bobby memasuki ruangan Mahesa beberapa mata memandang kagum ke arah pria itu,mereka sedikit bertanya-tanya kenapa pria seperti Bobby memasuki perusahan dimana mereka kerja.


"Tok...tok....Masuk" Mahesa lalu mengehentikan kegiatannya dan melihat siapa tamunya pagi ini.Dia begitu kaget saat melihat Bobby sudah memasuki ruangannya.


"Ada perlu apa anda datang ke perusahan saya,ke datangan mu memakai seragam itu bisa menimbulkan gosip miring tentang perusahan ini " Ucap Mahesa,dia langsung blak-blakan berbicara di hadapan Bobby karna memang dia tidak menyukai pria itu.Dia selalu berpikir kalau dela sangat mencintai pria itu.


"Maaf jika itu menganggu aktifitas kantormu,aku datang kesini ingin menanyakan tentang Dela,sudah beberapa hari wanita itu tidak terlihat bahkan ponselnya juga tidak aktif apa kamu tau dimana dia?" Tanya Bobby dan alhasil Mahesa semakin kesal kepada pria yang ada di hadapannya.


"Tidak...Wanita itu tidak ada urusannya denganku,untuk apa aku harus tau tentang dia?" Ucap Mahesa kesal.


"Baiklah aku akan melaporkan orang yang hilang."Ucap Bobby.Mahesa sama sekali tidak peduli dengan ucapan pria itu,baginya itu hannya ancaman murahan.


Saat Bobby pergi meninggalkan ruangannya Mahesa bergegas ingin menemui wanita itu,dia langsung pergi meninggalkan kantor,Doni sebagai asisten merasa semakin aneh dengan tingkah bosnya karna beberapa hari ini dia sepertinya sibuk sendiri.


"Kenapa lagi pria itu,makanya jangan banyak-banyak simpanan Uda ada Zevana tunangannya,tapi malah membuat janji dengan Grace wanita gatal itu."Ucap Doni,dia cukup puas melihat Mahesa setiap hari pusing memikirkan kedua wanita yang mengejar-ngejarnya.


Setelah dia sampai dikamar hotel dia melihat Dela baru keluar dari kamar mandi hannya mengenakan handuk yang melilit ditubuhnya.Seketika adik kecilnya memberontak minta keluar dari tempatnya.


"Sialan ini wanita setiap aku datang entah kenapa dia terus memancingku,padahal sampai hari ini rasa dari tubuhnya itu belum bisa ku lupakan." Ucap Mahesa,saat hendak membalikkan tubuhnya tiba-tiba dela kaget luar biasa melihat Mahesa sudah berdiri di depannya.


"Apa yang kamu lakukan di kamar ini?" Tanya dela dia berusaha menjauh tapi kali ini Mahesa benar-benar tidak mampu menahan godaan wanita itu.

__ADS_1


****Bersambung****


__ADS_2