
Tibalah saatnya acara makan keluarga Takeshi dan Sizuka.
"Satoko , tadi aku melihat putramu baru saja keluar dari hotel ini bersama dengan seorang wanita yang menggendong anak bayi" , ucap Ichikawa.
Mendengar perkataan Ichikawa , mata Satoko pun langsung membulat karena terkejut.
"Apa kamu tidak salah melihat? Itu pasti bukan putra saya. Takeshi berada di rumah terus dari malam" , ucap Satoko yang berbohong.
"Ya mungkin saja kita ini sudah semakin tua dan penglihatan kita juga sudah semakin kabur" , ucap Kenji.
"Meskipun kita sudah tua , tapi penglihatan kita masih bagus dan kami tidak salah melihat. Apa mungkin Takeshi memiliki saudara kembar?" , ucap Yamamoto.
"Gak kok , Takeshi gak memiliki saudara kembar. Bisa jadi , itu adalah orang yang wajahnya memiliki kemiripan dengan Takeshi" , ucap Satoko.
"Ya , bisa jadi hanya orang yang berwajah sama saja" , ucap Ichikawa.
"Kalau gitu kita langsung saja membahas masalah pernikahan Takeshi dan Sizuka" , ucap Kenji papa Takeshi.
Mata Takeshi langsung membulat dan mulutnya pun sedikit terbuka karena terkejut.
"Baiklah" , ucap kedua orang tua Sizuka.
"Anak-anak kita usianya juga sudah tidak muda lagi. Bagaimana kalau kita langsung membahas pernikahan mereka saja?" , ucap Satoko.
"Apa itu gak terlalu cepat ma?" , ucap Takeshi.
"Gak nak , kamu sudah gak muda lagi. Sudah seharusnya kamu menikah" , jawab Satoko.
Melihat ada keluarga Sizuka disana , Takeshi pun gak berani untuk membantah perkataan mamanya. Di satu sisi dia juga gak ingin mamanya malu di depan orang lain.
Akhirnya Takeshi hanya diam dan mendengarkan rencana pernikahan yang diatur oleh mamanya.
Pernikahan Takeshi dan Sizuka , diputuskan akan dilangsungkan dalam 3 bulan lagi.
Takeshi hanya bisa pasrah mendengar keputusan orang tuanya.
"Bagaimana aku memberitahukannya kepada Yui san?" , ucap Takeshi dalam hatinya.
"Setelah ini kamu dan Sizuka harus sering bertemu ya. Bukan hanya untuk membahas tentang pernikahan , tapi juga untuk kalian saling mengenal lebih dalam lagi" , ucap mama Satoko.
Takeshi yang masih berkelebat dengan pikirannya sendiri , tidak menghiraukan ucapan mamanya.
"Takeshi....Takeshi..." , panggil mamanya.
"Ah...iya ma" , jawab Takeshi yang sudah tersadar dari lamunannya.
"Apa kamu mendengarkan apa yang mama katakan tadi?" , tanya Satoko.
"Memangnya mama bilang apa?" , tanya Takeshi.
Satoko menarik nafasnya dengan dalam dan menghembuskan nya.
"Mama bilang , setelah ini kamu dan Sizuka harus sering bertemu ya. Supaya kalian bisa mengenal lebih jauh lagi" , ucap Satoko.
"Baiklah ma" , jawab Takeshi.
Akhirnya acara makan siang itu pun berjalan sesuai dengan keinginan orang tua Takeshi.
__ADS_1
Takeshi izin untuk pergi dulu dari restoran.
"Aku jalan dulu ya pa...ma...om...tante..." , ucap Takeshi.
"Kamu mau kemana nak?" , tanya mama Satoko.
"Aku mau ke perusahaan dulu ma" , jawab Takeshi.
Mama Satoko pun menganggukkan kepalanya.
"Takeshi sangat rajin bekerja ya. Kalau begitu gak salah menjadi pasangan Sizuka" , ucap Yamamoto papanya Sizuka.
"Iya , dia sangat rajin untuk urusan pekerjaan" , jawab Kenji papa Takeshi.
Orang tua Sizuka pun menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
Takeshi langsung berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari restoran menuju ke mobilnya.
Banyak pikiran yang berkecamuk di sana. Takeshi sekarang menjadi bingung , dia masih sangat menginginkan Yui san. Tapi dia harus menikah dengan wanita pilihan dari orang tuanya.
Sepanjang jalan Takeshi terus berpikir dan berpikir. Sampai pada akhirnya Takeshi membuat keputusan untuk tidak akan memberitahukan masalah pernikahannya kepada Yui san , supaya dia bisa terus bersama dengan Yui san , meskipun tidak dalam status pernikahan.
********
Beberapa minggu kemudian.....
Tiba saatnya Julie untuk melahirkan. Karena sudah 2 hari Julie terus merasakan kesakitan , akhirnya Kevin memutuskan untuk membawa Julie ke rumah sakit saja.
"Hari ini sudah lengkap pembukaannya dan kita sudah bisa melakukan proses persalinan" , ucap dokter Sisi yang datang untuk memeriksa kondisi Julie.
Sebelum masuk ke ruang persalinan , Kevin menelpon mama Farah dan mama Shinta terlebih dahulu. Untuk menyampaikan kabar Julie yang akan melahirkan siang itu.
Mama Farah dan mama Shinta yang sudah mendapat kabar dari Kevin pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
"Sri , nanti Christian dirumah dulu ya sama kamu. Saya mau ke rumah sakit menunggu persalinan Julie" , ucap mama Farah.
"Baik nyonya besar" , jawab bu Sri.
Mama Farah berjalan masuk ke dalam kamarnya dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit.
Berbeda dengan mama Shinta , yang langsung menelpon suaminya.
"Halo pa".
"Halo ma , ada apa?" , tanya papa Sebastian.
"Julie sudah mau melahirkan pa. Kita ke rumah sakit ya menunggu persalinannya selesai" , ucap mama Shinta.
"Baiklah , sebentar lagi papa pulang" , jawab papa Sebastian.
"Iya pa" , jawab mama Shinta sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Mama menelpon ada apa pa?" , tanya Ricko yang juga ada disana bersama dengan papanya.
"Adek kamu sudah mau melahirkan siang ini" , ucap papa Sebastian.
"Kalau gitu nanti malam aku ke rumah sakit bersama Bella" , ucap Ricko.
__ADS_1
"Iya nak. Papa pulang dulu ya , mama mau menunggu persalinannya di rumah sakit" , ucap papa Sebastian sambil membereskan pekerjaannya.
"Iya pa" , jawab Ricko.
Dirumah sakit.....
Persalinan yang dilakukan secara normal itu pun membuat Kevin menjadi khawatir. Meskipun ini adalah kedua kalinya dia menemani Julie melahirkan , tapi tetap saja Kevin merasa deg deg an , karena ini adalah kelahiran dari anaknya sendiri.
Mendengar suara teriakan Julie dan ******* nafasnya yang tersengal-sengal karena mengejan , membuat Kevin semakin mengeratkan tangan untuk menggenggam tangan istrinya. Kevin juga terus memberikan semangat kepada Julie.
Setelah beberapa jam berlalu , akhirnya sore menjelang malam itu... Akhirnya terdengar juga suara tangisan dari anak laki-laki itu...
Oakkkkkkkkk.... Lahirlah putra kecil hasil buah cinta Kevin dan Julie.
Kevin yang bahagia melihat anaknya yang sudah lahir dengan selamat , langsung mengecup kening Julie.
"Terima kasih telah melahirkan jagoan untuk aku , sayang" , ucap Kevin.
"Iya sayang" , jawab Julie sambil tersenyum.
Salah satu suster yang keluar dari ruang persalinan , langsung dipanggil oleh mama Farah dan mama Shinta yang sudah berada disana dari tadi menunggu kelahiran cucu mereka.
"Suster" , panggil mama Farah dan mama Shinta bersamaan.
"Iya nyonya" , jawab suster tersebut.
"Apakah cucu saya sudah lahir?" , tanya mama Farah.
"Sudah nyonya" , jawab suster tersebut.
"Bagaimana keadaan anak dan cucu saya?" , tanya mama Shinta.
"Bunda dan anaknya dalam keadaan sehat nyonya" , ucap suster tersebut.
"Syukurlah" , jawab mama Shinta dan mama Farah.
"Saya mau mengurus untuk pemindahan ke kamar perawatan dulu ya nyonya" , ucap suster tersebut.
"Iya suster , terima kasih ya" , ucap mama Shinta.
"Iya nyonya , sama-sama" , ucap suster tersebut sambil berjalan pergi dari sana.
Tidak lama terlihat Kevin keluar dari ruang persalinan bersama dengan Julie yang masih tetap di atas ranjang.
"Pa...ma..." , sapa Kevin dan Julie ketika melihat papa dan mama disana.
"Iya nak" , jawab papa dan mama bersamaan.
Mama Farah , mama Shinta dan papa Sebastian mengikuti Kevin dan Julie sampai ke ruangan perawatan.
Tidak lama suster pun membawa bayi kecil mungil itu ke dalam kamar Julie dan meletakkan box bayi tepat di sebelah ranjang Julie.
Papa dan mama yang tadinya sedang mengobrol , langsung melihat cucu mereka yang baru lahir itu.
"Siapa nama bayi mungil yang tampan ini?" , tanya mama Shinta.
"Kenrich Wijaya namanya , ma" , jawab Kevin.
__ADS_1