Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 103 ~ Aku takut sayang ~


__ADS_3

Mahesa menghabiskan waktu untuk menunggu istrinya siuman,tidak henti-hentinya bibirnya memanjatkan doa untuk kesadaran istrinya.


"Apa yang terjadi dengan wajahmu Mahesa bukankah seharusnya kamu bahagia atas kelahiran anakmu?" Tiba-tiba sebuah siaran mengagetkan Mahesa dari lamunannya dia sedang berdiri di pintu sambil menatap istrinya dari kejauhan.Penampilan Mahesa cukup membuktikan betapa frustasinya dia dengan keadaan istrinya.Mahesa menoleh ke arah suara yang mengagetkannya saat ini.


"Apa yang kau lakukan di ruangan ini,keluar karna aku tidak ingin melihatmu di tempat ini." Ucap Mahesa,dia menahan emosinya saat melihat Karin sudah berdiri di hadapannya.


"Tenang lah,Mahesa aku kesini hannya ingin menjenguk istri dan anakmu." ucap Karin santai,mendengar ucapan Karin dan senyum di wajah Karin seketika Mahesa mendekati Karin lalu mencengkram dagu wanita itu.


"Aku tidak memukul wanita tetapi jika sikapmu membuatku marah jangan menyalahkan aku,keluar dari ruangan ini sebelum aku benar-benar marah kepadamu." Ucap Mahesa lalu menghentakkan dagunya dengan kasar hingga Karin terdorong beberapa langkah kebelakang.


"Mahesa kamu berani berbuat kasar kepadaku,ingat aku tidak berhenti sampai disini." Ucap Karin lalu meninggalkan Mahesa dengan wajah merah padam menahan emosi dan juga malu.

__ADS_1


"Sialan aku harus melaporkan semua ini kepada neneknya,biar dia mendapat pelajaran,cih wanita itu besar kepala karna dia pikir nenek sudah merestui hubungan mereka." Ucap Karin. Dengan kesal dan emosi dia meninggalkan gedung rumah sakit.


*****


Sudah dua hari Mahesa di rumah sakit,tapi sampai saat ini belum juga ada tanda-tanda kalau istrinya akan siuman membuat Mahesa semakin panik.Pelayan yang selalu setia menemani Mahesa tidak henti-hentinya memberikan semangat kepada pria itu.


"Tuan aku permisi ke mesjid aku akan mendoakan nyonya agar secepatnya siuman." Ucap sang pelayan,Mahesa hannya mengangguk.


"Kini aku sadar ternyata,harta dan tahta hanya akan membuat orang gelap mata,sama seperti keluargaku ini,ibuku sudah tau jika cucunya sudah lahir tapi sampai saat ini dia tidak mengunjungi menantunya hannya karna dia bukan dari kalangan orang kaya." Batin Mahesa,dia sangat terpukul dengan sikap orang tuanya yang begitu sombong dan egois.


"Tuan aku akan menjaga nyonya Dela disini,silahkan tuan membersihkan diri dan istrahat sebentar." Ucap bara,Mahesa menatap wajah pria itu yang begitu setia menemani dan mengunjunginya setiap saat.

__ADS_1


"Aku tidak semangat melakukan apa pun." jawab Mahesa,dia terlihat menghela napas berat,membuat bara semakin kasihan dengan tuannya.


"Tuan..,kamu juga harus menjaga tubuhmu,jika tuan seperti ini saat nyonya Dela bangun dan melihat penampilan lusuh tuan dia juga akan sangat sedih." Ucap bara memberi semangat.


"Benarkah itu bara,aku sangat takut kehilangannya,dia adalah separuh napas ku,jika dia kenapa-kenapa aku tidak akan sanggup hidup tanpanya." Ucap Mahesa,terlihat kesedihan dimatanya.


"Iya tuan,silahkan tuan mandi,ini pakaian tuan,aku sudah membawa beberapa baju untuk tuan." ucap bara sambil memberikan satu buah paper back berisi pakaian Mahesa.


"Kamu disini jaga istriku,jika tiba-tiba dia sadar kamu harus secepatnya memanggilku." Ucap Mahesa sambil mengintip kembali ke kamar tempat Dela dirawat.


"Sayang kamu harus secepatnya sadar,aku takut jika kamu meninggalkanku,kumohon sadarlah demi cinta kita dan anak kita." Batin Mahesa,lalu dia berjalan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


**** Bersambung****


__ADS_2