
Alberto dan Yui san yang sudah pulang ke rumah utama , ditunggu oleh papa Gerardo di ruang keluarga.
"Alberto duduk sini" , ucap papa Gerardo.
Alberto yang sudah mengetahui apa yang mau dikatakan oleh papanya , langsung duduk di kursi sofa yang ada di depan papanya bersama dengan Yui san.
"Kamu bertemu dengan Mathew dimana?"
"Di Bali pa".
"Dari mana kamu bisa menemukannya?"
"Aku membayar orang untuk mencarinya ke seluruh negeri" , jawab Alberto.
"Papa gak menyangka kamu bisa melakukan hal seperti ini. Apakah dia sudah punya anak disana?"
"Sudah pa , anaknya sepasang".
"Siapa nama istrinya?" , tanya mama Isabella.
"Leoni" .
"Tuh kan pa , cewek miskin itu juga" , ucap mama Isabella.
Papa Gerardo hanya terdiam sejenak.
Yui san memegang tangan Alberto dengan sangat erat , dia gak mau kalau papa mertuanya mengetahui anak kandung Alberto yang bersama dengan Julie juga ada disana.
"Apa kamu sudah mengajak Mathew untuk kembali kesini lagi?" , tanya papa Gerardo.
"Sudah pa , tapi kakak gak mau , karena dia sudah hidup dengan bahagia disana" , ucap Alberto.
"Kehidupan yang papa berikan selama ini apa tidak membuat kamu bahagia nak" , ucap Gerardo dalam hatinya.
"Apakah papa mau Mathew kembali kesini?" , tanya mama Isabella.
"Melihat kondisi Alexandria yang sekarang , papa rasa gak akan ada yang bisa mengurus perusahaan selain Alberto dan Mathew , kalau Mathew mau membantu mengurus perusahaan kita , papa akan memberikan saham untuk dia" , ucap papa Gerardo.
__ADS_1
"Papa mau kasih saham berapa banyak pun , kakak tidak akan kembali , karena dia tidak mau kembali ke sini lagi selamanya" , jawab Alberto.
"Apakah dia yang mengatakan seperti itu kepada kamu?" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa" , jawab Alberto.
"Ya sudah , biarkan saja dia kalau gak mau ke sini lagi , jangan memaksakannya" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa , kalau gitu aku mau ke kamar dulu ya pa , mau mandi" , ucap Alberto.
"Baiklah nak" , jawab papa Gerardo.
Alberto dan Yui san berjalan bersama naik ke atas , menuju ke kamar mereka.
"Suamiku , aku merasa papa ingin kak Mathew kembali lagi kesini" , ucap Yui san setelah mereka berada didalam kamar.
"Aku juga merasa seperti itu. Awalnya aku pikir papa akan memarahi aku karena pergi mencari kakak. Gak disangka papa ingin kakak kembali , tapi mama masih gak suka dengan istri kak Mathew" , jawab Alberto.
"Aku tadi malah ketakutan setengah mati , jantung aku benar-benar gak karuan selama melihat papa membahas masalah kak Mathew" , ucap Yui san.
"Aku tau , karena kamu memegang tangan aku dengan kuat sekali. Mulai sekarang kamu harus tenang , kayaknya papa gak tau masalah aku ketemu dengan Julie dan anak kandung aku di Bali" , ucap Alberto sambil tersenyum simpul.
"Baiklah , sekarang aku mau mandi , kamu mau ikut aku atau nanti kamu mau mandi sendiri aja" , ucap Alberto sambil menaikkan alisnya.
Alberto tau kalau hanya dengan cara itu Yui san bisa gak ngambek lagi kepadanya.
"Baiklah aku ikut mandi bersama dengan kamu , tapi aku gak mau mandi biasa" , jawab Yui san.
"Memang ada ya mandi gak biasa , bukankah mandi cuma hanya menggosokkan tubuh dengan sabun" , ucap Alberto menggoda istrinya itu.
"Kamu gitu kan sama aku , aku mau kita berendam mesra di dalam bathtub" , ucap Yui san yang mulai bergelayut manja di tubuh suaminya.
"Baiklah sayang , jangankan cuma berendam mesra , lebih dari itu juga boleh" , ucap Alberto sambil mengulum senyumnya , membayangkan adegan adegan liar yang selalu mereka lakukan hampir setiap hari , bahkan dari berendam , bisa berlanjut ke atas kasur.
"Kalau gitu ayo kita cepetan sebelum nanti dipanggil mama untuk makan malam" , ucap Yui san sambil menarik tangan suaminya masuk ke dalam kamar mandi.
"Haruskah mama memanggil kita terus sayang" , ucap Alberto yang mulai buyar pemandangan indah yang terlihat di pikirannya , begitu mendengar perkataan istrinya.
__ADS_1
Yui san hanya tersenyum sambil membuka baju suaminya satu persatu dan menjatuhkannya begitu saja di lantai , setelah itu Yui san menyalakan air hangat di dalam bathtub.
Setelah bathtub terisi penuh , Yui san mulai memasukkan bubble dan membiarkan busa yang banyak menutupi permukaan atas bathtub.
Yui san membuka seluruh pakaiannya dan masuk ke dalam bathtub bersama dengan suaminya.
Selama di dalam bathtub , Alberto terus menciumi leher , bahu dan punggung polos istrinya , tidak lupa Alberto juga meninggalkan jejak merah disana , untuk menandakan bahwa istrinya hanya miliknya seorang.
Setiap kata-kata mesra yang terucap dari mulut manis suaminya , sentuhan-sentuhan lembut yang terus di berikan oleh suaminya , membuat Yui san pun terbuai oleh kenikmatan yang diberikan oleh suaminya.
"Aku mencintai kamu suamiku" , kata-kata yang selalu keluar dari bibir kecil Yui san , setiap dia merasakan kehangatan yang diberikan oleh suaminya.
Kata-kata yang dulunya tidak pernah mendapatkan balasan dari mulut Alberto , tapi setelah Alberto membawa Yui san kembali ke Singapura semuanya sudah berbeda , Alberto pasti akan menjawabnya.
"Aku juga mencintai kamu sayang" , sambil mengecup kening Yui san.
Yui san pun langsung tersenyum manis , dia tidak mau melepaskan saat-saat indah yang dia dapatkan bersama dengan suami yang sangat dicintainya itu.
Selama dua bulan ini kehidupan yang dirasakan oleh Yui san benar-benar sangat berbeda dari sebelumnya , dulu dia hanya merasakan kenikmatan saat mereka berhubungan saja , setelah itu hanya ciuman dan tatapan dingin yang dia dapatkan dari suaminya , tapi sekarang Alberto benar-benar memberikan kehangatan , cinta dan perhatian penuh untuk dirinya.
Yui san benar-benar gak ingin ada orang yang bisa mengambil kebahagiaan yang dimilikinya saat ini , kebahagiaan yang sangat sulit didapatkannya , karena dulu sudah berapa banyak derai air mata yang dikeluarkannya untuk hanya mengemis cinta dan perhatian dari suaminya.
Selesai mandi , Alberto mengambil handuk yang tergantung disana dan mengeringkan tubuh Yui san sambil melilitkan handuk besar itu untuk menutupi tubuh polos istrinya.
"Tolong keringkan rambutku juga ya suamiku" , ucap Yui san dengan manja.
"Sekarang sudah banyak permintaan ya kamu" , jawab Alberto sambil mengeringkan tubuhnya sendiri.
"Jadi kamu gak mau?" , ucap Yui san sambil memainkan jarinya di dada polos suaminya.
"Baiklah , aku keringkan dengan hair dryer , mana bisa aku menolak kamu , nanti kamu ngambek dan pulang lagi ke Jepang , aku yang repot" , jawab Alberto sambil terkekeh.
Yui san langsung mencubit dada Alberto.
"Aduh!!! Sakit sayang" , jawab Alberto sambil menyentuh dada nya yang terasa perih karena dicubit oleh istrinya.
"Biarin , salah kamu ngomong seperti itu" , ucap Yui san.
__ADS_1
Alberto hanya tersenyum melihat istrinya sambil membawa tubuh istrinya duduk ke kursi meja rias dan mulai mengeringkan rambut Yui san yang basah setelah mandi disana.