
Pagi-pagi sekali nenek tua sudah membangunkan juru masak yang ada di rumah mewah itu,dia ingin menemani juru masak untuk memasak makanan yang bagus untuk janin Yang ada di kandungan.Tapi sayang saat dia memasuki area dapur dan membuka kulkas dia tidak menemukan bahan-bahan yang sekiranya cocok untuk ibu-ibu hamil.
"Kenapa tidak ada bahan yang bisa untuk ibu-ibu hamil, apa kemarin kalian tidak belanja?" Tanya nenek tua,para pelayan hannya diam,mereka merasa heran dengan perubahan orang tua itu.
"Nanti kita belanja bersama!!"Ucap sang nyonya,lalu dia meninggalkan juru masak di dapur dan dia kembali ke kamarnya.
Sepanjang malam Grace gelisah tidak bisa tidur,dia sangat menyesal karna sudah membentak nenek tua itu,di lupa jika wanita tua itu punya segalanya.
"Cerai...Aku tidak akan menerima jika Mahesa menceraikan aku,lagian aku kan istri sah harusnya aku yang berkuasa buka wanita itu."Ucap Grace,sepanjang malam dia hannya memikirkan bagaimana nasib pernikahannya kedepannya.Setelah tiba waktunya untuk sarapan semua keluarga besar sudah berkumpul di meja makan,tidak terkecuali dengan Dela dan Mahesa.
__ADS_1
"Hmmm..kamu tidak punya tempat duduk di meja ini,kenapa kamu harus ikut berkumpul disini."Ucap Maya, kepada Dela hingga seketika nafsu makan Dela hilang.
"Ma...Jika,Dela istriku,jika dia tidak punya tempat duduk disini,maka aku juga tidak punya tempat disini."Ucap Mahesa lalu berdiri dan meraih tangan dela ingin membawanya.
"Duduk,aku yang berhak menentukan siapa yang berhak atau tidak di tempat ini.Kamu silahkan duduk dan nikmati makananmu."Ucap sang nenek membuat Maya mengerutkan keningnya.Dia sedikit merasa ada yang aneh sikap mertuanya itu.
Walaupun Dela merasa sedikit aneh dengan sikap nenek dari suaminya,dia tidak terlalu peduli,akhirnya dia menikmati sarapan pagi bersama semua keluarga,sementara Grace hatinya benar-benar panas melihat pemandangan yang membuatnya semakin kecewa.
"Ada apa dia ke dokter,apa ada masalah dengan janinnya? atau ada sesuatu yang tidak beres biarkan nenek ikut."Ucap sang nenek,dia sebenarnya gengsi untuk mengucapkan kalimat itu,tapi dia juga ikut melihat perkembangan calon cicitnya itu.Mahesa langsung menatap sang nenek dengan tatapan menyelidiki,dia merasa neneknya mulai ada perobahan.
__ADS_1
"Tidak ada masalah semua baik-baik saja jika nenek ingin ikut,biar Dela bersama nenek saja nanti siang Mahesa menjemput kalian."Ucap Mahesa,dia ingin melihat reaksi nenek hari ini,dia ingin memastikan apa neneknya sudah mulai menerima keberadaan istrinya.
Grace merasa sangat tidak nyaman di meja itu,diam-diam dia pergi meninggalkan meja makan menuju kamarnya.Sesampainya di kamar dia menagis,dia merasa posisinya di rumah ini semakin terancam.
Melihat semua orang yang sudah mulai mengabaikannya,Grace mengambil beberapa pakaiannya lalu keluar dari rumah dan kembali kerumah orang tuanya,dia memilih waktu yang tepat saat meninggalkan rumah itu,dimana semua penghuni rumah mertuanya sibuk dengan urusannya hingga tidak ada yang melihat dia minggat dari sana.
"Sepertinya aku meminta papa untuk melakukan sesuatu kepada keluarga itu,mereka memanfaatkan kami,setelah semua tanah kami mereka pakai,mereka ingin membuang ku."Ucap Grace.Dia menyetir mobil dengan kecepatan rendah,karna dia sebenarnya untuk pulang juga merasa malas.
"Papa....Mama...Grace pulang."Ucap Grace setelah Samapi di rumah nya yang sangat sederhana.
__ADS_1
****bersambung***