Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 63 ~ Berharap ~


__ADS_3

Bobby membawa Dela keluar dari restoran setelah dia meminta ijin kepada yang punya restoran itu.Mahesa membawanya kesebuah taman di mana tempat itu bisa duduk dengan santai sekalian menatap jalanan yang ramai.


"Ceritakan kepadaku apa yang terjadi denganmu hingga kamu menjadi pelayan di restoran kecil itu,dan kamu tau tempat itu,adalah tempat favoritku karna makanannya sangat enak,tetapi istri yang punya usaha itu sangat galak kepada para pelayan,aku sering melihat dia mempermalukan kariawan nya." Ucap Bobby,dia melihat wajah pucat Dela,dia terlihat benar-benar kelelahan.


Dela mengabaikan setiap pertanyaan pria itu,dia merasa malu kepada Bobby karna hidupnya berakhir menjadi seorang pelayan.Tapi dia tidak bisa berkata apa pun karna kenyataanya dia tidak bisa melupakan Mahesa,bahkan dia selalu berdoa semoga suatu saat dia dan Mahesa bisa bersatu tampa ada halangan apa pun.


"Dela jawab aku,kenapa kamu berakhir menjadi pelayan di restoran ini apa Mahesa membuang mu?" Tanya Bobby,Dela sedikit kesal mendengar pertanyaan Bobby,biar bagaimana pun Mahesa tidak seburuk yang dia pikir.


"Jangan berbicara seperti itu,dia tidak seburuk yang kamu pikir aku hannya menjauhi dia untuk sementara." Dela berbohong kepada Bobby karna dia tidak ingin pria itu terus mendesaknya.Dela kembali ke restoran karna dia tidak ingin pemilik restoran itu memarahinya,apalagi pekerjaannya yang sangat menumpuk.


Selama Dela menghilang hidup Mahesa benar-benar kacau,dia mengabaikan semua keluarganya bahkan istri yang dinikahinya tidak pernah dia tegur sama sekali.Betuntung jika tentang pekerjaannya Mahesa masih bisa bersikap dewasa dan dia bisa menanganinya dengan baik.


Hari-hari yang dijalani Mahesa benar-benar sepi,bahkan dia sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari keberadaan Dela tapi satupun tidak ada yang membuahkan hasil.


"Seluas apa sih kota Jakarta hingga kalian sulit menemukan istriku,apa saja yang kalian lakukan."Ucap Mahesa.Bahkan dia sendiri sudah turun kelapangan untuk mencari keberadaan istrinya,ke kampung halamannya pun Mahesa sudah pergi tapi hasilnya nihil.Dia hampir putus asa.


"Keluar kalian dari ruangan ini,datanglah jika kalian sudah menemukannya." Ucap Mahesa,lalu dia kembali duduk dan mengangkat kedua kakinya keatas meja sambil memandangi gambar dela yang ada di ponselnya.


"Sayang apa kamu akan melahirkan anak kita tampa kehadiranku di sisimu." Ucap Mahesa sambil mengelus-elus ponselnya.

__ADS_1


"Aku benar-benar merindukanmu,maafkan aku karna tidak bisa menjaga mu dengan baik." Ucap Mahesa kembali.Tampa dia sadari istrinya Grace sudah mendengar semua kata-katanya dari pintu yang tidak tertutup rapat.Grace begitu kecewa mendengar semua kata-kata Mahesa,dia benar-benar cemburu kepada Dela karna dia mendapat cinta yang begitu besar dari pria yang sangat dicintainya.


Grace menghapus air mata yang jatuh di wajahnya,lalu dia memasuki ruangan suaminya,dia akan terus berusaha mengambil hati pria itu,dan berusaha membuat pria itu melupakan wanita itu.


"Sayang,aku membawakan makanan untukmu,aku memasaknya sendiri untukmu." Ucap Grace lalu dia meletakkan rantang di meja.


"Bawa itu keluar,aku tidak membutuhkan apa pun darimu." Ucap Mahesa lalu dia meninggalkan grace di ruangan itu,hal itu membuat hati Grace semakin disayat-sayat.


"Bajingan,sampai kapan kamu mengabaikan ku." Ucap Grace dia mendaratkan bokongnya di sopa dia begitu sakit hati dengan semua perlakuan suaminya itu.


Dela....Lihat semua piring menumpuk di dapur ini kenapa kamu kerjanya begitu lamban hah." Wanita separuh baya itu berteriak keras memanggil Dela,semenjak bekerja di restoran itu istri dari pemilik usaha itu memang kurang menyukai Dela apalagi melihat suaminya yang begitu perhatian kepadanya.


"Kamu lihat anak ini,dia terlalu lambat bekerja mama tidak suka melihat orang lamban bekerja." ucap wanita itu dia berkacak pinggang sambil terus mengawasi cara kerja Dela.Sepanjang hari ini wanita itu terus mengomel kepada Dela bahkan Dela tidak di biarkan makan atau istrahat walau hannya sebentar.


"Sudah lah ma,lebih baik mama pergi melihat papa dirumah sakit,biarkan Anton yang menjaga restoran." ucap pria itu,dia merasa kasihan melihat Dela karna dari pagi sampai siang mama nya terus mengomelinya.


Setelah wanita itu pergi dia langsung makan dia benar-benar lapar karna dari pagi hingga siang dia terus di awasi istri pemilik restoran.Dia tidak tau kenapa wanita itu sangat membencinya.


"Dela maafkan mamaku ya sebenarnya dia orang baik,cuma dia suka cerewet saja." Ucap Anton,Dela mengabaikan ucapan pria itu,dia melanjutkan makannya dan langsung berjalan kebelakang utuk melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Dia kurang menyukai Anton karna terus mengikutinya,dia sedikit risih dengan sikap pria yang baru saja lulus kuliah itu,dan sepertinya pria itu akan mengantikan papanya untuk melanjutkan bisnis kuliner itu.


"Dela,apa kamu sudah punya pacar?" Tanya Anto di sela-sela dia membereskan semua piring kotor.Dia benar-benar kesal dengan pria itu karna sudah meninggalkan mejanya dan mengikutinya terus,Dela tidak ingin nanti ada kariawan lain yang mengadu kepada mamanya.


"Aku sudah menikah mas." ucap Dela pendek,Anto sedikit kaget,mendengar ucapan Dela Semenjak dia melihat Dela tadi pagi dia sedikit tertarik dengan wanita sederhana itu.Dia terus memandangi Dela karna dia begitu serius bekerja.


"Hah...Kamu bercanda saja,jika kamu sudah menikah kenapa kamu bekerja di tempat ini dan kudengar kamu juga tinggal di restoran ini." Ucap pria itu membuat Dela semakin tidak nyaman.Dia bertahan bekerja selama ini di restoran ini karna dia merasa sangat nyaman.


"Kau ke depan dulu ya Dela,please jangan suka bohong karna itu dosa." ucap Anton lalu pergi meninggalkan Dela yang terus bekerja.


Mahesa pulang ke rumah dengan tubuh sudah mabuk dan malam sudah benar-benar larut.Sepulang dari kantor dia langsung ke bar menemui teman-teman brengsek nya dulu.Dia begitu malas untuk pulang kerumah karna dia tau tidak akan ada Dela yang memberikan dia cinta yang banyak.


Asistennya Daniel langsung membawanya pulang dan memberikan Mahesa kepada Grace,semua badannya sangat bau minuman,belum lagi bajunya yang acak-acakan bahkan beberapa noda lipstik terlihat di kemeja putihnya.


"Maafkan aku nyonya tuan Mahesa tidak bisa dilarang."Ucap Daniel,saat dia memberikan Mahesa yang hampir pingsan ke pada Grace.


Neneknya menuruni tangga dan melihat sang cucu kesayangannya sedang mabuk parah,bahkan Mahesa mengotori baju Grace dengan muntah beberapa kali membuat Grace benar-benar jijik.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2