
Julie mulai bersiap-siap di kamarnya untuk acara makan malam bersama keluarganya , sekalian malam itu adalah malam terakhir dia dan Kevin berada di Jakarta , karena besok mereka akan pulang ke Bali.
"Sayang , kamu sudah cantik saja" , ucap Kevin yang sudah pulang kerja dan masuk ke dalam kamar mereka.
"Iya , kan kita mau pergi makan malam , kebetulan Christian lagi tidur nyenyak , jadi aku siap-siap dulu aja" , jawab Julie.
"Tadi mama nemenin kamu main dengan Christian lagi gak?"
"Iya , beberapa hari aku disini , mama selalu main dengan Christian , sekarang Christian sudah mau dengan mama Farah , kemaren ketika pertama kita disini , Christian langsung nangis ketika mama gendong" , ucap Julie.
"Jadi mama kaget dong" , ucap Kevin.
"Iya dan panik juga. Terus nanya aku , kenapa dia nangis" , ucap Julie.
"Terus kamu jawab apa?"
Awalnya aku bingung kan , dalam hati aku karena mama dulu gak suka dengan Christian dan gak mau melihat Christian ya dia mana kenal.
"Lalu aku jawab aja , karena baru melihat mama , nanti lama-lama juga terbiasa" , ucap Julie.
"Jadi mama gimana setelah itu?"
"Mama memberikan Christian sama aku , tapi tetap ajak Christian main sampai sore , lama-lama Christian sudah mulai terbiasa sama mama" , jawab Julie.
"Syukurlah sayang , sekarang aku sudah bisa tenang kalau gitu" , ucap Kevin sambil memeluk tubuh Julie.
"Iya suamiku sayang , aku juga sudah lebih lega karena ternyata mama benar sudah bisa menerima Christian" , jawab Julie sambil tersenyum.
"Iya sayang" , jawab Kevin sambil menciumi leher Julie.
Julie yang merasakan ciuman yang terlalu intens , membuat dia langsung membalikkan tubuhnya.
"Kenapa sayang? Biasanya kamu gak pernah begini setiap aku mencium leher kamu" , ucap Kevin.
"Jangan meninggalkan tanda merah di leher aku , nanti aku mau pakai baju yang memperlihatkan leher aku" , ucap Julie sambil menyentuh wajah suaminya dengan lembut.
"Kalau gitu di tempat lain boleh kan" , ucap Kevin.
Julie pun menganggukkan kepalanya.
Kevin langsung menciumi bibir merah Julie yang sudah diberikan lipstick disana.
Entah kenapa saat itu hanya dengan ciuman lembut saja gak cukup buat Kevin.
Kevin mulai memainkan lidahnya disana sampai Julie merasakan kekurangan oksigen dan berasa sesak nafas , baru akhirnya Kevin melepaskannya.
"Kamu kenapa suamiku?" , tanya Julie setelah bisa bernafas dengan normal.
"Aku pengen sayang" , ucap Kevin sambil memeluk tubuh istrinya.
"Gak bisa sekarang suamiku sayang , kita sebentar lagi sudah mau pergi , kamu mandi dengan air dingin dulu aja ya" , ucap Julie sambil mengelus punggung suaminya.
"Baiklah" , ucap Kevin sambil berjalan menuju ke kamar mandi.
Julie hanya tersenyum melihat suaminya.
__ADS_1
Ketika Julie membalik tubuhnya dan melihat ke cermin , Julie langsung terkejut.
"Ya ampun , sampai belepotan begini lipstick aku" , gumam Julie yang langsung mengambil pembersih make up dan mulai merapikan riasannya lagi.
Julie yang sudah selesai , mulai memasukkan barang-barang keperluan Christian di dalam tas perlengkapan bayi.
"Kalau nanti Christian gak mau minum di botol susu , bagaimana ya?" , ucap Julie sambil melihat barang-barang yang akan dibawanya.
"Kenapa sayang?" , tanya Kevin setelah keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang hanya di tutupi oleh handuk di pinggangnya.
"Aku lagi mikir suamiku , kalau Christian gak mau minum dari botol susu , nanti bagaimana caranya menyusui Christian" , ucap Julie.
"Di restoran gak ada ruangan khusus gitu ya" , ucap Kevin.
"Mana ada suamiku sayang" , jawab Julie.
"Kalau gitu nanti kita ke mobil saja supaya kamu bisa menyusui Christian" , jawab Kevin.
"Baiklah" , jawab Julie.
Tidak lama , terdengar suara pintu kamar diketuk.
Julie berjalan membukakan pintu kamarnya.
"Ma" , ucap Julie ketika terlihat mama mertuanya di depan pintu.
"Iya nak , kalian sudah siap belum? Kalau sudah... kita jalan sekarang aja ya , kalau nanti bisa sampai malam ke restoran , belum lagi kalau di jalan macet" , ucap mama Farah.
"Iya ma , tunggu Kevin sebentar ya , dia baru siap mandi" , jawab Julie.
"Iya ma" , jawab Julie sambil menutup pintu dan masuk ke dalam kamarnya.
"Suamiku , mama sudah mengajak kita untuk jalan sekarang" , ucap Julie.
"Baiklah" , jawab Kevin sambil mengambil bajunya di lemari.
.
.
"Sayang , tolong pasangkan kancing kemeja aku dong" , ucap Kevin dengan manja.
Julie berjalan mendekati suaminya...
"Kamu ada apa hari ini?" , tanya Julie sambil memasangkan kancing baju Kevin.
"Aku cuma pengen dimanja kamu lagi , sudah hampir seminggu aku gak dapat jatah sayang" , ucap Kevin.
"Ya mau bagaimana lagi , anak kita kan tidur bersama kita , kalau nanti kita melakukannya dan Christian terbangun bagaimana?" , ucap Julie.
"Bagaimana kalau nanti malam kita melakukannya di kursi sofa saja , jadi kan gak akan membangunkan Christian" , ucap Kevin.
"Baiklah sayang , sekarang kita pergi dulu ya sama mama dan papa , mereka sudah menunggu kita dibawah" , ucap Julie.
Kevin pun menganggukkan kepalanya sambil membawa tas bayi yang berisikan segala keperluan anaknya.
__ADS_1
Kevin dan Julie turun bersama ke bawah sambil menggendong Christian.
"Ayo kita jalan lagi" , ucap papa Chandra.
"Iya pa" , jawab Kevin dan Julie bersamaan.
Papa Chandra , mama Farah , Julie dan Kevin berjalan bersama keluar dari rumah , menuju ke mobil.
Kevin memasukkan tas perlengkapan Christian ke dalam mobil terlebih dahulu.
Tidak lama terlihat papa Sebastian dan mama Shinta yang sudah keluar dari rumah.
Mereka semua pun saling menyapa disana , setelah itu kedua mobil mewah yang berwarna hitam itu sudah jalan beriringan menuju ke restoran chinese food yang sudah di pesan sebelumnya.
Sampai di depan restoran , terlihat Ricko dan Bella juga Anastasia sudah berjalan menuju ke restoran.
"Kak" , panggil Julie.
"Iya dek , baru sampai juga" , ucap Ricko.
"Iya kak" , jawab Julie.
Riko dan Bella menyapa orang tuanya dan juga orang tua Kevin , setelah itu mereka jalan bersama sambil diantarkan oleh pelayan restoran menuju ke private room yang sudah di pesan sebelumnya.
Mereka melihat buku menu yang ada di sana dan mulai memesan makanan yang mereka inginkan.
Anastasia sudah mulai melihat Christian , adik kecil yang baru dia lihat untuk pertama kalinya.
"Aunty , adek Christian ganteng sekali" , ucap Anastasia sambil memegang pipi bulat Christian.
"Makasih sayang , nanti adek Anastasia pasti ganteng juga" , jawab Julie yang sudah mengetahui kalau anak kakaknya laki-laki.
"Aku belum tau aunty , karena kan adiknya masih di dalam perut mama , nanti 2 bulan lagi baru keluar" , jawab Anastasia dengan polos.
"Iya sayang , tapi aunty yakin kalau adik kamu juga ganteng , kamu saja cantik , pasti adiknya juga ganteng" , ucap Julie sambil tersenyum.
"Tapi aku gendut aunty , kata mama orang gendut itu jelek" , ucap Anastasia.
Bella langsung terkejut mendengar perkataan anaknya.
"Bukan begitu maksud mama nak , kalau mau cantik ya jangan gendut-gendut , karena baju yang bagus itu banyak untuk badan yang kurus" , jawab Bella.
"Mungkin karena dia melihat kakak diet dan pernah mendengar kakak berbicara , makanya jadi ngomong seperti ini" , ucap Julie.
"Iya , kamu benar Julie" , jawab Bella.
Tidak lama pelayan datang membawakan makanan yang sudah mereka pesan dan menghidangkannya di atas meja.
Keluarga Julie dan keluarga Kevin makan bersama sambil membicarakan tanggal acara pernikahan Julie dan Kevin.
Karena Julie dan Kevin memiliki kesibukan masing-masing , akhirnya malam itu diputuskan acara pernikahan mereka tanggal 25 Desember malam , yang bertepatan dengan hari natal dan juga libur akhir tahun.
Untuk tempat mereka menikah , mama Farah mau mengadakannya di salah satu hotel bintang 5 yang ada disana , papa Sebastian dan mama Shinta setuju dengan keputusan mama Farah dan papa Chandra.
Setelah selesai makan keluarga dan membahas acara pernikahan , mereka pun pulang ke rumah masing-masing , karena hari juga sudah semakin malam.
__ADS_1