Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 214


__ADS_3

Mathew yang duduk terdiam setelah mendapatkan kabar kematian adiknya....


"Honey , kamu dapat telpon dari siapa?" , tanya Leoni yang duduk bersama dengan Mathew disana.


"Dari papa. Papa mengabarkan Alberto telah meninggal dunia pagi ini" , ucap Mathew.


"Apa kamu mau ke Singapura?" , tanya Leoni.


"Menurut kamu apakah kita bisa kembali ke Singapura lagi? Setelah kejadian pahit yang kita alami dulu" , ucap Mathew.


"Aku rasa kalau cuma mau melihat Alberto untuk terakhir kalinya gak apa-apa honey" , ucap Leoni.


Mathew diam sejenak dan berpikir.


Leoni hanya menunggu sambil duduk di samping suaminya.


"Apakah berita ini perlu kita kabari kepada Julie?" , tanya Mathew.


"Kalau menurut kamu Julie perlu tau , kamu kabari saja" , jawab Leoni.


"Meskipun mungkin menurut Julie ini tidak penting , tapi aku rasa dia perlu tau juga kalau ayah dari anaknya telah tiada" , ucap Mathew.


Leoni pun menganggukkan kepalanya.


Mathew mengambil ponselnya dan menyentuh nama Julie di layar ponselnya.


Julie yang sedang membereskan barang-barang bersama dengan mamanya dan mama mertuanya , karena Kevin pergi mengantarkan papa Chandra dan papa Sebastian di bandara. Begitu mendengarkan suara ponselnya berbunyi , Julie langsung berdiri dan mengambil ponselnya yang ada di atas lemari.


Terlihat nama Mathew yang tertera di layar ponselnya , Julie pun menjawabnya.


"Halo pak".


"Halo Julie , saya ingin mengabarkan bahwa Alberto telah meninggal dunia pagi ini" , ucap Mathew.


Julie sempat terdiam sejenak karena kaget mendengarkan berita dari Mathew.


"Kalau gitu saya turut berduka cita ya pak" , ucap Julie.


"Terima kasih Julie" , jawab Mathew.


"Iya sama-sama pak" , jawab Julie sambil memutuskan sambungan telponnya.


Julie langsung terdiam , biar bagaimana pun Alberto pernah mengisi hatinya dulu. Meskipun dia sudah disakiti karena ditinggalkan begitu saja saat dia hamil. Tapi Julie juga merasakan kesedihan begitu mendengar kematian Alberto.


"Siapa yang menelpon nak?" , tanya mama Shinta yang melihat wajah anaknya tiba-tiba berubah disana.


"Pak Mathew mengabari kalau Alberto telah meninggal dunia ma" , jawab Julie.


"Bagus dong , jadi mereka gak akan mengganggu kamu lagi" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Julie sambil berjalan dan mulai menyusun barang-barangnya lagi.


Mama Shinta yang mengetahui anaknya merasa sedih , hanya diam saja dan tidak mau membahasnya lagi.


Sampai Kevin yang sudah pulang ke rumah dari mengantarkan papanya dan papa mertuanya di bandara.


"Nak , sekarang kalian sudah bisa hidup dengan tenang" , ucap mama Farah begitu melihat Kevin masuk ke dalam kamar.


"Kenapa tiba-tiba mama mengatakan hal itu?" , tanya Kevin sambil mengerutkan keningnya.


"Tadi Julie mendapatkan kabar bahwa mantan kekasihnya dulu telah meninggal dunia" , ucap mama Farah.

__ADS_1


"Benarkah itu sayang?" , tanya Kevin.


"Iya benar sayang" , jawab Julie yang terus memasukkan semua barang-barangnya ke dalam kardus.


Kevin melihat wajah istrinya yang berbeda saat itu , dia ingin menanyakannya , tapi ditahannya karena masih ada mama dan mama mertuanya disana.


********


Mathew akhirnya memutuskan untuk melihat Alberto untuk terakhir kalinya.


"Honey , ayo kita berangkat malam ini ke Singapura. Siapkan semua barang-barang anak-anak dan paspor kita semua" , ucap Mathew.


"Baik honey" , jawab Leoni sambil berjalan menuju ke kamar anak-anaknya terlebih dahulu.


Mathew menelpon agen travel dan memesan 4 tiket untuk penerbangan ke Singapura.


.


.


Leoni yang sudah sampai di kamar anaknya , langsung mengambil tas koper anaknya yang ada di atas lemari.


"Kita mau kemana mama?" , tanya Maria yang saat itu sedang bermain di kamar kakaknya Lionel.


"Kita mau berangkat ke Singapura malam ini sayang , uncle Alberto meninggal dunia" , ucap Leoni sambil memasukkan beberapa baju Lionel ke dalam koper.


"Uncle Alberto yang waktu itu datang kesini , yang papa nya Christian bukan ma?" , tanya Maria.


"Iya nak , tapi kamu gak boleh menyebutkan hal itu di depan orang banyak ya. Cukup kita saja yang mengetahuinya" , ucap Leoni.


"Iya ma" , jawab Maria.


Setelah Leoni memasukkan baju Lionel...


"Baik ma" , jawab Maria dan Lionel.


Maria berjalan keluar dari kamar Lionel bersama dengan mamanya , karena Leoni mau membereskan baju-baju Maria yang akan dibawa berangkat.


Setelah selesai membereskan baju anak-anaknya , Leoni berjalan menuju ke kamarnya dan mulai mengambil beberapa bajunya dan baju Mathew.


Beberapa saat kemudian....


Mathew beserta istri dan anak-anaknya yang sudah siap , langsung berjalan keluar sambil membawa koper masing-masing menuju ke taksi pesanan Mathew yang sudah sampai di depan rumah.


Itulah perjalan pertama kalinya lagi untuk Mathew dan Leoni ke Singapura , setelah 11 tahun mereka meninggalkan kota itu.


Sampai di bandara Singapura.....


"Sudah banyak yang berubah ya honey" , ucap Leoni.


"Iya honey , sekarang bandaranya menjadi lebih bagus" , ucap Mathew.


"Apa kita mau langsung ke rumah duka honey?" , tanya Leoni.


"Iya honey" , jawab Mathew.


Mathew dan istri beserta anaknya masuk ke dalam cab yang memang ada di sediakan di bandara menuju ke rumah duka.


Sampai di depan rumah duka , Mathew dan Leoni beserta anaknya berjalan bersama masuk ke sana.


Malam itu tamu pun sudah mulai tinggal sedikit , bisa dibilang hanya teman-teman dari Alberto , teman dari Alexandria dan Leonardo yang masih berada disana.

__ADS_1


"Kak Mathew" , ucap Alexandria yang terkejut melihat kakaknya datang kesana sambil membawa koper di salah satu tangannya.


"Iya Alexandria ini kakak , ini istri dan anak-anak kakak" , ucap Mathew.


Alexandria berjalan mendekati tubuh kakaknya Mathew dan memeluknya.


"Akhirnya aku bisa juga bertemu dengan kakak" , ucap Alexandria.


"Iya Alexandria" , ucap Mathew.


Alexandria juga menyapa istri dari Mathew yang dia sendiri gak tau siapa namanya.


"Maaf kak , aku gak tau nama kakak" , ucap Alexandria.


"Iya gak apa-apa Alexandria. Aku Leoni" , ucap Leoni sambil tersenyum.


"Iya kak" , jawab Alexandria.


"Ayo panggil aunty" , ucap Leoni kepada kedua anaknya.


"Aunty" , sapa Maria dan Lionel bersamaan.


"Iya sayang , kalian siapa namanya?" , tanya Alexandria.


"Aku Maria aunty dan aku Lionel" , jawab anak-anak Mathew.


Alexandria pun tersenyum melihat keponakannya yang sudah mulai besar itu.


"Anak pintar , ayo masuk dulu melihat uncle Alberto" , ucap Alexandria.


Mathew dan keluarganya berjalan masuk kedalam rumah duka dan berjalan mendekati peti mati Alberto.


Mathew dan keluarganya berdoa bersama di depan peti mati.


"Papa dan mama mana?" , tanya Mathew setelah berdoa disana.


"Papa dan mama sedang istirahat di kamar belakang. Apa kakak mau bertemu dengan papa dan mama?" , tanya Alexandria.


"Nanti saja , biarkan mereka istirahat dulu. Pasti papa dan mama sudah capek juga sibuk dari pagi" , ucap Mathew.


"Iya kak , mari aku kenalkan dengan istrinya Alberto" , ucap Alexandria.


Mathew pun menganggukkan kepalanya.


Alexandria membawa Mathew beserta keluarganya ke tempat Yui san yang sedang duduk dengan wajah yang terus dialiri oleh air mata di samping peti mati suaminya.


"Yui san" , panggil Alexandria dengan lembut.


"Iya kak" , jawab Yui san.


"Ini kenalkan kak Mathew dan keluarganya" , ucap Alexandria.


Yui san pun mengulurkan tangannya berkenalan dengan Mathew dan Leoni. Maria dan Lionel pun berkenalan dengan aunty mereka.


Setelah itu Alexandria mengenalkan Mathew kepada Leonardo suaminya.


"Sayang , ini kak Mathew" , ucap Alexandria.


"Halo kak , saya Leonardo" , ucap Leonardo sambil menjabat tangan Mathew dan juga istrinya.


Setelah itu Mathew dan keluarganya mengobrol bersama dengan Alexandria dan Leonardo.

__ADS_1


Tidak lama papa Satoshi yang baru sampai di rumah duka , langsung di peluk oleh Yui san.


Yui san menumpahkan semua kesedihan yang dirasakannya kepada papanya.


__ADS_2