Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 84 ~ Menikmati ~


__ADS_3

Dela berjalan-jalan kecil di area pekarangan rumah mewah yang di tinggali nya ,dia melakukan itu karna dia merasa tubuhnya akhir-akhir ini semakin gemuk bahkan wajahnya sudah chubby.Dia tidak ingin kehilangan bodi bagusnya saat dia melahirkan nantinya.Mahesa memang sangat cerewet saat dia berusaha membantu para asisten rumah tangga dia sama sekali di larang untuk bekerja dirumah sekalipun itu pekerjaan ringan.


"Dela,kamu belum istrahat sudah hampir satu jam nenek lihat kamu terus berjalan di pekarangan ini,nenek bawakan kamu minuman jeruk."Ucap sang nenek menyodorkan segelas jus jeruk untuk Dela.Dela menerima dengan sangat antusias memang dia sudah sangat haus.


Terima kasih nenek!!"Ucap Dela lalu duduk di kursi yang ada dibelakang sambil menikmati udara sore.Saat dia sedang asik menikmati segelas jus pemberian sang nenek dia sekilas mendengar suara mobil suaminya.


"Nek,mas mahesa pulang aku menemuinya nek."


"Tidak usah biarkan dia yang kesini."Ucap sang nenek akhirnya Dela mengurungkan niatnya walaupun sebenarnya sudah sangat ingin menemui suaminya tapi dia merasa tidak enak dengan neneknya.


"Sayang......Sayang...."


"Tuan,nyonya dibelakang bersama nenek."Jawab sang pelayan.


"Berikan barangnya kepadanya."Ucap Mahesa lalu putri langsung memberikan koper besarnya kepada seorang pelayan yang kebetulan menyambut mereka pulang.


"Ayo ikut aku."Putri tidak henti-hentinya mengangumi rumah mewah yang di kunjungi nya, bahkan dia tidak menyangka akan pernah menginjakkan kakinya di rumah semewah ini.


"Sayang...Lihat siapa yang aku bawa pulang ini."Ucap Mahesa Dela penasaran lalu dia berdiri dan melihat putri sudah berdiri di belakang suaminya.


"Kenapa kamu membawanya kerumah ini mas?" Tanya Dela,dia sangat tau sifat dari putri dia takut nantinya dia berulah dan membuatnya di benci orang di rumah ini.

__ADS_1


"Selamat sore nenek,selamat sore kak!!"Ucap putri mencari simpati, dia lumayan kesal melihat Dela yang kurang menyambutnya dirumah itu dengan baik.


"Sayang dia kan adikmu,dia bersedia melayaniku dan menemanimu sampai kamu lahiran bukankah itu jauh lebih baik dari pada kamu di urus baby sitter yang belum tentu baik."Ucap Mahesa.Dela terdiam dia tidak tau harus bicara apa lagi akhirnya dia memilih masuk kedalam kamarnya.


"Nenek,aku masuk kamar dulu."Ucap Dela dan meninggalkan mereka semua,Mahesa merasa heran dia tidak tau apa yang terjadi dengan istrinya itu.


"Sepertinya membawa adiknya kerumah ini bukan keputusan yang baik."Suara hati Mahesa lalu mengejar kecil istrinya yang sudah memasuki kamarnya.


Dela masuk kedalam kamar dan menaiki ranjang lalu tidur dan menutup tubuhnya,dia begitu kesal melihat suaminya yang melakukan sesuatu tampa meminta pendapatnya.Dia sudah tau jika putri tinggal di rumah ini maka kekacauan besar akan terjadi apalagi adiknya yang selalu bersikap


sok kaya.


"Sayang apa yang terjadi." Tanya Mahesa dari mengelus rambut halus istrinya,dia menyesal Karna sudah membaut Dela kesal.


Sementara itu putri memasuki kamarnya,dia diantar oleh pelayan rumah,saat dia memasuki kamarnya dan pelayan sudah pergi dia langsung menutup kamarnya dan melompat girang keatas ranjang.


"Yes......yes....yes,akhirnya aku menjadi orang kaya,aku bisa menikmati hidup tampa susah seperti dulu.Ini kak Dela keterlaluan banget nga menyambut ku dengan baik,lihatlah nanti aku akan menanyakan kepadanya apa maksudnya dia mengabaikan aku,apa dia hannya ingin menikmati hidup seorang diri?"Ucap Putri dia benar-benar bahagia dia mengambil ponselnya dan menatap ponsel yang sudah sangat ketinggalan jaman itu.


"Sepertinya aku harus meminta ponsel baru kepada suami kakaku, malu dong orang Kaya memakai ponsel butek kayak gini."Ucap Putri lalu melempar ponsel itu ke atas ranjang dan mulai menyusun semua pakaiannya di lemari.


Malam pun tiba semua keluarga terlihat berkumpul di meja makan,tidak terkecuali Mahesa dan juga istrinya begitu juga dengan putri.Kedua orang tua Mahesa tidak terlihat karna mereka sedang melakukan perjalanan bisnis ke Eropa atas perintah sang nyonya besar.Nenek tua itu tidak mengijinkan cucunya Mahesa melakukan perjalanan bisnis melihat kehamilan Dela yang sudah memasuki usia tujuh bulan.

__ADS_1


Putri terlihat membantu para pelayan dirumah itu,walaupun para pelayan sudah melarangnya tapi dia terus melakukannya karna dia ingin mengambil hati semua orang di rumah ini.


"Putri,kamu tidak perlu melakukan itu di rumah ini banyak pelayan,pekerjaan mu hannya mengurus semua keperluan istriku dan kamu bisa bergabung dengan kami makan di meja ini."Ucap Mahesa.Dela tidak mau ambil pusing lagi,dia ingin menonton rencana apa yang sudah di susun oleh adiknya di rumah itu.


"Iya bang."Jawab putri kalem.Sang nenek tidak terlalu peduli dengan putri dia sibuk memilih makanan lalu menaruhnya di piring Dela.


"Nenek,ini cukup."


"Kamu harus makan makanan yang bervitamin agar bayimu tumbuh dengan sehat dan pintar."


"Nenek kalian terlihat semakin dekat, aku cukup bahagia,terima kasih nenek."Ucap Mahesa Sang nenek hannya melempar senyumannya,entah kenapa semakin lama memang dia semakin mencintai pribadi Dela yang sangat sederhana dan penurut.


Mereka menikmati makan malamnya dengan sangat nikmat setelah itu sang nenek pamit terlebih masuk ke kamar karna dia merasa kelelahan.


"Bang kak,belikan aku ponsel baru ponsel ku sudah rusak." Ucap Putri dia tidak ada rasa malu sedikit pun kepada Mahesa dan juga kalanya.Dela terbelalak mendengar ucapan putri,dia sebagai istri saja terkadang malu harus meminta-minta pada suaminya.


"Putri,kamu bisa mencari kerja mulai besok,beli sendiri jangan kebiasaan meminta-minta."Ucap Dela,dia terlihat lumayan emosi melihat keberanian wanita itu.


"Baru juga disini sudah mulai menunjukkan sikap aslinya."Suara hati Dela.


"Sudah sayang nga papa,aku akan belikan besok tapi kamu harus menjaga Kaka mu dengan baik,apalagi sampai membuatnya frustasi aku tidak segan mengusir mu dari rumah ini."Ucap Mahesa penuh ancaman.Dela sangat enggan menceritakan aib keluarganya dia malu.Lagi-lagi Dela Harus menelan ludahnya karna suaminya yang terlalu menuruti permintaan adiknya.Sementara putri terlihat takut akan ancaman yang dilontarkan Mahesa kepadanya.

__ADS_1


"Makasih bang,kak maafkan aku jangan marah ponselku memang rusak,aku tidak mungkin tidak memakai ponsel."Jawab putri.


****bersambung****


__ADS_2