Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 104 ~ Rasain kamu ~


__ADS_3

Putri terlihat gelisah di kamarnya,dia sedikit pun tidak merasa bebas karna mertuanya Dela terus saja mengawasinya.Dia juga merasa heran karna sudah beberapa hari tidak melihat keberadaan Mahesa dan juga Dela kaka nya.


"Kemana perginya kedua manusia itu,aku sudah tidak punya uang belum lagi wanita sialan itu selalu saja di rumah membuatku tidak bebas." Sungut putri.Dia membuka sedikit pintu kamar lalu mengeluarkan kepalanya untuk melihat keadaan di ruang tamu.Melihat suasana yang sepi putri berjalan dengan langkah buru-buru,dia pergi menuju dapur untuk makan.


"Sialan gara-gara wanita itu aku harus seperti pencuri,aku benar-benar tidak bebas dirumah ini lagi." Ucap Putri lalu mengambil piring dan makan.


"Ehemm rumah ini bukan untuk menampung orang-orang miskin,kalau mau makan harusnya kerja jangan bisanya cuma makan tidur doang." Ucap pemilik rumah.


"Uhuk.....uhuk..."Putri sangat kaget tiba-tiba saja orang yang dihindarinya sudah berada di belakangnya.Putri pura-pura tidak mendengar sindiran mertua kakanya dia melanjutkan makannya dan mengabaikan wanita itu hingga akhirnya wanita itu meninggalkan nya di meja makan sendirian.


Putri menarik napas lega,rasanya tadi dia hampir mati tersedak mendengar sindiran yang lontarkan mertua kaka nya kepadanya.


"Akhirnya dia pergi juga.Kenapa dia selalu dirumah apa dia tidak ada kegiatan diluar sana, menghabiskan uang contohnya,dia terus-menerus di rumah ini membuatku tidak bebas,dia kan banyak uang bebas mau ngapain saja." batin putri sambil menikmati makanan yang ada didepannya.

__ADS_1


"Hei...Sini sebentar." Putri memanggil pelayan yang kebetulan lewat dari depannya.


"Kemana kaka Dela sama bang Mahesa?" Tanya putri,sudah beberapa hari dia tidak melihat mereka membuatnya penasaran apalagi dia sudah kehabisan uang,dia ingin minta uang kepada abangnya.


"Nyonya Dela dirawat dirumah sakit sudah beberapa hari ini,jika tidak ada lagi saya permisi."Ucap pelayan itu dengan nada sinis,pelayan itu tidak menyukai putri yang berlagak seperti nyonya rumah.


"Belagu,pantas saja nyonya tidak menyukai Dela karna keluarganya semua menjadi benalu dirumah ini."Sungut pelayan sambil berlalu dari hadapan putri,dia tidak peduli putri dengar atau tidak ucapannya dan dia tidak peduli sama sekali karna itu bukan urusannya.


Putri merasa kesal mendengar ucapan pelayan barusan,tapi dia tidak berani menegur sang pelayan karna dia tidak ingin di depak yang punya rumah.


*****


Setelah selesai membersihkan tubuhnya Mahesa kembali menggantikan bara untuk menunggu istrinya yang belum sadar dari kritisnya,dia terkadang bingung kenapa Dela lama sekali untuk sadar.

__ADS_1


"Bara kamu tunggu disini,aku mau menemui dokter,aku ingin menanyakan kenapa istriku tidak sadar-sadar juga,aku sangat ketakutan."Ucap Mahesa lalu dia berjalan di koridor rumah sakit dan menemui dokter yang menangani istrinya.


"Silahkan masuk tuan Mahesa,ada yang bisa saya bantu?mari silahkan duduk tuan?" Ucap sang dokter ramah.Mahesa menarik kursi dan duduk di depan dokter,dia sedikit kesal melihat senyum dokter yang mengembang sementara istrinya sampai saat ini belum juga sadar.


"Kenapa dengan istriku,kenapa sampai sekarang dia belum juga sadar,apa kalian tidak punya cara agar dia bisa segera sadar? apa kalian takut jika aku tidak punya uang untuk membayar biayanya." ucap Mahesa dia menumpahkan semua kekesalannya di depan sang dokter,dia menilai sang dokter terlalu lamban dalam menangani istrinya.


"Maaf tuan Mahesa,ini bukan masalah uang,istri tuan kehabisan banyak darah karna pendarahan dan saya kira sebelum dia mengalami kontraksi dia melihat sesuatu yang tidak dia sukai hingga pikirannya tiba-tiba drop,tuan harus lebih banyak berdoa dan masuk lah keruangan istri anda dan usahakan berbicara kepadanya agar dia mengingat semuanya dan keinginan untuk sadarnya nanti akan semakin tinggi."Ucap dokter.


"Benarkah aku bisa masuk dan berbicara kepadanya,terus jika aku berbicara kepadanya dia akan secepatnya sadar? Baiklah terima kasih dokter atas sarannya,saya minta maaf untuk kata-kata ku mungkin sedikit menyinggung dokter."Ucap Mahesa lalu beranjak keluar dari ruangan dokter dan kembali menuju ruangan istrinya.


"Bara kamu bisa kembali bekerja,terima kasih karna sudah menyempatkan waktu untuk membantuku."Ucap Mahesa.


Mahesa duduk memandangi wajah pucat istrinya,tampa terasa air matanya menetes saat melihat keadaanya istrinya.

__ADS_1


**** Bersambung****


__ADS_2