Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 36 ~ Menjadi pemuas nafsu ~


__ADS_3

Keesokan harinya Mahesa kembali ke kota bersama dela,dia membawa wanita itu kembali karna dia tidak ingin membiarkan Dela di villa,dia takut jika dia kembali meninggalkannya.


Sebenarnya Mahesa merasa bingung dengan dirinya,entah kenapa dia merasa takut jika kehilangan wanita itu,tapi dia juga merasa tidak akan mungkin Dela dijadikan istri olehnya.


Selama dalam perjalanan Dela hannya menghabiskan waktu tiduran di dalam mobil,apa lagi dia selalu mabuk jika melakukan perjalanan jauh.Mahesa merasa kasihan dengannya akhirnya dia menghentikan mobilnya di sebuah apotik lalu membeli obat agar tidak mabuk dalam perjalanan.


"Minum obatnya jika kamu sedang mabuk." Ucap Mahesa lalu menyerahkan obatnya tetapi dela hannya mengabaikan apa yang dikatakan pria itu.


Mahesa hannya menarik napas,saat Dela mengabaikan ucapannya bahkan obat yang ada ditangannya saja tidak di ambil dela dia pura-pura tidur dan tidak mau menoleh ke arah pria itu.


"Apa sih mau kamu,jika kamu terus mengabaikan ku,aku juga punya kesabaran."


"Lepaskan aku,dan jangan jadikan aku sebagai budak mu,kamu bisa menikah jika kamu ingin tiap malam intim dengan wanita.


"Hahaha...Maafkan aku,permintaanmu tidak bisa ku penuhi,aku sudah benar-benar candu dengan tubuhmu." Ucap Mahesa dia tersenyum hambar,dia juga sebenarnya tidak ingin menyiksa dela tapi jika dia ingin jujur dia tidak ingin kehilangan wanita itu.


"Dasar gila." Ucap Dela lalu mengambil jaket dan menutup wajahnya dan kembali tidur.


Bobby kembali kerumahnya dengan wajah yang begitu Lelah.Banyak sekali beban yang ada dipikirannya,belum lagi sampai hari ini dela belum ada kabarnya berulang kali dia menghubungi Doni,tetapi jawaban pria itu tetap sama,yaitu bosnya belum juga masuk kantor.


Dia memasuki kamarnya,lalu sang pelayan membawakan minuman untuk tuannya dia orang yang paling peduli kepadanya.

__ADS_1


"Tuan ini kopinya,kelihatannya tuan ada masalah ya?" Tanya sang pelayan biasanya Bobby akan menceritakan semua beban pikirannya kepada wanita ini tapi kali ini dia memilih diam.


"Aku hannya lelah saja bi." Ucap Bobby sambil menghela napas,melihat sang tuan tidak ingin berbagi cerita pelayan itu memilih pergi dari kamarnya.Saat akan membaringkan tubuhnya di ranjang dia melihat banyak sekali panggilan tak terjawab dari mantan kekasihnya yang tidak pernah bosan menghubunginya,tetapi entah kenapa sedikit pun Bobby tidak memiliki rasa kepada pria itu mengingat dulu dia begitu mencintai wanita itu,bahkan dia begitu sering mengemis cinta saat wanita itu marah kepadanya.


Berulang kali wanita itu menyelingkuhi nya dia tetap memaafkannya,tidak menyangka ternyata rasa itu akhirnya pergi.


"Ada apa dengan wanita ini,apa di saat aku sudah bisa melupakannya,dia ingin kembali,maaf aku bukan pria yang dulu sekarang aku sadar tidak selamanya cinta itu harus memiliki." Suara hati Bobby,saat mantannya menghubunginya yang dia lakukan hannya mengabaikannya saja.


Ada rasa bahagia di hati Dela saat mobil Mahesa sampai di kota J.Dia berharap,Mahesa akan melepaskannya kali ini.


"Tolong turunkan aku ditempat ini,aku bisa mencari tempat untukku istirahat,tidak mungkin kan kamu terus menjadikanku tawanan mu?" Ucap Dela.


"Siapa yang yang akan melepaskan mu,mulai hari itu sampai aku bosan denganmu,aku akan terus menjadikanmu tawanan." Ucap Mahesa tampa beban membuat wanita itu jijik dengan ucapan pria itu.


Dela sudah tidak sabar dengan semua perlakuan Mahesa kepadanya yang menjadikan dia sebagai pelampiasan saja.Saat akan mereka keluar dari mobil tiba-tiba dela bergegas dia ingin segera lari meninggalkan pria itu,tetapi ternyata mahesa lebih hebat darinya dia tidak membuka pintu untuk Dela dan dia malah menariknya dari pintu keluarnya juga.


"Lepasin aku." Ucap Mahesa,pria itu menarik pergelangan tangannya dengan kasar lalu dia membawa Dela memasuki hotel.Dan dia mengabaikan semua pandangan para pelayan dan juga tamu yang baru hadir di hotel itu.


Lalu dia membawanya ke kamar yang biasa dia pakai dan kamar itu juga tidak disewakan kepada orang lain karna kamar itu milik pribadinya.


"Jangan pernah berharap aku melepaskan mu." Ucap Mahesa lalu melempar tubuh dela ke atas ranjang.Dan dia akhirnya meninggalkan kamar itu dan kembali menguncinya.

__ADS_1


Mahesa keluar dari hotel,dia hendak kembali kerumahnya karna sudah lama dia tidak kembali ke rumah itu.


Saat dia hendak berjalan menuju parkiran dia melihat Bobby masuk kedalam hotel,seketika dia merasa tidak enak,dan pikirannya langsung berpikir yang aneh-aneh.


"Sialan pria itu ngapain dia datang ke hotel ini apa dia akan menemui dela disini,aku tidak akan meninggalkan wanita itu disini sendirian." Ucap Mahesa lalu dengan buru-buru dia kembali ke kamar Dela.


Sementara Grace terus marah-marah dirumahnya kepada orangtuanya karna sudah beberapa hari ini dia tidak bisa bertemu dengan pria itu,dia sangat curiga kalau Mahesa pergi bersama wanita.


"Papa,kapan papa akan memaksa dia menikahi ku,papa kan tau kalau aku begitu mencintai pria itu." Ucap Grace,dia memang begitu mencintai Mahesa,dia sangat bersyukur saat ayahnya menjodohkannya dengan seorang pria hebat seperti Mahesa.


"Papa akan segera memaksa dia untuk menikahinya,papa dengar dia juga akan membangun hotel bintang lima di pusat kota papa akan mewariskan seluruh tanah itu kepadanya yang penting dia bisa membahagiakan mu." Ucap sang ayah membuat grace begitu bahagia.


"Grace...Kamu sudah tau siapa wanita yang di tariknya waktu di restoran?" Tanya sang papa dia begitu khawatir jika pria itu tidak setia kepada putri tunggalnya itu.


"Kata asistennya dia hannya sepupunya lah." Ucap Grace.Setelah selesai mengobrol dengan kedua orang tuanya,Grace lalu kembali ke kamarnya dan dia kembali menghubungi Mahesa dan akhirnya nomornya bisa dihubungi.


Beberapa kali menghubungi nomor itu,Mahesa sama sekali tidak mengangkatnya,hal itu membuat Grace semakin curiga.Akhirnya dia memutuskan untuk tidur,karna besok ayahnya sudah berjanji akan menemaninya ke kantor Mahesa.


****


Mahesa berangkat kerja dari hotel,hal itu sudah biasa dia lakukan bahkan pakaian kantornya sangat banyak di lemari hotel.Malam ini dia menghabiskan malam tidur di sopa,saat dia hendak masuk ke atas ranjang,dela turun dan dia tidur di sopa,setelah tengah malam saat Dela sudah tertidur pulas Mahesa mengangkat tubuh wanita itu dan memindahkannya ke atas ranjang.

__ADS_1


Melihat Dela masih tertidur pulas,akhirnya dia berangkat Karan sudah beberapa hari tidak masuk kantor rasanya dia juga rindu memasuki ruangannya.


***bersambung***


__ADS_2