
Wanita itu benar-benar bangga mendengar ucapan Mahesa,dia tidak menyangka malam ini seorang Mahesa akan memujinya.
"Aku harus bisa mendapatkan mu." Suara hati putri,lalu dia mendekati pria itu dan Tampa merasa takut wanita itu mengelus paha milik Mahesa,hingga pria itu menelan ludahnya.
Melihat reaksi Mahesa,wanita itu semakin mengelus paha milik pria itu,dan Tampa berpikir panjang putri memasukkan tangannya ke dalam piyama tidur Mahesa.Hampir saja pria itu lepas kendali,lalu pria itu menarik tangan putri dari dalam piyamanya.
"Kamu benar-benar berani bermain denganku." Ucap Mahesa lalu dia melempar tubuh putri kedalam ranjang miliknya,lalu dia membuka pakaian wanita itu.
Putri berpikir kalau Mahesa akan terpikat kepadanya malam ini,di dalam hatinya dia sudah benar-benar bahagia.
"Sepertinya sebentar lagi aku akan menjadi nyonya di rumah ini,dan aku akan bisa menikmati semua kekayaan milik mahesa,dan mendapat pria tampan sepertinya." Suara hati putri.Tampa menunggu lama Mahesa langsung memasukan tangannya ke dalam milik wanita itu,melihat tangannya tidak ada halangan apapun menunjukkan kalau wanita itu bukan lah wanita suci lagi.
"Keluar..." Ucap Mahesa tiba-tiba saja nafsunya hilang begitu saja.
"Ada apa,kenapa tiba-tiba memintaku keluar." Ucap Putri penuh keheranan.
"Karna kamu bukanlah seleraku,kamu pikir hanya karna kamu berusaha menggodaku dengan tubuhmu,aku langsung tertarik,tidak jika kamu masih perawan,kemungkinan aku masih bisa memikirkannya." Ucap Mahesa lalu dia mendorong menarik tangan putri dengan kasar lalu mendorongnya turun dari ranjang mahalnya.
"Jaman sekarang tidak akan ada wanita yang perawan lagi." Ucap Putri lalu dia memperbaiki bajunya dan keluar dari kamar pria itu.
Setelah putri keluar dari kamar itu,Mahesa keluar dari kamarnya dan memanggil pelayan yang dia ingat namanya dia memanggilnya dengan nada yang sangat tinggi.
"Nina....." Pria itu menjerit,hingga semua pelayannya keluar dari kamar mereka.
"Ada apa tuan?" Tanya wanita yang kebetulan di panggil oleh Mahesa.
"Ganti sprei tempat tidurku,seprei itu sangat banyak bakteri dan kotoran cepat..." Ucap Mahesa,dia berteriak dari lantai atas karna dia sudah sangat malas menuruni tangga.Karna ketakutan Nina langsung naik keatas dan mengambil sprei bersih lalu dengan cepat dia Menganti ya,dia tidak ingin tuan itu sampai marah kepada mereka.
__ADS_1
Setelah selesai Nina meninggalkan kamar itu,dia langsung mempersilahkan tuanya masuk dan akhirnya dia meninggalkan kamar itu,setelah sampai dikamar mereka dia menarik napas lalu membuangnya ke udara.
"Aku tidak tau kenapa tiba-tiba tuan Mahesa berteriak,padahal jarang dia marah kepada kita tetapi aku sangat takut jika pria itu sampai marah." Ucap Nina,lalu mereka semua istrahat dan tidur malam.
Putri merasa tersinggung dengan ucapan pria itu,dia tidak menyangka kalau Mahesa akan sesulit itu didekati.
"Sialan...Aku pastikan aku akan mendapatkan mu." Ucap Putri lalu dia menaiki tempat tidurnya,dia sengaja meminta tempat tidur terpisah dari beberapa pelayan yang ada di rumah itu.
Pagi-pagi sekali Dion langsung menyetir mobilnya memasuki area proyek,dari kejauhan dia melihat warung tempat dela bekerja sudah terbuka dan disana sudah ada beberapa pekerja proyek yang sedang menikmati sarapan pagi mereka.
"Tuan,pagi-pagi kok sudah mengunjungi tempat ini,apa anda bersama tuan Mahesa?" Ucap Arpan saat melihat Doni sudah berada di lokasi itu.
"Aku kesini karna ada urusan dengan nona ini,tuan Mahesa memanggil anda untuk datang ke kantor,dia ingin berunding kepada anda terkait kecelakaan yang anda alami di lokasi proyek ini." Ucap Doni,dia berharap dela tidak mencari keributan dengannya hari ini.
"Aku tidak butuh kompensasi apa pun dari bos mu yang tidak punya peri kemanusiaan itu " Ucap Dela,dia sama sekali tidak melihat ke arah Doni.
"Pergi sana aku tidak peduli dengan kalian semua,kompensasi mu tidak akan mengembalikan calon baby ku yang sudah hilang." Ucap Dela,Doni langsung mati kutu mendengar ucapan wanita itu.
"Sudahlah nak,lebih baik kamu ikuti pria itu,nanti jika kamu menolak,bisa-bisa kamu tidak diijinkan berjualan di tempat ini." Ucap pemilik warung itu,dela membetulkan ucapan wanita itu,bagaimana jika nanti dia diusir dari tempat itu.Dengan terpaksa dela mengikuti pria itu.
Doni menyetir dengan kecepatan tinggi karna Mahesa sudah beberapa kali menghubunginya,dia takut pria itu akan memberinya hukuman saat dua tidak bisa menjalankan tugasnya.
Tok....tok...
"Masuk.." Doni membawa dela memasuki ruangan itu,dia begitu kaget kepada pria itu,ternyata Mahesa adalah pria yang pernah menjadi bosnya dulu.Dia sama sekali tidak tau kalau pemilik proyek itu adalah Mahesa.
"Bos,aku sudah membawa nona dela,silahkan bos berbicara dengannya,aku kembali ke ruangan ku bos." Ucap Doni lalu meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
Dela merasa takut memandang pria itu,karna dia mengingat kejadian beberapa hari kemarin,dia dengan kasar menampar pria itu.
"Kamu dela?" Tanya Mahesa dia berpura-pura tidak mengenali wanita itu.
"Iya tuan,namaku Dela,apa yang membuat tuan memanggil aku kekantor ini." Ucap Dela dia sedikit menghilangkan rasa takut yang dia rasakan,dia tidak ingin pria itu bersikap Arongan kepadanya.
"Sebelumnya aku minta maaf atas kecelakaan yang menimpa mu di proyek itu,sesungguhnya memang lokasi itu sudah lama ingin di gusur,aku bukannya bersikap serakah dan aku juga sudah Menganti rugi semua kerugian para pedagang itu." Ucap Mahesa dia menatap wajah dela,dia melihat ada guratan kesedihan di wajah itu.
"Sudahlah tuan,permintaan maaf tuan tidak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang dari rahimku."
"Deg...Jantung Mahesa tiba-tiba berdetak hebat."
"Kalau boleh tau kamu sudah menikah lalu dimana pria yang menjadi suamimu?" Mahesa bertanya pria dia begitu penasaran apa kehamilannya itu adalah hasil dari malam itu.
" itu rahasia saya,kenapa tuan bertanya begitu jauh?" Tanya Dela Mahesa hannya tersenyum masam dia sangat penasaran,dengan bayi itu.
"Baiklah aku akan membayarnya kepada mu berapa yang kamu minta dari semua kerugiannya?"
"Aku tidak membutuhkan itu."
Mahesa menarik napasnya lalu dia membuangnya ke udara,ingin sekali dia menahan wanita,dia tidak rela jika dela Kemabli ke lokasi kontruksi karna disana dipenuhi pria-pria mesum.
"Apa kamu tidak berniat bekerja di perusahan ini lagi?" Tanya Mahesa,dia sangat menginginkan dela untuk kembali ke tempat itu dan dia bisa melihat wanita itu setiap saat.
"Sayang....."
***bersambung****"
__ADS_1