Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 22 ~ Pria sombong ~


__ADS_3

Linda hannya tersenyum dengan pertanyaan yang dilontarkan pria kaya itu,dia tidak menyangka pria hebat seperti Mahesa,ingin tau tentang hidup seorang wanita seperti Dela.


"Tuan ingin tau tentang wanita itu?" Tanya Linda hingga menyadarkan Mahesa,dia tidak ingin orang lain curiga kepadanya.


"Bukan,aku hannya penasaran saja kenapa saat wanita itu kehilangan bayinya tidak ada pria yang mendampingi wanita itu." Ucap Mahesa dia sedikit kikuk di hadapan wanita itu.


"Sialan hampir saja wanita itu curiga,sepertinya aku harus mengirimkan mata-mata menyelidiki wanita itu." Suara hati Mahesa,saat dia asik mengobrol dengan Linda dia melihat mobil mewah yang menjemputnya dari kantor datang ke tempat itu.


"Tuh orangnya datang tuan,pria yang mengantarnya sangat baik dan juga sopan."Ucap Linda,Mahesa merasa kupingnya panas mendengar pujian wanita itu.


"Bude..Aku pulang maaf aku terlambat mas Bobby mengajakku makan di restoran.Aku benar-benar malu bude karna penampilan ku ini." ucap Dela,dia terlihat sangat bahagia membuat Mahesa benar-benar kesal.


Bobby datang menghampiri Dela,lalu dia memberikan ponsel Dela yang tertinggal di dalam mobilnya.


"Del,ini ponselmu kamu kok bisa lupa aku pulang ya kalau ada waktu aku kemari menemui mu,kalau tidak Sabtu malam kita pergi nonton." Ucap Bobby,dela terlihat menganggukkan kepalanya membuat mahesa semakin kesal.


"Bude aku pulang dulu." Ucap Bobby lalu dia memasuki mobilnya dan Mahesa menatap pria itu,hingga dia tidak terlihat.


"Ternyata pria itu jaksa,sepertinya dia memiliki latar belakang yang hebat juga." Suara hati Mahesa.


Saat Bobby sudah meninggalkan tempat itu tiba-tiba dua orang pria datang ke warung itu,mereka duduk dan terus memperhatikan dela,Mahesa yang curiga gelagat kedua pria itu pura-pura tidak melihat kelakuan dua pria itu.


"Mas mau minum apa?" Tanya dela polos,kedua pria itu hannya meminta dua botol minuman.Kedua pria itu terus melihat-lihat keadaan tempat itu mereka sepertinya sedang merencanakan sesuatu.

__ADS_1


Nadia keluar dari dalam mobil mereka lalu menghampiri Dela ke warung itu."Apa kabar Dela ternyata kamu bekerja di tempat seperti ini,bukan kah tadi kamu bersama pria hebat?"Ucap Nadia Dela sangat kaget saat melihat kedatangan mantan sahabatnya itu.


"Apa yang kamu lakukan ditempat ku ini,aku tidak ada hubungan apa pun denganmu pergi dari sini." Ucap Dela sejujurnya dia begitu takut melihat wanita itu.


Mahesa memakai kaca mata dan juga masker agar Nadia tidak melihatnya,dia ingin melihat apa yang direncanakan wanita itu kepada dela.


"Hei....kamu jangan takut,bukankah aku yang membawamu ke kota ini,kamu tau orang tua mu sudah tinggal di kota ini dan mereka tinggal di kontarakan sudah lama mereka mencari mu,mereka meminta bantuan ku untuk mencari mu dan aku beruntung hari ini melihatmu bersama seorang pria tampan di restoran kamu memang wanita yang sangat hebat Dela " Ucap Nadia,wanita itu mencengkram dagu dela,dengan kasar hingga Dela merasa kesakitan lalu dia menepis kasar tangan wanita itu.


"Aku tidak ada urusan denganmu,aku bisa menemui sendiri orang tuaku." ucap Dela.Lalu Nadia memainkan mata kepada dua pria itu,lalu mereka mendekati dela dan menariknya dengan kasar.


Tiba-tiba Linda keluar dari kamar mandi dan melihat Nadia dan kedua pria itu sedang berusaha menarik tangan Dela.


"Ada apa ini?"


"Bude...Aku tidak mau pergi dengannya,jika tentang ibuku,aku bisa menemuinya kapan saja."


"Jangan ikut campur,kalau anda tidak ingin berurusan dengan polisi." ucap Nadia,Linda menjadi sedikit ngeri dengan ancaman Nadia,lalu dia mengijinkan Nadia membawa dela dari tempat itu.


Saat Nadia membawa Dela Mahesa mengikuti mobil mereka dia meninggalkan asistennya karna dia tidak ingin kehilangan jejak mereka.


"Hebat kamu dela,baru sampai di Jakarta kamu sudah mendapat beberapa pria kaya,aku sampai iri denganmu." Ucap Nadia.Dela bingung dengan ucapan wanita itu,sejak kejadian dulu,waktu Nadia hampir menjualnya dia takut melihat Nadia.


"Terus apa tujuanmu membawaku,aku tidak aku lagi berurusan denganmu."

__ADS_1


"Kamu lupa kalau kamu punya banyak utang kepadaku,kamu lupa siapa yang membiayai mu datang ke kota ini,beruntung tadi aku melihatmu aku sudah lama mencari mu,dan hari ini kamu harus melayani satu pria dan setelah itu aku melupakan utang mu."


"Jangan lakukan ini padaku Nadia,lepaskan aku,aku tidak mau ikut denganmu." Ucap Dela dia berusaha untuk bisa melarikan diri mobil mereka sampai berjalan tidak tau arah hingga beberapa mobil di belakang memberi peringatan dengan klakson mereka.


"Plak....Dasar wanita sialan,kamu sama sekali tidak memberikan untung padaku,kamu tau orang tua mu sudah meminta uang lima juta untukku,mereka sudah menjualnya kepadaku,mereka hampir mati kelaparan karna tidak memiliki uang." Ucap Nadia,Dela memegangi wajahnya yang merah akibat tamparan kasar dari Nadia.


"Kamu mau mendengar orang tuamu bicara sini biar aku bicara kepada mereka." Nadia mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor baru yang ada di ponselnya.


📞 Halo Nadia ada apa?


📞katakan kepada putri durhaka mu ini jika kalian sudah meminjam uang kepadaku,dan aku bisa bebas me jualnya kepada pria mana pun."


📞Apa kamu sudah bertemu dengan anak kurang ajar itu,dengarkan Dela apa pun kerjaan yang diberikan oleh Nadia kepadamu,kamu harus terima,kamu mau jadi anak durhaka,kurang ajar kamu main kabur selama ini,Nadia kamu carikan pria yang mau membayar tubuhnya dengan mahal lalu berikan bagian ku." Setelah mendengar kata-kata wanita itu Nadia langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Seketika air mata Dela jatuh dia tidak menyangka orangtuanya begitu tega kepadanya.Sebenarnya Dela sudah lama tau kalau dia bukan anak kandung mereka,dia hannya anak dari adik ibunya yang sekarang ibu kandung dela meninggal saat dia berumur satu bulan.Dan neneknya menitipkan dela kepada ibunya yang sekarang.


Tapi walau demikian harusnya mereka tidak sepantas itu memperlakukan Dela seperti itu,dia juga berharap orang tua angkatnya itu menganggapnya sebagai anak kandungnya.


"Apa kamu sudah dengar apa kata mamamu,kamu tidak usah jual mahal,jika kamu sudah terbiasa main dengan pria lama-lama kamu juga akan ketagihan.Gara-gara kamu nga perawan lagi bayaran mu sangat kecil." Ucap Nadia Tampa punya perasaan sedikit pun.


Mobil yang membawa Dela memasuki sebuah komplek khusus tempat wanita malam,dia membawa Dela ke tempat itu karna dia ingin bekerja menjadi wanita malam.


****bersambung***

__ADS_1


__ADS_2