
Seminggu setelah kepergian neneknya,semua berjalan dengan lancar.Dela juga semakin bahagia perasaanya karna sekian lama dia hidup berumah tangga dengan suaminya akhirnya dia secara resmi di bawa Mahesa ke perusahannya untuk dikenalkan kepada seluruh karyawannya.
"Bagaimana sayang apa kamu bahagia setelah aku membawa mu ketempat ini?"tanya Mahesa,ternyata keputusannya membawa istrinya ke perusahaannya membawa dampak yang sangat besar terlihat kebahagian yang terpancar di wajah Dela selama berada di kantornya.
"Iya sayang aku sangat bahagia terima kasih ya." Ucap Dela,dengan senyuman yang sangat menawan membuat Mahesa gemas dengan wajah istrinya.
"Selamat pagi tuan,nyonya,apa kalian membutuhkan sesuatu?" Seorang OB memasuki ruangan Mahesa setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Sayang kamu ingin sesuatu?" Tanya Mahesa.Dela terlihat berpikir sesuatu.
"Aku ingin kopi pak." Jawab Dela entah kenapa hari ini dia ingin minum kopi.
"Kamu minum kopi sayang?" Tanya Mahesa,karna ini pertama kalinya dia minta kopi semenjak kehamilannya.
"Iya sayang tiba-tiba saja aku pengen kopi."Jawab Dela.
Akhirnya sang OB keluar dari ruangan tuannya untuk mengambil pesanan kedua pasangan suami istri itu.
Sementara itu,putri keluar dari rumah mewah suami kaka nya,dia begitu stres karna dia selalu gagal untuk menemui Abang iparnya.Padahal hari ini rencananya dia ingin meminta uang kembali kepada Mahesa tapi semua rencananya gagal karna Mahesa dan Dela berangkat bersama kekantor nya.
"Hadew,percuma saja aku tinggal di rumah mewah,kalau aku tetap kere,bagaimana bisa pria sekaya Mahesa begitu pelit dengan uang." Ucap Putri.Dia sangat stres karna dia benar-benar tidak punya uang.
__ADS_1
Saat putri sampai di persimpangan tiba-tiba dia teringat jika Dela sedang tidak dirumah akhirnya dia kembali kerumah mewah itu dan berlari dengan terburu-buru menuju kamar Mahesa dan juga Dela.
"Untung aku belum jauh dari rumah ini sehingga aku bisa dengan cepat kembali ke rumah ini." Ucap Putri.Dia mulai membuka lemari pakaian Dela,dia memeriksa semua sudut lemari akhirnya dia menemukan setumpuk uang simpanan mungkin itu simpanan Dela.
"Nah,akhirnya aku dapat uang,kenapa aku tidak memikirkannya dari kemarin,hari ini aku bisa keluar dengan uang ini.satu,dua tiga,empat..yes....ternyata ada lima juta rupiah lumayanlah cukup untuk uang bermain hari ini." Ucap Putri dengan buru-buru dia keluar dari kamar Dela dan memasukkan uang lima juta ke dalam tasnya.
Setelah keluar dari rumah putri begitu bahagia akhirnya hari ini dia bisa menemui teman-temannya dia bisa membayari mereka makan setelah beberapa hari yang lalu dia hannya dibayari oleh mereka.
"Put,kenapa kamu dua hari ini tidak menemui kami,kamu benar-benar sialan?" Tanya seorang temannya.Mereka ada empat orang satu geng,entah dari mana awalnya putri bergabung dengan orang-orang berandalan itu dan dia merasa sangat bangga saat mereka menerima dia sebagai anggota mereka.
"Sori...Aku kesal dirumah,Abang aku yang pengusaha itu sangat pelit memberikan aku uang,hari ini saja dia hannya memberikan uang sebanyak lima juta." Ucap Putri sambil menunjukkan gepokan yang yang dia ambil dari tasnya.
"Kok bisa dia pelit sama kamu,bukankah dia suami kaka mu,kenapa kamu tidak menggodanya saja agar dia memberikan uang yang banyak untukmu." Ucap yang lainnya.
"Kamu saja yang polos." Sindir yang lain.Putri mengabaikan semua ucapan sahabatnya lalu mereka pergi ke sebuah tempat karoke untuk menghabiskan uang lima juta hasil curiannya.
"Baiklah gaes,mari kita habiskan uang ini,semoga besok Kakaku memberikan aku uang lagi dan kita bisa terus berkumpul bersama." Ucap Putri.Mereka memesan beberapa minuman yang beralkohol.
*****
"Benaran sayang kamu nga mau ikut untuk acara lelang hari ini,padahal aku ingin orang-orang semakin kenal denganmu sayang sebagai istriku." Ucap Mahesa,sore ini ada pertemuan pengusaha-pengusaha hebat di sebuah pelelangan,dan Dela memilih tidak ikut karna dia sedikit malu dengan perut buncitnya dan dia juga merasa badannya cukup lelah hari ini,itulah sebabnya dia menolak untuk mengikuti suaminya ke acara pelelangan itu.
__ADS_1
"Iya sayang,aku takut nanti aku kelelahan orang hamil nga boleh berdiri lama dan juga kecapean sayang." Ucap Dela mencari alasan padahal alasan paling besarnya karna dia sedang posisi hamil tua.
"Iya sudah kamu istrahat dirumah saja,aku akan menyuruh supir membawamu pulang,biar nanti Daniel yang membawaku ke pelelangan." Ucap Mahesa.
"Iya sayang maaf ya,nanti kalau dede bayinya sudah lahir aku janji akan mendampingi mu jika ada acara apa pun diluar sana." Ucap Dela,dengan semangat.Mahesa tersenyum melihat semangat istrinya lalu dia mengelus perut buncit istrinya.
"Sayang jaga mama untuk papa ya baik-baik disana sampai kamu datang ke dunia ini."Ucap Mahesa sambil mengelus lembut perut istrinya mereka tertawa bahagia saat bayi yang masih di dalam perut Dela menendang.
"Sepertinya dia mengerti dengan kata-kataku sayang." Ucap Mahesa dan dia semakin mendekatkan telinganya ke perut Dela membuat Dela tersipu malu.
Akhirnya setelah perbincangan yang sangat panjang Mahesa mengantar Dela sampai ke parkiran dia beberapa kali mengingatkan supir untuk berhati-hati,Dela sampai bosan mendengar ucapan yang di lontarkan oleh mahesa.
"Sudahlah sayang bukankah si Mamang sudah berpengalaman menjadi supir kenapa harus di ingatkan terus,dia bisa muak dengan kata-katamu." Ucap Dela.
Mahesa hannya tersenyum kecut dengan ucapan istrinya padahal dia hannya khawatir,dia takut supirnya itu tidak biasa membawa ibu-ibu hamil hingga tidak bisa hati-hati tapi Dela sepertinya kurang suka dengan perhatiannya.
"Makasih sayang perhatianmu aku pergi dulu hati-hati nanti ingat sayang jangan coba-coba dekat dengan wanita lain ya." Ucap Dela sebelum pergi dan Mahesa hannya menanggapinya dengan senyuman.
Setelah istrinya berlalu dia juga langsung berangkat bersama Daniel asistennya,mereka pergi kesebuah hotel tempat pelelangan barang-barang mewah.Mahesa berharap bisa membawa barang mewah dari sana yang bisa dia hadiahkan kepada istrinya.Sudah lama menikah dengan Dela,sekali pun dia belum pernah membeli istrinya hadiah.
Sesampainya di hotel,para pengusaha hebat sudah tampak berkumpul disana,Mahesa cukup terkenal di pelelangan ini karna dia adalah orang yang selalu memenangkan barang mewah setiap tahunnya.
__ADS_1
Saat Mahesa mendaratkan bokongnya dikursi dia di kaget kan oleh seseorang yang menepuk pundaknya.
**** bersambung****