Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 149


__ADS_3

Sudah beberapa hari Mama Farah menjadi gundah gulana...


Beberapa hari lagi Kevin dan Julie akan kembali ke Bali. Bagaimana dengan acara resepsinya kalau seperti ini?


Mana mereka tetap gak ada yang kembali ke sini , setiap pagi juga Kevin hanya bertemu dengan papa di depan rumah untuk pergi ke kantor bersama , gak pernah ada keinginan dari dia buat masuk ke dalam rumah untuk menyapa mamanya sendiri.


"Apakah anak yang bukan anak kandungnya itu lebih penting dari pada mama kandungnya sendiri?" , ucap mama Farah sambil mengambil teh yang baru di letakin oleh Ida asisten rumah tangganya.


"Kenapa nyonya? Apa nyonya berbicara kepada saya?" , tanya Ida.


"Gak Ida , saya cuma lagi berpikir saja , kenapa Kevin lebih mementingkan anak istrinya itu , yang jelas-jelas bukan anak kandungnya sendiri" , ucap mama Farah.


"Gak ada salahnya merawat anak yang bukan anaknya sendiri nyonya , tuan muda Kevin bisa mendapatkan pahala yang besar karena bisa merawat anak itu seperti anak kandungnya sendiri" , ucap Ida.


"Kalau gitu saya ke rumah Julie dulu ya" , ucap mama Farah.


"Baik nyonya" , jawab Ida sambil tersenyum.


Mama Farah berjalan menuju ke rumah Julie dan menekan bel yang ada disana.


Ting...tong...


Mba Iyem asisten rumah tangga keluar dari dapur dan berjalan keluar untuk membukakan pintu.


"Nyonya Farah" , ucap mba Iyem.


"Iya mba , Julie dan Shinta ada?" , tanya mama Farah.


"Nona Julie dan mama Shinta sedang di dalam kamar bersama dengan tuan Christian" , ucap mba Iyem.


"Baiklah , tolong antarkan saya ke kamarnya ya" , ucap Farah.


"Baik nyonya" , jawab mba Iyem.


Mama Farah mengikuti langkah kaki mba Iyem sampai di depan kamar Julie.


Tok...tok...tok...


Mama Shinta yang mendengarkan suara ketukan pintu , berjalan untuk membuka pintu kamar.


"Farah" , ucap mama Shinta yang terkejut melihat besannya berdiri disana bersama dengan asisten rumah tangganya.


"Iya Shinta , aku mau bertemu dengan kamu dan Julie" , ucap Farah.


"Baiklah" , jawab Shinta.


Mba Iyem berjalan pergi dari sana untuk melanjutkan pekerjaannya setelah melihat nyonya Farah masuk ke dalam kamar Julie.


"Ma" , sapa Julie yang sedang menyusui anaknya.

__ADS_1


"Iya Julie , mama kesini mau meminta maaf sama kamu , kamu dan Kevin pulang ya ke rumah" , ucap mama Farah.


"Aku disini saja ma , Christian suka nangis setiap saat , nanti mama bisa terganggu dengan suara tangisan Christian" , jawab Julie yang memang gak mau ke rumah mertuanya.


"Gak apa apa sayang , mama sudah berpikir beberapa hari ini , mama gak masalah dengan adanya Christian , makanya kamu dan Kevin pulang ya , besok kita mulai persiapan acara resepsi pernikahan kalian" , ucap mama Farah.


Julie yang sedang menyusui anaknya , melihat ke arah mamanya.


Mama Shinta hanya menganggukkan kepalanya.


"Nanti aku beritahukan kepada Kevin dulu ya ma" , ucap Julie.


"Baiklah nak , anak kamu sangat ganteng ya" , ucap mama Farah yang baru melihat anak Julie untuk pertama kalinya sejak Julie melahirkan.


"Terima kasih ma" , ucap Julie.


"Baiklah , kalau gitu mama pulang dulu ya , masih ada yang mau diurus dirumah" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Julie.


"Mama antarkan Farah kebawah dulu ya nak" , ucap mama Shinta.


Julie pun menganggukkan kepalanya.


"Jadi kita tetap mengadakan acara resepsi pernikahan mereka?" , tanya Shinta sambil berjalan mengantarkan Farah sampai ke depan pintu.


"Iya Shinta , aku ingin bisa merayakan pernikahan anak aku satu-satunya" , ucap Farah.


"Aku sudah memikirkannya , aku akan menerima anak Julie sebagai cucu aku dan kalau ada yang menanyakannya , aku akan mengatakan kalau itu anak Kevin , tapi untuk harta warisan tetap dia tidak akan mendapatkannya" , ucap mama Farah yang menekankan masalah itu.


"Iya Farah , kami tidak ada masalah untuk itu , terima kasih banyak ya" , ucap Shinta.


"Baiklah , aku pulang dulu ya , besok kita bahas lagi untuk acara pernikahan Julie dan Kevin" , ucap Farah.


"Iya Farah".


Farah berjalan masuk ke dalam rumahnya dan memanggil asisten rumah tangganya.


"Ida".


"Iya nyonya" , jawab Ida sambil berjalan keluar menemui mama Farah.


"Nanti kamu bersihkan kamar Kevin ya" , ucap mama Farah.


"Apa nanti malam tuan muda akan pulang kesini bersama dengan istri dan anaknya nyonya?" , tanya Ida.


"Belum bisa dipastikan , tapi kamu bersihkan saja kamar mereka dulu" , ucap mama Farah.


"Baik nyonya" , jawab Ida.

__ADS_1


.


.


Mama Shinta berjalan naik ke atas menuju ke kamar Julie.


"Ma , apakah mama Farah sudah beneran bisa menerima anak aku?" , tanya Julie yang masih memiliki keraguan didalam dirinya.


"Kalau mama lihat kayaknya Farah beneran sudah bisa menerima anak kamu , kamu ikutin saja apa kata mertua kamu ya" , ucap mama Shinta.


"Iya ma , tapi aku mau menunggu Kevin pulang dulu untuk memberitahukan kepadanya terlebih dahulu" , jawab Julie sambil merapikan bajunya setelah menyusui Christian.


"Iya nak , mama ke bawah dulu ya mau masak dulu , kamu mau makan apa?"


"Aku lagi pengen ikan asam manis buatan mama" , jawab Julie sambil tersenyum.


"Baiklah nak , mama buatin ikan asam manis untuk kamu" , ucap mama Shinta.


"Terima kasih ma" , jawab Julie sambil tersenyum.


Mama Shinta hanya tersenyum sambil berjalan keluar dari kamar Julie menuju ke dapur.


********


Alexandria yang sudah bisa jalan hari itu setelah operasi , berjalan dengan pelan sambil dituntun oleh suaminya menuju ke ruangan ICU melihat anaknya untuk pertama kalinya setelah dia melahirkan secara caesar.


"Sayang , kenapa di tubuh anak kita banyak alat dan dipasang selang-selang disana?" , ucap Alexandria sambil menitikkan air matanya.


"Karena anak kita paru-parunya tidak berkembang ketika lahir dan sekarang anak kita sedang berjuang untuk hidup" , ucap Leonardo.


"Apa yang dikatakan oleh dokter , tentang keadaan anak kita?"


"Katanya paru-paru anak kita memberikan respon yang baik selama beberapa hari ini , kita harus yakin kalau anak kita pasti bisa berjuang untuk hidup" , ucap Leonardo.


"Maafkan mama ya nak , karena gak bisa menjaga kamu dengan baik , sehingga kamu dari lahir sudah harus merasakan ditusuk jarum dan menjalani proses pengobatan yang panjang , sampai kamu juga harus minum susu formula karena ASI mama yang gak bisa keluar" , ucap Alexandria yang masih menangis sambil menyentuh kaca yang menutupi tubuh anaknya.


"Kamu jangan bersedih seperti ini sayang , aku yakin anak kita pasti akan kuat dan bisa melewati semua cobaan ini" , ucap Leonardo sambil memegang bahu istrinya.


"Maaf tuan dan nyonya , Salvio sudah saatnya meminum susunya" , ucap perawat disana sambil memasukkan susu formula ke dalam selang yang sudah disediakan disana.


Alexandria dan Leonardo berjalan ke samping box anaknya , supaya suster bisa memberikan susu kepada anaknya Salvio.


Salvio adalah nama yang Alexandria dan Leonardo berikan setelah melihat kondisi anak mereka.


Leonardo dan Alexandria berharap dengan pemberian nama Salvio , maka anak mereka akan diberikan kesehatan dan keselamatan dalam hidupnya.


Hati Alexandria langsung terasa teriris-iris melihat anaknya minum susu dengan menggunakan selang.


"Kenapa anak kita minum susu pun gak bisa menggunakan mulutnya sayang?" , ucap Alexandria dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya dari pertama kali dia berada disana.

__ADS_1


"Kamu harus kuat sayang , kita harus kuat demi anak kita" , ucap Leonardo sambil memeluk tubuh istrinya.


__ADS_2