
Mama Isabella keluar dari ruangan ICU dengan wajah yang sudah penuh dengan air mata.
"Bagaimana kondisi Alberto ma?" , tanya Gerardo yang dari tadi menunggu di luar.
"Alberto belum sadar juga pa , mama ngomong pun gak ada reaksi apapun. Tadi mama lihat suster memasukkan susu lewat selang yang dipasang di hidungnya pa" , ucap mama Isabella dengan suara seraknya karena menangis.
Gerardo sangat sedih mendengarkan kondisi anaknya.
"Kita melihat Yui san dulu ma" , ucap Gerardo.
"Papa gak mau melihat kondisi Alberto dulu?" , tanya mama Isabella.
"Mama sudah melihatnya , besok-besok saja papa lihat kalau sudah ada perkembangan" , ucap Gerardo.
"Baiklah pa" , jawab mama Isabella sambil mendorong kursi roda suaminya menuju ke kamar perawatan Yui san.
Sampai di depan kamar VIP 03 , mama Isabella membuka pintunya dan masuk ke dalam.
Terlihat Yui san yang masih berbaring di ranjang rumah sakit dengan wajah yang lemas dan tidak bersemangat.
Pandangan Yui san hanya tertuju kepada langit-langit kamar rumah sakit sambil memikirkan kondisi suaminya.
"Nak" , ucap mama Isabella.
Yui san langsung melihat ke arah suara yang memanggilnya.
"Ma...Alberto ma , Alberto luka parah ma" , ucap Yui san sambil menitikkan air matanya.
"Iya , mama sudah mengetahuinya nak. Mama juga sudah melihat kondisi Alberto" , ucap mama Isabella.
"Bagaimana kondisi Alberto sekarang ma?" , tanya Yui san.
"Alberto belum sadar nak. Tadi mama panggil-panggil dia tetap belum bangun" , ucap mama Isabella.
"Bagaimana dengan aku dan anak aku yang baru lahir ma? Apa Alberto akan meninggalkan kami ma?" , ucap Yui san.
"Kamu yang kuat ya nak , Alberto pasti akan sehat. Kamu harus yakin itu" , ucap mama Isabella.
"Kamu harus kuat , papa yakin Alberto pasti bisa sembuh" , ucap papa Gerardo.
"Tapi Alberto terkena pendarahan di kepala pa , setau aku kalau sudah kena seperti itu bisa lumpuh pa" , ucap Yui san.
"Kamu yang sabar ya , kita pasti bisa melewati ini semua. Sekarang kamu pulihkan kondisi kamu dan merawat anak kamu dan Alberto dengan baik. Papa pasti gak akan menyia-nyiakan kamu dan anak kamu" , ucap papa Gerardo.
"Alberto seperti ini , bagaimana dengan perusahaan pa?" , ucap Yui san.
"Nanti papa coba pikirkan , yang pasti sekarang kalian pulihkan dulu kesehatan kalian" , ucap papa Gerardo.
"Iya pa" , jawab Yui san.
__ADS_1
"Anak kamu sudah diberi nama belum?" , tanya mama Isabella.
"Sudah ma , malam sebelum kejadian kecelakaan Alberto memberikan nama Aniela Fernandes buat anak kami" , jawab Yui san.
"Aniela , nama yang bagus juga. Anak kalian sangat cantik" , ucap mama Isabella sambil melihat cucunya yang baru lahir.
"Kondisi anak kamu bagaimana?" , tanya papa Gerardo.
"Kata dokter sehat pa" , jawab Yui san.
"Syukurlah , nanti setelah ini kalian pindah ke rumah utama dulu ya , biar ada yang membantu kamu selama merawat Aniela" , ucap mama Isabella.
"Iya ma" , jawab Yui san.
"Ma , telpon Alexandria dan beritahukan kabar ini kepadanya" , ucap papa Gerardo.
Mama Isabella pun mengambil ponsel yang ada di dalam tas tangan yang sedang dipegangnya dan menyentuh nama Alexandria di layar ponselnya.
Tidak lama terdengar suara sambungan disana.
Alexandria yang masih tidur pagi itu dalam pelukan suaminya , langsung terbangun begitu mendengarkan suara ponselnya berbunyi.
Alexandria memutar tubuhnya dan menggerakkan tangannya untuk mengambil ponselnya yang ada di atas lemari yang ada di samping kasurnya.
"Ada apa mama menelpon pagi ini? Setelah sekian lama tidak menghubungi aku" , gumam Alexandria sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.
"Halo ma" , jawab Alexandria.
"Kapan terjadinya ma? Bagaimana kondisi mereka sekarang?" , ucap Alexandria yang terkejut mendengarkannya.
"Tengah malam tadi. Alberto mengalami luka yang serius dan sekarang sedang di rawat di ICU. Yui san untungnya tidak apa-apa dan anaknya juga lahir dengan selamat" , ucap mama Isabella.
"Kalau gitu sebentar lagi aku ke X Hospital ma" , ucap Alexandria.
"Iya nak" , jawab mama Isabella.
Alexandria memutuskan sambungan ponselnya dan meletakkan di atas lemari.
"Sayang" , panggil Alexandria sambil mengguncang tubuh Leonardo yang masih tidur.
"Kenapa sayang?" , tanya Leonardo.
"Alberto dan Yui san kecelakaan" , ucap Alexandria.
"Apa!!!" , ucap Leonardo yang langsung duduk karena terkejut.
"Iya sayang , barusan mama menelpon aku mengabarinya" , ucap Alexandria.
"Kalau gitu ayo kita bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit. Kita mandi bersama aja" , ucap Leonardo sambil turun dari kasur.
__ADS_1
Alexandria pun turun dari kasur dan mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi dan bersiap-siap , Alexandria berjalan menuju ke kamar anaknya.
"Hesty , saya ada keperluan diluar. Kamu tolong jaga Salvio dulu ya" , ucap Alexandria.
"Baik nyonya" , jawab Hesty perawat yang menjaga Salvio.
"Papa dan mama pergi dulu ya sayang" , ucap Alexandria sambil mengecup kening anaknya.
Setelah itu Alexandria berjalan keluar bersama dengan Leonardo untuk pergi ke X Hospital.
Selama di kamar perawatan Yui san , papa Gerardo terus memikirkan bagaimana caranya supaya perusahaanya tetap bisa jalan.
Melihat kondisi Alberto yang seperti sekarang , pastinya gak ada yang bisa menjalankan perusahaannya.
Sampai Alexandria dan Leonardo sudah datang ke rumah sakit.
"Pa...Ma..." , sapa Alexandria dan Leonardo bersamaan.
"Iya nak" , jawab papa Gerardo dan mama Isabella.
"Alexandria , bagaimana kalau kamu menjalankan perusahaan untuk sementara , sampai melihat kondisi Alberto" , ucap papa Gerardo.
"Anak aku bagaimana pa?" , tanya Alexandria.
"Salvio kan ada Hesty yang menjaganya sayang" , ucap Leonardo yang mengetahui kekhawatiran dari papa mertuanya.
"Iya Alexandria , papa mohon kamu bantu dulu ya. Kalau gak , siapa yang akan menjalankan perusahaan kita" , ucap papa Gerardo.
"Iya nak , kalau perusahaan gak jalan , bagaimana dengan hasil jerih payah yang sudah papa kerjakan selama ini?" , ucap mama Isabella.
"Kenapa papa gak meminta kak Mathew untuk pulang kembali kesini dan menjalankan perusahaan papa?" , ucap Alexandria.
"Apakah dia mau kembali lagi kesini?" , ucap papa Gerardo dengan lirih.
"Kalau saja dulu papa gak egois , aku rasa semua ini gak akan terjadi kepada kita pa" , ucap Alexandria.
"Iya kamu benar , karena papa terlalu egois makanya kita menjadi seperti sekarang. Kalau saja Mathew mau pulang kembali ke sini , papa mau meminta maaf kepada dia" , ucap papa Gerardo.
"Gak mungkin pa , bagaimana kalau dia kembali dengan istrinya yang miskin itu ke sini?" , ucap mama Isabella.
"Sudah cukup ma. Sekarang anak kita sudah sakit parah seperti itu , kita masih punya anak yang bisa membantu perusahaan kita. Mama jangan memikirkan hal miskin itu lagi" , ucap papa Gerardo.
"Tapi pa".
"Sudah ma , sekarang mama mau perusahaan yang sudah susah payah kita bangun hancur begitu saja di depan mata kita" , ucap papa Gerardo.
"Gak juga pa , kalau perusahaan kita hancur , mama juga yang akan malu dengan teman-teman mama".
__ADS_1
"Kalau begitu mama harus bisa melupakan semua masalah itu dan menerima Mathew dan istrinya" , ucap papa Gerardo.
Mama Isabella pun hanya terdiam setelah mendengarkan perkataan suaminya.