
Saat Bobby melihat Stella menyusulnya keluar,pria itu langsung masuk kedalam rumahnya,lalu pergi memasuki kamar pribadinya.Stella terus mengikuti pria itu karna dia tidak terima saat pria itu memutuskan hubungan mereka begitu saja.
"Bobby sampai kapan kamu mengabaikan aku,sudah berulang kali kukatakan,apa yang kamu lihat kemarin hannya salah paham Bobby." Ucap Stella dia mengikuti Bobby saat memasuki kamar mereka.
"Keluar dari kamarku,kamu harus tau batasan mu sebagai wanita." Ucap Bobby.Wajah Stella langsung merah padam saat mendengar ucapan pria itu,dia begitu malu di hadapan pelayan Bobby yang kebetulan datang ke kamar itu mengantar minuman.
"Nona apa anda ingin minum?" Tanya pelayan,dia sedikit sungkan karna wanita itu menatapnya dengan tajam.
"Tidak bibi,aku hannya sebentar ini juga Uda mau pulang." Ucap stella berusaha untuk mencairkan suasana yang sudah mencekam.Stella enggan untuk melanjutkan pembicaraan dengan pria itu karna wajahnya terlihat masam.
"Baik Bobby aku pulang,kamu pikirkan apa yang aku katakan yang kamu lihat kemarin adalah salah paham,pria itu hannya teman kerja yang kebetulan menumpang di mobilku." Ucap Stella,lalu dia meninggalkan Bobby yang masih diam ditempatnya.
Saat mobil Stella sudah meninggalkan rumahnya,Bobby menarik napas dengan kasar lalu membuangnya ke udara.Dia tiba-tiba teringat dengan semua penghianatan Stella.Selama ini Bobby selalu memaafkan wanita itu karna dia begitu mencintainya.Tetapi Stella semakin menjadi-jadi dan dia semakin tidak menghargai Bobby sebagai pria yang sudah dia pacari selama hampir tiga tahun ini.
Terakhir kalinya Bobby benar-benar tidak bisa memaafkan perbuatan Stella dimana dia dan pria selingkuhannya sedang bercumbu di dalam mobil Stella.Pria itu dengan rakus menciumi bibir Stella dan leher jenjang wanita itu,bahkan pria itu menikmati kedua gunung kembar Stella.Hal itu membuat Bobby benar-benar tidak bisa memaafkannya.
Stella adalah gadis yang sangat cantik dengan body yang begitu menggoda,mungkin pria mana pun yang melihatnya akan tertarik dengan kecantikan wanita itu di tambah dengan karir dia yang sukses di dunia kedokteran.Di umur yang kedua puluh empat tahun dia sudah menjadi dokter spesialis kandungan.Stella sebenarnya sangat mencintai Bobby,tetapi dia terkadang bosan dengan pria itu karna dia sangat sederhana.Tiga tahun mereka menjalani hubungan dia hannya pernah memberikan ciuman kepada Stella,membuat wanita itu benar-benar bosan.
__ADS_1
"Apa artinya istri cantik dan karir bagus jika akhirnya dia tidak menghargai ku nanti,aku tidak butuh semua itu yang aku butuhkan hannya wanita yang sederhana yang bisa menerima semua kekuranganku." Ucap Bobby.
"Tuan berbicara sendiri?" Tanya Mita pelayan yang bekerja di rumah Bobby,dia wanita paruh baya yang sudah bekerja lama di keluarga Bobby,dulu wanita itu juga bekerja di rumah orang tua Bobby tetapi saat Bobby kembali dari Amerika Bobby memintanya untuk bekerja untuknya.
"Bukan bibi,aku hannya membicarakan Stella,hubunganku dengannya sudah berakhir,aku sudah tidak memiliki hubungan apa pun dengan wanita itu."
" Kok bisa tuan,bukankah Stella wanita baik?" Tanya wanita itu,sebenarnya dia ikut bahagian karna hubungan majikannya berakhir dengan dokter cantik itu,dia tidak menyukai Stella karna wanita itu terlihat angkuh dan sombong "
"mungkin tidak jodoh bi." Ucap Bobby mengakhiri pembicaraan nya,dan wanita itu keluar membawa gelas kosong dari kamar itu.Akhirnya Bobby istrahat dia sudah lelah memikirkan masalah percintaannya.
*****
Saat dia sampai di tempatnya Dela begitu kaget ternyata toko tempatnya bekerja sudah rata dengan tanah bahkan dia tidak tau dimana semua barang-barangnya ratusan orang pekerja di tempat itu sedang sibuk membereskan barang-barang sisa yang ada di lokasi itu.Seketika dela merasa bobot tubuhnya begitu ringan hingga akhirnya dia tidak mampu menahan kakinya akhirnya dia tumbang ke tanah.Air matanya seketika jatuh,dia tidak tau harus melakukan apa lagi,rasanya semua penderitaan datang menghampirinya secara bersamaan.
Saat Dela menagis tiba-tiba dia melihat pria yang mendorong tubuhnya hingga dia mengalami keguguran.Dela pergi menghampiri pria itu lalu mengambil potongan kayu yang ada di dekatnya
"bughhh...bajingan aku akan menuntut mu pria brengsek,kamu manusia tidak punya perikemanusiaan,aku kehilangan bayiku karna keserakahan kalian." Ucap Dela dia terus memaki pria itu.
__ADS_1
"Itu bukan salahku,ini mungkin sudah takdir anda kehilangan bayi yang ada di rahimmu,lagian anda perasaan hebat,emang kamu sehebat apa hingga kamu berani menantang yang punya lokasi ini." Ucap pria itu hingga membuat Dela semakin emosi.
"Brengsekkk....dasar pria bajingan enyah kamu dari dunia ini.." Ucap Dela dia hampir melayangkan pukulan ke wajah pria itu,dan tiba-tiba Bobby sudah ada di belakangnya berusaha menahan tangan dela.
"Stop...apa yang kamu lakukan Dela percuma kamu bicara kepadanya dia hannya orang yang menjalankan tugas,kamu harus istrahat kamu tidak takut jika kamu tumbang lagi?" Ucap Bobby dia berusaha meredakan emosi dela yang begitu meledak.
"Beritahu kepadaku,dimana kalian buang barang dagangan ku,aku masih membutuhkan itu untuk melanjutkan hidupku?" Tanya dela dia berusaha untuk menahan emosinya kepada pria itu.Benar yang di ucapkan Bobby percuma marah kepada pria itu,karna dia hannya menjalankan tugas.
"Maaf tuan Mahesa sudah membakar semua barang dagangan yang ada di lokasi ini kemarin,tetapi dia sudah memberikan ganti rugi kepada pihak yang dirugikan." Dela semakin emosi mendengar ucapan pria itu.
"Aku tidak akan memaafkan mu,dan aku juga ingin melihat sehebat apa pria pemilik tempat ini,apa dia Tuhan sehingga dengan gampang dia menghancurkan perasaan orang lain,kamu tau tempat ini adalah napas ku,disini aku beberapa bulan ini mencari nafkah,tapi manusia serakah sepertimu menghancurkan perasaan kami."Ucap Dela dia menghapus air matanya yang tiba-tiba jatuh di wajahnya.
"Nona,anda tidak perlu mencari simpati di hadapanku,dan yang jelas pemilik proyek pria yang sangat hebat dan kamu bukan lah seleranya." Ucap pria itu dengan sombongnya,Dela benar-benar muak melihat pria yang ada di hadapannya itu.
"Dasar sampah..."
"Jaga bicaramu,jika dia pria yang sangat hebat dia pasti bertanggung jawab kepada wanita ini,karna keserakahannya wanita ini kehilangan janin." ucap Bobby,Arfan hannya bisa mendengus mendengar kata-kata Bobby.
__ADS_1
***bersambung***