Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 54~ Dela hamil ~


__ADS_3

Setelah semua para tamu meninggalkan hotel Mahesa bergegas ingin meninggalkan Grace yang masih sibuk dengan urusannya,dia benar-benar mengabaikan wanita itu.Saat dia hendak melangkah nenek dan kedua orang tuanya akhirnya datang menghampiri mereka.


"Kamu mau kemana anak nakal?" Tanya sang nenek karna dia melihat Mahesa yang tergesa-gesa.


"Aku ingin pulang ke rumah nek,aku begitu lelah apa tidak boleh pulang kerumah?" Tanya Mahesa mulai kesal.


"Tidak,kamu menginap di hotel bersama Grace,dan ini aku hadiahkan kepadamu tiket pesawat bersama Grace,kalian pergilah honeymoon ke benua Eropa selama sepuluh hari kamu bebas tugas." Ucap sang nenek.Mahesa tidak bisa menahan kesal yang ada di hatinya lagi dia melempar gelas yang kebetulan ada dimeja dekat dengannya.


"Jangan terlalu menekankan nek,aku tidak mau bulan madu,aku ingin bekerja berhentilah untuk mengatur hidupku karna aku sudah mengikuti semua keinginanmu." Ucap Mahesa kasar,kali ini dia tidak bisa menahan emosinya hingga cara bicaranya pun tidak di jaganya lagi kepada wanita tua itu.


"Mahesa!!!! dimana sopan santun mu kepada nenek,apa kamu pikir kamu bisa menikmati hidup mu jika bukan dari nenekmu?" ayahnya yang melihat sikap tidak sopan Mahesa kepada ibunya langsung membentaknya dengan kasar.Mahesa langsung keluar lalu pergi menuju kamar yang sudah disiapkan untuknya malam ini dengan Grace setelah itu dia menghubungi Doni dan menyuruhnya datang ke hotel,Karna dia sudah tidak sabar ingin mendengar kabar dela dari Doni.


Setelah semua keluarganya pulang,Grace memasuki kamar,dia berjalan dengan kesulitan karna beratnya baju yang harus dia bawa.Karna dia sudah merasa seperti ratu akhirnya dia melihat pelayan hotel lalu memanggil dan menyuruh pelayan itu membantunya sampai masuk ke kamarnya.Dia merasa cukup malu karna tidak di dampingi sang pria saat selesai melakukan resepsi pernikahan.


Setelah sampai dikamar dia merasa heran karna tidak menemukan Mahesa di kamar pengantin itu,seketika emosinya naik,tapi dia tetap berusaha sabar dan berpikiran positif.


Sementara Mahesa dan Doni sedang duduk berdua di cafe hotel itu,dia sangat tidak sabar menunggu kabar apa yang akan diberikan oleh Mahesa kepadanya.


"Kenapa kamu begitu lama datang aku sudah tidak sabar menunggumu!!" Ucap Mahesa dia terlihat benar-benar kacau,pria apa yang habis menikah menunggu kabar dari wanita lain.

__ADS_1


"Pria macam apa kamu bos menunggu kabar wanita lain sementara kamu baru saja menikah." Ucap Doni sedikit bercanda dia tersenyum sambil menggoda sang bos.


"Bodo amat dengan wanita itu jadi bagaiman dengan dela apa dia sehat-sehat apa dia tau aku menikah apa dia selalu menagis" Berbagai pertanyaan dilontarkan Mahesa kepada Doni hingga pria itu tidak tau memulainya dari mana.Dia lalu mengambil gambar hasil USG tadi siang dan memberinya kepada Mahesa.Dan pria itu menerima tetapi dia terlihat bingung dengan apa yang diberikan Doni kepadanya.


"Apa ini Doni,ini milik siapa dan kenapa kamu memberikannya kepadaku." Tanya Mahesa,dia terlihat begitu bodoh karna tidak nyambung sama sekali.


Doni menghela napas dengan kasar,dia benar-benar bingung bagaimana memberitahu kepadanya,padahal kehamilan wanita itu pun tidak akan bisa membuat wanita jahat itu merubah pendiriannya.


"Bos,tadi siang saat aku sampai di apertemen,ternyata nona Dela menonton televisi dan melihat pernikahanmu,dia benar-benar terpukul atas pernikahanmu bos saat itu tiba-tiba dia pingsan di hadapanku,lalu aku membawanya ke rumah sakit ternyata hasilnya nona Dela Hamil bos,dan bos pasti sudah tau jika bayi itu milik bos." Ucap Doni.


jedarrrrr Mahesa benar-benar kaget,dia bagaikan disambar petir disiang hari mendengar ucapan mantan asistennya itu,tiba-tiba kaki dan tangannya gemetaran dia tidak tau harus berkata apa pun.Dia terus melihat gambar janin buah cintanya dengan Dela,wanita yang bisa membuat hatinya benar-benar jatuh cinta.


Mahesa benar-benar terpukul,Dia bahagia tapi dia tidak tau harus bertindak seperti apa saat ini,jika dia nekat,dia takut neneknya menghancurkan kekasih hatinya.


"Doni bantu aku bertemu malam ini dengan Dela,aku benar-benar merindukannya,aku ingin memeluknya sebentar saja." Ucap Mahesa,dia terlihat benar-benar frustasi.


"Bos,aku ada sedikit ide itupun jika bos mau melakukannya " Ucap Doni,sebenarnya pria itu pun sangat takut jika dia terlalu banyak membantu bosnya,dia takut menanggung resiko nantinya.Tapi dia tidak tega kepada pasangan itu.


Saat itu Doni membisikkan sesuatu ke telinga Mahesa,tiba-tiba dia terlihat sangat bersemangat,dia langsung bergegas keluar dari cafe dan berjalan menuju kamarnya dengan membawa sebotol minuman anggur.

__ADS_1


Saat dia memasuki kamarnya,dia melihat Grace sedang bermain ponsel dengan penampilannya yang membuat Mahesa benar-benar ingin muntah,dia dari dulu sangat membenci wanita yang memakai lingerie apalagi warna merah.


"Sayang,kamu dari mana saja aku menunggumu dari tadi." Ucap Grace lalu bangkit dari ranjang, dan mendekati Mahesa,lalu mendorong tubuh pria itu dan menindihnya lalu mengecup bibir pria itu tampa henti.


"Hentikan biarkan aku membersihkan tubuhku terlebih dahulu." Ucap Mahesa mencari alasan.


"Ambilkan handuk untukku di dalam ruangan itu." Ucap Mahesa lalu menunjukkan ruangannya.Setelah Grace keluar Mahesa mengambil kesempatan memasukkan obat tidur ke dalam anggur merah.Dia ingin wanita itu tidur malam ini.


"Ini sayang." Ucap Grace lalu memberikan handuknya kepada Mahesa,setelah itu dia kembali duduk di tepi ranjang,dia bertingkah seperti wanita penggoda membuat Mahesa semakin jijik dengannya.


"Sayang,kamu membawa anggur merah?" Ucap Grace lalu menuangkan satu botol kedalam gelasnya dan mulai menikmati minuman itu.


"Iya aku membawanya untukmu aku sudah minum tadi kamu harus minum biar malam ini kita menikmati malam panjang." Ucap Mahesa lalu menyodorkan gelas ke mulut Grace dan memaksanya untuk menghabiskan isi gelas itu.Setelah habis Mahesa meletakkan gelasnya lalu masuk kedalam kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian Kasual.


Setelah selesai mandi Mahesa Menganti pakaiannya dia terlihat sangat bersemangat,dia harusnya sangat berterima kasih kepada Doni karna dialah yang sudah memberikan ide ini.Saat hendak keluar dia melirik ke arah Grace Yang sudah tertidur begitu pulas.Sebelum keluar tidak lupa Mahesa membawa minuman itu dan membuangnya di tempat sampah.


Entah kenapa Mahesa merasa jantungnya begitu berdebar,malam ini dia di antar oleh Doni,dan pria itu juga memaksa Mahesa harus pulang sebelum jam tiga pagi dini hari.


****bersambung****

__ADS_1


__ADS_2