Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 158


__ADS_3

Julie kembali bekerja setelah lama cuti melahirkan.


"Pagi Haris , Rio" , ucap Julie ketika memasuki kantor.


"Pagi Julie , kamu baru melahirkan sudah kelihatan cantik dan langsing aja" , ucap Rio.


"Iya kemaren aku berdiet setelah melahirkan" , jawab Julie.


"Memang kalau cewek gitu ya , mau langsung langsing setelah melahirkan , tapi bukankah gak bagus ya buat menyusui" , ucap Haris.


"Iya , asalkan kita tetap menjaga nutrisi makanan , gak ada masalah kok" , jawab Julie.


Gak mungkin juga Julie mengatakan kalau dia diet karena disuruh oleh mama mertuanya.


"Kayaknya nanti istri aku harus belajar dari kamu" , ucap Rio.


"Memangnya istri kamu kenapa?" , tanya Julie.


"Masih gendut sampai sekarang , malahan anak aku sudah berusia 2 tahun" , jawab Rio.


"Memang istri kamu aja malas ngapa-ngapain , ditambah lagi dia tinggal dirumah mamanya sendiri dan dimanjain terus kan selama dirumah" , ucap Haris.


"Iya kamu benar , harusnya aku keluar pindah rumah sendiri biar dia bisa mengerjakan pekerjaan rumah , bukan hanya menonton film korea saja sepanjang hari" , ucap Rio.


"Mana mau dia pindah setelah sekian lama nyaman di rumah mamanya" , ucap Haris sambil terkekeh.


Rio hanya menghela nafasnya.


"Ada apa pagi-pagi seru banget?" , ucap Mathew yang baru datang ke kantor.


"Itu pak , lagi membahas istrinya si Rio" , ucap Haris.


"Oh , ya sudah kerja lagi" , ucap Mathew.


"Baik pak" , jawab Haris , Rio dan Julie bersamaan.


"Julie , rumah kamu sudah 90% jadi , apa kamu belum melihatnya lagi?" , tanya Mathew.


"Belum pak , kemaren saya pulang ke Jakarta selama seminggu" , jawab Julie.


"Julie , kamu sudah kaya , suami kamu juga kaya , kenapa masih mau bekerja?" , tanya Rio.


"Aku suka saja bekerja" , jawab Julie sambil tersenyum.


"Kalau orang kaya beda ya , bisa mengerjakan semua yang dia inginkan" , ucap Haris.


"Gak semua orang kaya enak hidupnya , ada juga yang harus memulai hidup dari nol , karena gak diterima di keluarganya" , ucap Mathew.


Haris dan Rio langsung terkejut mendengar perkataan Mathew.


"Sudah , jangan bergosip lagi , mulai kerja saja" , jawab Mathew.


"Jadi kapan bisa selesainya pak?" , tanya Julie.

__ADS_1


"Akhir bulan ini juga sudah selesai" , ucap Mathew.


"Baiklah pak" , jawab Julie.


"Sekarang ayo kita mulai sibuk lagi , ini kemaren saya mendapatkan beberapa klien yang ingin menggunakan jasa kita , mereka meminta design interior yang berbeda-beda , ada yang meminta shabby chic , modern minimalis dan kontemporer , semua datanya sudah saya tuliskan dengan lengkap disini. Kamu tinggal mengerjakan sesuai urutannya saja" , ucap Mathew sambil memberikan setumpuk kertas kepada Julie.


"Baik pak" , jawab Julie.


"Baru kerja setelah lama cuti , banyak bonusnya ya" , ucap Rio.


"Bonus apaan?" , tanya Julie.


"Bonus kerjaan" , jawab Rio.


Sontak membuat Haris , Julie dan Mathew tertawa mendengar perkataannya.


Setelah itu mereka mulai mengerjakan pekerjaan mereka lagi.


********


Yui san yang sudah tinggal di rumah utama dengan Alberto , setelah mengambil semua barang-barang mereka di apartemen kemaren , membuat papa Gerardo menjadi bahagia , karena ada yang akan menemaninya lagi di rumahnya.


Yui san yang tidak diperbolehkan untuk ke kantor selama masa kehamilan oleh mama Isabella , membuat dia bisa menemani papa Gerardo mengobrol selama di rumah.


"Sayang , aku pergi kerja dulu ya , kamu jangan banyak-banyak buat makanan kecil ya" , ucap Alberto sambil mengecup kening istrinya.


"Baiklah suamiku , nanti malam kamu mau makan makanan yang aku masak gak?" , ucap Yui san sambil tersenyum.


"Baiklah , tapi belikan aku gulali yang besar yang bentuknya seperti hello kitty ketika kamu pulang ya" , ucap Yui san.


Alberto yang sudah mengetahui istrinya sedang mengidam langsung tersenyum.


"Anak papa mau makan permen gulali ya , nanti papa belikan ya" , ucap Alberto sambil mengelus perut istrinya dan mengecupnya dengan lembut.


Yui san langsung tersenyum melihat suaminya yang sudah benar-benar merubah sikapnya kepada Yui san , sekarang Alberto selain menyayangi Yui san , dia juga sangat menjaga Yui san dan anak mereka dengan sangat ketat.


"Aku pergi dulu ya pa , ma" , ucap Alberto.


"Iya nak" , jawab papa Gerardo dan mama Isabella bersamaan.


Yui san mengantarkan Alberto sampai menuju ke pintu luar.


"Aku pergi dulu ya sayang" , ucap Alberto sekali lagi sambil mengecup bibir Yui san sekilas.


"Iya suamiku , hati-hati di jalan ya" , ucap Yui san.


"Iya sayang" , jawab Alberto sambil tersenyum dan berjalan masuk ke mobilnya.


.


.


"Dengan kehamilan Yui san , membuat keluarga kita menjadi lebih bahagia ya pa , Alberto jadi sangat menyayangi Yui san" , ucap mama Isabella.

__ADS_1


"Iya ma , anak ini benar-benar membuat kebahagian dalam keluarga Alberto" , ucap papa Gerardo.


"Iya pa , tapi bagaimana dengan anak Alexandria pa?" , ucap mama Isabella dengan lirih.


"Biar bagaimanapun dia harus merawatnya dengan baik ma" , ucap papa Gerardo.


"Kenapa semua itu bisa terjadi dengan Alexandria pa?" , ucap mama Isabella.


"Papa juga gak tau ma , kita duduk di taman belakang ya ma , papa mau memberi makan ikan koi".


"Baiklah pa" , jawab mama Isabella sambil mendorong kan kursi roda papa Gerardo.


Yui san yang baru masuk ke dalam rumah setelah melihat suaminya pergi...


"Mau kemana ma?" , tanya Yui san.


"Papa mau kasih makan ikan koi nak" , jawab mama Isabella.


"Mau aku buatin teh gak ma?" , ucap Yui san.


"Papa mau nak , teh buatan kamu sangat wangi , papa selalu suka".


"Baiklah pa , nanti aku bawain ke taman belakang ya" , jawab Yui san.


"Iya nak" , jawab papa Gerardo.


Mama Isabella berjalan menuju ke taman belakang sambil mendorong kursi roda suaminya dan Yui san mulai berjalan menuju ke dapur mengambil daun teh dan menyeduhnya disana.


Selesai menyeduh daun teh nya , Yui san membawakannya ke taman belakang sambil membawakan beberapa makanan ringan juga.


"Silahkan pa , ma" , ucap Yui san sambil menghidangkan di atas meja yang ada di sana.


"Terima kasih nak" , ucap papa Gerardo dan mama Isabella.


"Apakah kalian sudah mengetahui jenis kelamin anak kalian?" , tanya papa Gerardo.


"Belum pa , nanti ketika pemeriksaan selanjutnya baru bisa diketahui" , jawab Yui san.


"Semoga anak kalian laki-laki ya , jadi bisa menjadi penerus perusahaan nantinya" , ucap papa Gerardo.


"Iya semoga pa , tapi aku hanya berharap anak aku sehat-sehat saja" , ucap Yui san sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membulat itu.


"Iya nak , kamu benar , setelah kejadian Alexandria , sekarang yang lebih penting adalah bisa melahirkan anak yang sehat" , ucap mama Isabella.


"Iya ma , jadi anaknya Alexandria masih di rumah sakit ya ma" , ucap papa Gerardo.


"Iya pa , paru-parunya sudah mulai berkembang , tapi anaknya harus di lihat dulu perkembangan kondisi selanjutnya sebelum di bawa pulang ke rumah" , ucap mama Isabella.


"Kalau anaknya lebih bisa di jaga disana , lebih baik biarkan anaknya disana dulu , kalau dirumah...apa Alexandria bisa menjaganya nanti?" , ucap papa Gerardo.


"Nanti kan mereka bisa menggaji suster untuk merawat anak mereka pa" , ucap mama Isabella.


Papa Gerardo pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2