Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 167


__ADS_3

Ricko yang sudah sampai di rumah sakit , langsung menemani istrinya di ruangan perawatan.


Dokter Sisi yang menangani Bella selama ini , mulai memeriksa kondisi kandungan Bella.


"Baru pembukaan 4 ya , kita tunggu sampai pembukaannya lengkap , baru kita mulai proses persalinannya" , ucap dokter Sisi.


"Baik dokter" , jawab Ricko.


Bella terus meringis kesakitan karena tidak tahan dengan rasa kontraksinya.


Bella menggenggam tangan suaminya dengan sangat erat.


"Aku gak tahan mas , di operasi saja ya. Aku benar-benar gak kuat , sakit banget mas" , ucap Bella dengan nada suara bergetar karena menahan rasa sakitnya.


"Sabar sayang , dulu waktu Anastasia kan kamu sudah melewatinya , sekarang kamu sabar ya , aku yakin kamu bisa sayang" , ucap Ricko menguatkan istrinya.


"Sakit banget mas , sakittttttttttt" , teriak Bella yang tubuhnya sudah gemetaran sambil menahan rasa sakitnya.


Tidak lama dokter Sisi datang lagi dan memeriksa kondisi Bella.


"Sudah pembukaan 5 ya , tinggal 5 lagi , sabar ya bu" , ucap dokter Sisi.


"Saya gak kuat dokter , di operasi saja ya" , ucap Bella.


"Jangan bu , kondisi ibu bisa melahirkan dengan normal , biasanya kalau sudah mulai pembukaan 5 nanti akan cepat ke pembukaan 6-10" , ucap dokter Sisi menguatkan Bella.


"Kamu sudah dengar kan , kamu bisa melahirkan normal sayang , jadi sabar ya , aku disini menemani kamu" , ucap Ricko.


"Aku gak mau hamil lagi mas , sudah cukup 2 anak , aku gak akan mau menyetujui kamu untuk punya anak lagi. Gak mau" , ucap Bella.


"Iya sayang , iya , maaf karena aku selalu menginginkan anak dari kamu" , ucap Ricko sambil membelai kepala istrinya.


Dokter Sisi dan perawat yang mengikutinya hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Bella.


"Baiklah , kalau gitu nanti saya datang lagi untuk memeriksa kondisi ibu Bella" , ucap dokter Sisi.


"Iya dokter" , jawab Ricko.


Bella terus berjuang menahan rasa sakitnya , meskipun terkadang dia juga marah-marah dengan suaminya yang memintanya untuk memiliki anak lagi.


Ricko hanya bisa menguatkan istrinya sambil mengelap keringat istrinya yang banyak keluar membasahi tubuhnya karena menahan rasa sakit.


Setelah beberapa jam bergelut dengan kesakitan selama masa kontraksi , akhirnya Bella sampai juga di pembukaan sepuluh dan air ketubannya pun sudah pecah.


Dokter Sisi dan perawat langsung membawa Bella ke ruang persalinan.


Ricko selalu mendampingi Bella....


Selama di ruangan persalinan , Bella mulai berjuang untuk mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anaknya yang kedua ini.


"Ayo terus bu , tarik nafasnya hembuskan , tarik nafasnya hembuskan , coba mengejan lagi , ayo terus" , hanya kata-kata itu yang terus terdengar di ruangan itu.

__ADS_1


Sampai setelah beberapa jam yang Ricko pun sudah gak tau berapa lama dia berdiri disana sambil memegang tangan istrinya selama persalinan , terdengar suara tangisan anak laki-laki dengan keras di dalam ruangan persalinan itu.


Oakkkkkkkk......


"Akhirnya anak kita sudah lahir sayang , terima kasih sudah bersusah payah melahirkan anak kita" , ucap Ricko sambil mengecup kening istrinya.


"Iya mas" , jawab Bella dengan suara yang sudah serak karena teriak terus saat proses persalinan berlangsung.


Suster langsung membersihkan tubuh bayi mungil itu dan memperlihatkan kepada papa dan mamanya.


"Bayinya sehat ya pak , bu" , ucap suster tersebut sambil tersenyum.


"Iya suster , terima kasih" , ucap Bella dan Ricko bersamaan.


Setelah proses persalinan selesai , Bella pun di pindahkan ke ruangan perawatan VIP yang sudah di minta oleh Ricko sebelumnya.


"Aku menelpon mama dulu ya sayang , kamu kalau mau istirahat dulu gak apa-apa" , ucap Ricko sambil menyentuh wajah istrinya.


"Aku masih harus memberikan ASI pertama untuk anak kita mas" , ucap Bella.


"Baiklah sayang" , ucap Ricko sambil menyentuh nama mamanya di layar ponselnya.


Mama Shinta yang memang menunggu kabar dari Ricko , langsung mengangkat ponselnya begitu melihat anak lelakinya itu yang menelpon.


"Halo nak" , jawab mama Shinta.


"Halo ma , Bella sudah melahirkan ma" , ucap Ricko.


"Baiklah nak , mama dan papa menjemput Anastasia dan membawanya ke rumah sakit" , ucap mama Shinta.


"Bella di kamar berapa nak?", tanya mama Shinta.


"Di VIP 33 ma" , jawab Ricko.


"Baiklah nak" , ucap mama Shinta sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Ayo pa , kita jalan lagi , Bella sudah melahirkan. Kita jemput Anastasia dulu ya" , ucap mama Shinta.


Papa Sebastian pun menganggukkan kepalanya sambil berdiri dan berjalan mengambil kunci mobilnya.


Ketika Shinta dan Sebastian keluar rumah , bertemu dengan Farah , besan mereka.


"Mau kemana?" , tanya Farah.


"Kami mau ke rumah sakit , karena Bella sudah melahirkan" , jawab Shinta.


"Coba kalau aku lagi gak ada janji , pasti aku mau ikut kalian ke rumah sakit" , ucap Farah.


"Gak apa-apa , masih bisa di lihat nanti kok di rumah mereka" , jawab mama Shinta.


"Iya , kalau gitu aku pergi dulu ya" , ucap Farah sambil masuk ke mobilnya.

__ADS_1


"Iya" , jawab Shinta.


Papa Sebastian yang sudah menunggu dari tadi di mobil , mulai menjalankan mobilnya ketika mama Shinta sudah masuk ke dalam mobil.


Mama Shinta mengeluarkan ponselnya dan menyentuh nama cucu nya disana.


Anastasia yang dari tadi terus menanyakan adiknya sudah lahir atau belum sama Ina babysitter nya , begitu mendengar suara ponselnya berbunyi....


"Pasti adik sudah lahir mba" , ucap Anastasia.


"Iya , cepetan angkat telponnya Anastasia" , ucap Ina.


Anastasia pun menganggukkan kepalanya sambil menyentuh tombol terima panggilan disana.


"Halo oma , adek aku sudah lahir ya" , ucap Anastasia.


"Iya sayang , adek sudah lahir , sekarang kamu siap-siap ya sama Ina , oma dan opa sedang di jalan mau menjemput kamu" , ucap oma Shinta.


"Baik oma" , jawab Anastasia sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Mba , ayo cepat , adek sudah lahir. Oma dan opa sedang di jalan mau menjemput kita" , ucap Anastasia dengan bersemangat.


"Iya , Anastasia kan sudah siap , tinggal pakai sepatu saja lagi" , ucap Ina sambil tersenyum.


"Ayo mba , ambilkan sepatu aku yang bagus ya" , ucap Anastasia yang sudah gak sabar untuk pergi.


"Iya Anastasia" , ucap Ina sambil tersenyum , berjalan mengambil sepatu Anastasia dan memakaikannya di kaki Anastasia yang berisi itu.


Tidak lama mobil opa Sebastian sudah sampai di depan rumah anak lelakinya.


Oma Shinta turun dari mobil dan menekan bel yang ada di depan pintu.


Ting...tong....


"Mba , itu pasti oma dan opa yang sudah sampai" , ucap Anastasia yang langsung turun dari kursi dan berjalan ke pintu luar.


"Sebentar Anastasia , kita panggil mba Siti dulu ya" , ucap Ina.


"Tapi bukain pintu dulu mba" , ucap Anastasia.


"Iya" , jawab Ina sambil membuka pintu.


"Oma" , sapa Anastasia sambil memeluk oma Shinta.


"Iya sayang" , jawab oma Shinta sambil mengecup pipi Anastasia.


"Nyonya" , panggil Ina.


"Iya Ina , kalian sudah siap?" , tanya mama Shinta.


"Sudah nyonya , tapi saya mau memberitahukan kepada mba Siti dulu kalau saya dan Anastasia pergi", ucap Ina.

__ADS_1


"Baiklah" , ucap oma Shinta.


Ina berjalan kedalam dan memberitahukan kepada mba Siti kalau dia pergi ke rumah sakit bersama dengan nyonya Shinta , setelah itu Ina berjalan keluar dan masuk ke dalam mobil papa Sebastian , dimana Anastasia sudah masuk ke mobil terlebih dahulu bersama oma Shinta.


__ADS_2