
Nenek Karin dan mamanya Mahesa meninggalkan rumah sakit dan kembali kerumah,wanita tua itu di jemput supir dari bandara dan langsung menuju rumah sakit tapi sayangnya cucu kesayangannya tidak menyambutnya dengan baik.
Sementara itu putri sangat gelisah dirumah,ingin sekali dia keluar dari rumah tapi dia tidak punya uang sama sekali,dia sudah mengobrak-abrik kamar Dela tapi sepeser uang pun dia tidak menemukannya.
"Kita harus membereskan rumah karna nyonya besar sudah kembali,kalian tidak ingin kan melihat wanita tua itu marah." Ucap salah seorang pelayan.Putri mendekatkan telinganya ke pintu dan menguping pembicaraan mereka,hatinya semakin gelisah saat dia mendengar wanita tua itu akan kembali kerumah ini.
"Sialan si Dela masak sepeser pun dia tidak punya uang,istri orang kaya apaan tapi tidak punya uang." Sungut putri,dia terlihat benar-benar gelisah dia tidak punya uang jika ingin keluar dari rumah itu.
Benar saja tidak lama putri mendengar suara pagar dibuka,Putri berlari ke arah jendela lalu menyingkap gorden dan mengintip dari kamarnya .
"Sialan si nenek tua sudah pulang,akan semakin terpojok di rumah ini,sepertinya aku harus mencari pinjaman uang agar aku bisa mencari Dela dan suaminya,aku sudah tidak tahan karna tidak punya uang."Ucap Putri.Diam-diam dia berlari lewat pintu belakang dan keluar dari rumah tidak lupa membawa ponselnya.
"Selamat datang kembali di rumah nyonya."Sapa para pelayan,mereka sangat menghargai wanita tua itu karna keputusannya mutlak dirumah ini dan tak bisa di ganggu gugat.
__ADS_1
"Hmm,bawakan aku air putih,dan ini koper bawa ke kamarku."Ucap sang nenek lalu menyerahkan kopernya ke pelayan lainnya dan dia mendaratkan bokongnya di atas sopa.
"Sudah berapa lama wanita itu kritis?dan selama dirumah sakit Mahesa menjaganya siapa yang mengawasi perusahan,dasar wanita sialan bisanya hannya menganggu cucuku,bahkan menjaga kandungannya dia tidak mampu apa gunanya dia hidup?" Sungut sangat nenek,
"Dimana adiknya si benalu itu,entah kenapa orang miskin kalau sudah punya saudara kaya,pengennya menumpang terus tidak mau lagi kerja." Tambah sang nenek,wajahnya terlihat kesal.
Para pelayan yang masih berada didekatnya hannya bisa diam,mereka tidak berani mengadu yang aneh-aneh karna mereka takut jika Dela akan kena imbasnya.Bahkan mereka merasa heran kenapa tiba-tiba wanita tua ini membenci istri cucunya lagi sementara beberapa bulan yang lalu dia terlihat sudah ikhlas menerima kehadiran istri cucunya itu.
"Aku pikir nyonya sudah bisa menerima kehadiran nyonya muda,ternyata sikapnya yang manis selama ini hannya pura-pura saja." Ucap salah seorang pelayan saat mereka sampai di dapur.
"Huss...Ngapain kamu urusi urusan orang kaya,biarkan sekarang kamu kerja ada gaji nikmati kita tidak perlu mengurusi urusan mereka." Tegur seorang yang sudah senior di antara mereka.
Nenek menantunya dan karin terlihat menikmati teh di ruang tamu,mereka terlihat berbincang-bincang sesekali tertawa lepas,sang nenek memang sudah lama menginginkan Karin untuk menjadi jodoh Mahesa tapi dulu gagal saat ayahnya Karin menjodohkan Karin dengan pria kaya dan juga anak pejabat negara yang disegani.
__ADS_1
"Nenek kenapa langsung pulang ke Indonesia bukankah cuaca di Cina jauh lebih nenek sukai?" Tanya Karin basa-basi.
"Saat aku mendengar kabar wanita itu melahirkan aku langsung pulang,aku tidak ingat sama sekali jika seharusnya wanita itu melahirkan dua bulan lagi,aku ingin segera mengambil anak itu dan menyingkirkannya sebelum semua keluarganya dibawa kerumah ini,ternyata rencana ku gagal,malah dia kritis." Jawab sang nenek,wajahnya terlihat datar.
"Nenek bagaimana kalau kita menemui dokter yang menanganinya saja,terus kita bayar mahal dia untuk membunuhnya secara pelan-pelan seakan-akan memang dia mati karna melahirkan?" Ucap Karin,wanita itu sekilas memikirkan rencana jahat Karin.
"Iya ma,dengan begitu Mahesa tidak akan curiga kepada kita." Tambah mamanya Mahesa.
"Aku takut,bagaimana jika Mahesa tau bisa-bisa kita semua akan mati ditangannya,kamu lihat betapa besar cintanya kepada wanita itu,bahkan kamu lupa dia pernah meninggalkan semua kemewahan yang dimilikinya demi wanita itu." Jawab sang nenek,dia sedikit ragu dengan rencana yang diberikan oleh Karin karna resikonya sangat besar.
"Itu tidak akan terbongkar jika kita bertiga bisa kerja sama,dan dokter itu kita bayar mahal,kalau bisa berikan apapun yang dia inginkan.Terus masalah bayinya nanti jika memang Mahesa mau menikah dengan Karin,mereka bisa membesarkan bayi itu bersama."Ucap mama Mahesa mendukung semua rencana sang nenek.
***** bersambung****
__ADS_1