
Grace ingin sekali memaki pria yang mengotori bajunya dengan muntahannya,tetapi dia masih menjaga sikapnya karna wanita tua yang sangat dia segani sudah berada di depannya.
"Kenapa lagi dengan anak nakal ini Daniel,apa kamu tidak bisa menjaganya hingga hampir setiap hari dia mabuk."Ucap sang nyonya besar,ingin rasanya Daniel mengumpat di hadapan wanita itu,tapi itu tidak mungkin dia lakukan karna dia sangat menghormati wanita itu.
"Maafkan saya nyonya." Hannya itu ucapan yang bisa dilontarkan oleh Daniel untuk melindungi diri sendiri dari kesalahan yang tidak dia lakukan.
"Ya sudah bawa anak nakal ini ke kamar dan kamu Grace bersih kan seluruh tubuhnya,kuharap kamu sabar dengan sikap cucuku,kamu tau betapa besarnya rasa sayangku kepadanya hingga aku tidak mengijinkannya menikah dengan sembarangan wanita." Ucap wanita tua itu,Daniel langsung memapah tubuh Mahesa dan meletakkannya di ranjang,setelah itu dia keluar dan meninggalkan Mahesa di kamar itu.
"Apes banget nasibku menikah dengan cucu konglomerat tapi hatinya untuk wanita lain." Ucap Grace dia dengan perlahan membuka semua baju Mahesa,dia memandangi tubuh suaminya dengan seksama.Grace menelan saliva nya melihat tubuh suaminya yang begitu menggodanya.Entah kenapa dia begitu menginginkan tubuh pria itu malam ini.
Perlahan-lahan Grace membuka baju yang dia kenakan,pelan-pelan dia menaiki tubuh suaminya dan ******* habis bibir pria yang belum sadar itu.Dia terus menelusuri tubuh pria itu,pelan-pelan dia membuka kancing celana suaminya,dia benar-benar tidak tahan melihat pesona suaminya yang sedang tidak sadar itu.
Ini pertama kalinya dia melihat wajah suaminya dengan jelas,pria itu akan selalu menghindar jika Grace mendekatinya.Dan ini bisa terjadi karna suaminya belum sadar dari mabuknya.Saat sedang di Landa gairah yang semakin bergelora tiba-tiba Mahesa terbangun dia membuka matanya dan melihat Grace yang sedang menindih tubuhnya.
Mahesa langsung mendorong tubuh Grace hingga wanita itu terjatuh kesamping nya,Grace benar-benar malu karna dia sudah melakukan sesuatu tampa ijin pria itu.
"Jangan pernah menyentuh ku,." Ucap Mahesa lalu dia,berdiri dan berjalan menuju kamar mandi malu dia memakai pakaiannya dan kembali tidur di sopa.
Sementara itu,dela baru saja selesai mengerjakan seluruh pekerjaannya,akhirnya dia memasuki kamarnya dan mengangkat kedua kakinya ke dinding karna dia begitu lelah sepanjang hari ini.
__ADS_1
"Nak...maafkan mama yang belum bisa bertemu dengan papamu,apa kamu merindukannya sayang." Ucap Dela,dia terus mengelus-elus perutnya yang masih rata.Malam ini entah kenapa rasanya dia begitu merindukan suaminya itu,ingin sekali dia pergi menemui pria itu,tapi dia begitu takut jika wanita tua itu tau keberadaanya.
"Andaikan hubunganku tidak serumit ini,mungkin kami setiap saat akan bisa bertemu."'Ucap Dela.Terakhir kalinya dia bertemu dengan suaminya,saat pria itu begitu memanjakannya sepanjang hari.
Pagi ini suasana pagi begitu dingin,Dela benar-benar malas untuk bangun,tapi mengingat sekarang dia hannya kariawan dia berusaha untuk bangun lalu mandi dan kembali ke tempat kerjanya.Dia sudah mulai membereskan semua peralatan dapur dari yang kecil sampai ke barang-barang yang besar.
Hari sudah mulai sedikit siang para pelanggan yang ingin menikmati makanan yang ada di restoran itu sudah mulai berdatangan para pelayan hari ini datang tepat waktu sehingga dela tidak harus repot untuk melayani di depan.
Mahesa kembali ke kantor,walaupun hari ini dia begitu malas memulai aktifitas,dia tetap berangkat ke kantor karna hari ini dia akan melakukan pertemuan bersama kliennya.
Jam yang sudah ditentukan akhirnya tiba,Mahesa dengan Daniel berangkat menemui klien itu di restoran yang sudah dijanjikan.
"Ahh...Sudahlah aku tidak peduli bertemu dimana semoga pertemuan kali ini menguntungkan perusahaan."Suara hati Mahesa.Sesampainya di depan restoran dia sedikit merasa harga dirinya turun karna restorannya sangat jauh dari seleranya,tapi mau gimana kliennya meminta untuk bertemu di tempat itu.
"Selamat siang tuan Mahesa,senang bisa bertemu pebisnis hebat sepertimu." ucap pria itu dia cukup hebat memuji orang lain.
"Maaf tuan Mahesa,aku sengaja mengajak mu makan di tempat ini karna aku sangat menyukai makanan di tempat ini,banyak orang-orang kalangan atas makan ditempat ini walaupun restorannya terlihat sederhana.
Saat mereka sedang memulai membahas tentang bisnisnya,seorang wanita masih terlihat sangat muda dengan seorang pria di mejanya tiba-tiba marah kepada beberapa pelayan di restoran itu.
__ADS_1
"Hei kalian apa kalian tidak bisa memberikan pelayanan baik kepada kami hingga kalian menyuguhkan Piring yang masih kotor kepadaku." ucap wanita itu dengan nada tinggi dan sedikit angkuh.Mahesa benar-benar kesal karna dia sedikit terganggu dengan keributan itu.
"Maaf nyonya,kami akan Menganti piringnya sekali lagi tolong maafkan kami."Ucap salah satu pelayan dia berulang kali membungkuk kepada wanita itu.
"Ada apa ini?" Tiba-tiba istri pemilik restoran itu menghampiri mereka,dia sudah memperhatikan keributan itu dari tadi dia takut jika keributan itu akan menganggu orang lain.
"Tolong ajari pelayan mu ini bagaimana cara melayani pelanggan,lihatlah dia sudah memberikan piring kotor kepadaku,aku tadi meminta piring bersih kepadanya tapi yang di berikan malah piring kotor begini." Ucap wanita itu seraya melemparkan pandangan tajam kepada kedua pelayan itu.
Anton juga langsung menghampiri mereka dia berulang kali meminta maaf kepada wanita itu tapi dia tetap keras kepala dia tidak menerima kata maaf dari mereka.
"Baiklah nyonya anda bisa makan sepuasnya di tempat ini dengan gratis." Ucap Anton dia benar-benar kesal dengan wanita sombong itu,dia takut mamanya akan mempermalukan dela.
"Bawa wanita sialan itu ke tempat ini,bisa-bisanya dia bekerja dengan tidak beres,aku akan memberinya pelajaran "'Ucap wanita itu.Kedua pelayan itu memanggil dela dan membawanya ke meja itu.
"Sudah lah ma...Dia juga kelelahan."Ucap Anton.Dia tidak tega jika mamanya akan mempermalukan dela.
"Ada apa nyonya?" Suara dela begitu gemetaran saat dia di panggil ke tempat itu,dia sangat ketakutan jika dia melakukan kesalahan.Seketika itu Mahesa langsung menoleh dia benar-benar sangat mengenali suara itu.
"Kamu lihat ini kerjamu,apa saja yang kamu lakukan hingga membersihkan piring ini saja kamu tidak mampu."Ucap wanita itu dengan nada tinggi.
__ADS_1
****bersambung****