Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 157


__ADS_3

Julie dan Kevin diantarkan ke bandara oleh mama Farah dan pak Agus sopir pribadinya.


Selama dalam perjalanan , mama Farah terus menggendong Christian.


"Kenapa cepat banget kalian pulang ke Bali?" , ucap mama Farah.


"Besok aku sudah harus masuk kerja lagi ma" , jawab Julie.


"Nanti siapa yang akan menjaga Christian?" , tanya mama Farah.


"Untuk sementara bu Sri dulu ma yang menjaga Christian , sampai bulan depan ketika rumah kami sudah selesai , baru kami akan mencari babysitter" , jawab Kevin.


"Kalian mau pindah rumah?" , ucap mama Farah yang belum mengetahui Kevin membeli rumah disana.


"Iya ma , rumahnya baru aku beli" , ucap Kevin.


"Memangnya rumah yang sekarang rumah siapa?" , tanya mama Farah.


"Kami ngontrak ma" , jawab Julie.


"Oh , kalau gitu nanti mama datang ketika kalian sudah pindah ke rumah baru kalian saja ya" , ucap mama Farah.


"Apakah mama mau datang ke Bali?" , ucap Kevin yang biasanya mamanya disuruh ke tempat mereka , mamanya gak mau.


"Iya nak , nanti kalau mama kangen dengan Christian , mama pergi ke Bali" , ucap mama Farah.


"Baiklah ma" , jawab Kevin dan Julie bersamaan.


Tidak terasa mobil yang dibawa oleh pak Agus telah sampai di bandara.


Mama Farah entah kenapa sangat berat hati untuk berpisah dengan cucu yang awalnya tidak diinginkannya itu.


"Ma , kami sudah harus masuk ke dalam , kalau gak....nanti kami telat" , ucap Kevin.


"Iya nak , tapi mama masih mau main dengan Christian" , ucap mama Farah dengan lirih.


"Nanti mama datang ke Bali saja ya" , ucap Julie.


"Baiklah" , ucap mama Farah sambil mencium pipi bulat Christian dan memberikannya kepada Julie.


"Kami berangkat dulu ya ma" , ucap Julie dan Kevin bersamaan.


"Iya nak" , jawab mama Farah.


Kevin dan Julie berjalan masuk kedalam bandara , mama Farah berjalan masuk ke dalam mobil dan menuju pulang ke rumah.


********


Di Singapura....


Alexandria terus duduk termenung sambil menitikkan air matanya di atas kasur.


Dia benar-benar tidak mau mandi , tidak mau ngapa-ngapain hanya duduk diam di atas kasur.


"Sayang , kamu harus makan dulu , jangan nangis terus" , ucap Leonardo sambil membawakan sarapan untuk istrinya ke dalam kamar.

__ADS_1


"Aku gak ada selera makan sayang" , ucap Alexandria yang masih bersedih.


"Kamu harus makan sayang , biar bagaimana pun kamu juga dalam masa pemulihan setelah melahirkan , aku gak mau kalau kamu sakit" , ucap Leonardo.


"Bagaimana aku bisa makan , anak aku sedang terbaring lemah di rumah sakit" , ucap Alexandria dengan lirih.


"Kamu harus kuat sayang , kemaren kan kita juga sudah konsultasi dengan dokter , meskipun anak kita yang pertama seperti ini , tapi nanti kita pasti bisa mendapatkan anak yang terlahir dengan sehat" , ucap Leonardo.


"Aku belum mau memikirkan punya anak sekarang , melihat Salvio saja , membuat hati aku teriris-iris" , ucap Alexandria sambil meremas baju di bagian dadanya.


"Bukan cuma kamu yang sedih sayang , aku juga sedih , tapi kita harus bisa menghadapi semua ini dengan kuat" , ucap Leonardo sambil memeluk tubuh istrinya.


"Apa kesalahan aku kali ini sayang , aku sudah benar-benar menjaga kandungan aku dari makanan sampai susu semua kualitas yang terbaik. Kenapa anak kita bisa seperti ini?" , ucap Alexandria sambil terisak tangis.


"Mungkin ini cobaan yang harus kita hadapi sayang , aku yakin kamu pasti kuat menghadapinya. Kamu makan ya , aku gak mau kalau kamu sampai sakit" , ucap Leonardo sambil membelai kepala istrinya.


Alexandria hanya diam dan masih terus menangis dalam pelukan suaminya.


Sampai akhirnya Alexandria merasa lelah dan tertidur di dalam pelukan suaminya.


Leonardo yang melihat istrinya tertidur lagi , membaringkan tubuh istrinya di atas kasur.


Leonardo sebenarnya gak kuat melihat istrinya seperti itu , biasanya orang yang baru melahirkan akan memiliki tubuh gendut dan berisi , tapi Alexandria dalam sekejap bisa mulai turun drastis berat badannya.


"Kamu harus kuat sayang , aku yakin kita pasti bisa melewati semua ini" , ucap Leonardo sambil mengecup kening istrinya.


Leonardo berjalan menuju ke meja rias yang ada di dalam kamar dan mulai melihat pekerjaannya kembali.


Sejak Alexandria di rumah sakit sampai pulang ke rumah , Leonardo tidak pergi ke perusahaannya untuk bekerja , tapi dia akan bekerja dari rumah , karena dia tidak mau meninggalkan istrinya yang emosinya masih labil.


********


Julie dan Kevin sudah sampai di rumah kontrakan mereka.


"Akhirnya nyonya , tuan dan Christian sudah kembali lagi kesini" , ucap bu Sri yang langsung tersenyum bahagia melihat kepulangan Julie dan Kevin kesana.


"Iya bu , bagaimana selama ibu sendiri disini?" , tanya Julie.


"Paling saya mengobrol dengan bu Sani , bu Vita kalau gak dengan Ina ketika dia sedang membawa mamanya Dewa berjemur" , jawab bu Sri.


"Bagaimana keadaan mamanya Dewa bu?" , tanya Kevin sambil memasukkan barang-barang mereka ke dalam rumah.


"Sudah jauh lebih baik tuan , saya dengar Ina dan Dewa juga katanya gak lama lagi akan menikah" , ucap bu Sri.


"Benarkah bu?" , ucap Julie yang membulatkan matanya karena terkejut.


"Benar nyonya" , jawab bu Sri.


"Bagaimana bisa mereka menikah?" , ucap Kevin.


"Katanya Ina suka dengan Dewa , dan gak disangka Dewa juga ternyata diam-diam suka dengan Ina" , ucap bu Sri.


"Bu Sri dapat berita dari mana?" , tanya Julie.


"Dari bu Vita tetangga depan rumah kita , katanya Dewa selalu suka tersentuh melihat Ina yang selalu menyediakan makanan untuknya" , ucap bu Sri.

__ADS_1


"Memang Ina sebenarnya sudah suka sama Dewa , baguslah kalau mereka bisa jadian dan akan menikah" , ucap Julie.


"Kalau mereka menikah , berarti aku gak perlu menggaji Ina lagi dong sayang" , ucap Kevin.


"Aku juga gak tau suamiku , kalau masalah itu , lebih baik nanti kita bahas ketika mereka mengabarkannya kepada kita , tapi nanti menanyakannya jangan secara langsung begitu , nanyanya baik-baik saja , kalau gak... nanti kesannya kamu gak mau bantuin Dewa lagi" , ucap Julie.


"Iya , kamu benar sayang" , jawab Kevin.


"Baiklah , nyonya dan tuan hari ini mau makan apa?" , tanya bu Sri.


"Aku mau sop ayam , sayur dan telur balado saja bu" , ucap Julie.


"Baik nyonya , kalau gitu saya beli bahannya dulu" , ucap bu Sri.


"Ini uangnya bu , beli bahan-bahan yang lain juga ya buat beberapa hari kedepan , sekalian beli ikan , saya mau ikan goreng" , ucap Kevin sambil memberikan beberapa lembar uang seratusan kepada bu Sri.


"Baik tuan" , jawab bu Sri sambil mengambil uang yang diberikan oleh Kevin dan berjalan keluar.


Julie dan Kevin berjalan masuk ke dalam kamar sambil memasukkan semua barang-barang mereka.


"Aku haus sayang" , ucap Kevin.


"Baiklah , aku ambilkan minum dulu ya" , jawab Julie sambil meletakkan Christian di box bayi.


Tidak lama Julie masuk ke dalam kamar sambil membawa segelas air dan terdengar suara ponsel Kevin berbunyi.


Kevin melihat nama mama Farah yang tertera di layar ponselnya dan menyentuh tombol terima panggilan.


"Halo ma" , jawab Kevin.


"Halo nak , kalian sudah sampai di rumah?" , tanya mama Farah.


"Sudah ma" , jawab Kevin.


"Baru juga kalian pergi , rumah ini menjadi sepi nak , kalian apa gak mau tinggal disini selamanya?" , tanya mama Farah.


"Belum ma , Julie masih mau bekerja disini" , ucap Kevin.


"Kamu coba membujuk Julie ya buat pindah kesini , nanti kalau Julie mau bekerja disini kan mama bisa bantuin jaga Christian" , ucap mama Farah.


"Nanti aku coba bilang ke Julie ya ma" , jawab Kevin.


"Baiklah nak , kalau gitu mama tutup dulu ya" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Kevin sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Mama bilang apa suamiku?" , tanya Julie sambil memberikan segelas air kepada Kevin.


"Mama minta kita pindah ke Jakarta sayang , katanya kalau di Jakarta kan mama bisa bantuin jaga Christian" , ucap Kevin.


"Ya gak bisa dong suamiku sayang , kerjaan aku kan disini" , ucap Julie.


"Iya sayang , aku sudah bilang begitu sama mama" , ucap Kevin sambil meminum air yang dibawakan oleh istrinya.


Setelah itu Julie mulai mengeluarkan barang-barang mereka yang ada di dalam koper dan menyusunnya ke dalam lemari.

__ADS_1


__ADS_2