Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 95 ~ Jadilah wanita berharga ~


__ADS_3

Karin mengikuti langkah kaki Mahesa menuju ruangannya,sebagai wanita dia sama sekali tidak peduli dengan ucapan Mahesa.Setelah sampai di ruangan Mahesa Karin langsung duduk di sopa.


"Mahesa,kamu tidak tau kemarin kami bertemu dengan nenekmu di shanghai dia sangat senang akhirnya pernikahanku dengan suamiku berakhir." Ucap Karin dengan bangga.Mahesa menghentikan aktifitasnya lalu menoleh ke arah Karin,Mahesa semakin curiga jika Karin memiliki tujuan tertentu kepadanya.


"Terus urusannya sama aku apa? penjelasan ku tadi apa kurang jelas atau pendengaran mu kurang baik,hingga kamu tidak bisa mencerna semua ucapan ku dengan baik?" Tanya Mahesa,dia benar-benar kesal.Kehadiran Karin dikantornya sukses membuat mood nya rusak lagi ini.


Karin menghela napasnya dengan berat ternyata Mahesa bukan pria yang dulu yang sangat mencintainya dengan segala kekurangannya,dia sangat penasaran wanita mana yang bisa mengambil hati Mahesa.


"Mahesa,kata nenek dia masih berharap jika hubungan kita bisa di sambung lagi,dan dia sudah menceritakan latar belakang istrimu,itulah sebabnya dia tidak setuju pernikahanmu dengan istrimu yang sekarang." Ucap Karin,


"Nenek,nenek berbicara seperti itu,tidak mungkin sudah lama dia menerima Dela dirumah kami,bahkan selama ini dia memberi perhatian lebih kepada Dela,jadi ucapan mu hannya bualan mu saja."

__ADS_1


"Itu sebelum kami bertemu,saat kami bertemu dan aku menceritakan semua masalah rumah tanggaku,nenekmu begitu senang katanya kita masih punya harapan untuk bisa bersama." Ucap Karin santai.


"Sekarang kamu keluar,Karna sebentar lagi aku ada meeting,ingat Karin aku tidak menyambut mu jika kamu masih terus menemui ku,dan aku berharap jadilah wanita berharga." Ucap Mahesa lalu kembali menyibukkan diri seakan mengusir Karin secara lembut.


Karin merasa sungkan berada di ruangan itu akhirnya dia memilih meninggalkan Mahesa,dan kata-kata yang dilontarkan Mahesa cukup membuatnya merasa tidak nyaman.


Saat Karin keluar dari ruangan Mahesa tiba-tiba putri berjalan ke arahnya Tampa memperhatikan jalannya hingga mereka bertabrakan.Karin yang sudah memendam emosi akhirnya melampiaskan amarahnya kepada putri.


"Terus matamu juga kamu tarok dimana harusnya kamu tadi menghindar saat aku ingin menabrak mu,dasar belagu." Jawab putri membuat Karin semakin kesal.


"Aarrrgghhh....Dari tadi semua orang membuatku marah,kamu ngapain kamu ke kantor ini sepertinya kamu buka kariawan di perusahaan sebesar ini." Ucap Karin dengan mata menyelidik,dia tidak yakin perusahan sebesar itu memiliki kariawan dengan penampilan yang sangat buruk.

__ADS_1


"Terserah aku dong ini perusahan suami Kaka ku weekk." Ucap Putri mencibir lalu pergi masuk keruangan Mahesa Tampa mengetuk.Karin berpikir sebentar lalu menggelengkan kepalanya,dia sekarang mengerti kenapa neneknya Mahesa tidak menerima kehadiran istrinya itu karna mereka memang berbeda kasta.


"Bang,bagi duit dong." Ucap Putri lalu langsung mendaratkan bokongnya di atas sopa.


"Apa lagi ini Tuhan,kenapa dari tadi semua orang menggangguku,ini lagi menyesal aku dulu membawa ini kerumah,kerjanya kelayapan dan tidak pernah melaksanakan apa yang menjadi tugasnya." batin Mahesa,lalu dia mengambil dompetnya dan mengambil beberapa uang merah.


"Ini cepat keluar dari ruangan ini,sebelum aku kesal denganmu,kenapa kamu tidak menjaga kaka mu dirumah." Tanya Mahesa.Sementara mata putri langsung berbinar saat melihat uang yang diletakkan Mahesa di atas mejanya.


"Makasih bang,kak Dela marah kepadaku,aku nga tau apa salahku bang tiba-tiba saja tadi dia memakiku,memang bang semenjak dia menikah dengan abang dia sangat sombong dan egois." Ucap Putri.Dia terlihat berusaha untuk menjelekkan Dela di hadapan Mahesa tapi seperti biasa Mahesa akan mengabaikan setiap dia mengadu.


"Ambil uang dan keluar,kamu tidak perlu menjelekkan istriku,sepertinya aku lebih tau tentang dia dari pada kamu,sikapmu yang perlu kamu perbaiki,harusnya kamu cari kerjaan biar kamu punya masa depan nantinya jangan Kelayapan terus."Ucap Mahesa.

__ADS_1


**** bersambung***


__ADS_2