Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 203


__ADS_3

Mathew pun kembali duduk di kursi sofa yang ada disana.


"Apa lagi yang mau papa bicarakan?" , tanya Mathew.


"Waktu Alberto datang ke Bali , katanya dia bertemu dengan mantan kekasihnya yang dulu dan mereka juga sudah mempunyai anak" , ucap papa Gerardo.


"Kenapa papa mengatakan hal itu? Apa yang papa inginkan? Apa papa mau mengambil anaknya Julie?" , tanya Mathew.


"Berarti kamu kenal dengan wanita itu , kalau gitu kamu bawa papa untuk bertemu dengan wanita itu" , ucap papa Gerardo.


"Apa yang papa inginkan? Aku gak akan mempertemukan papa dengan Julie kalau papa mau mengambil anaknya. Gara-gara papa Alberto harus meninggalkan wanita dan anak yang sangat dicintainya. Bahkan sampai saat dia kesini dan bertemu dengan Julie , masih terlihat rasa cinta yang sangat besar untuk Julie di dalam diri Alberto. Tapi papa sudah merusak semua kebahagiaan yang dimiliki oleh anak-anak papa" , ucap Mathew.


"Kebahagian? Tau apa kamu tentang kebahagiaan?" , ucap mama Isabella yang gak suka mendengarkan perkataan anaknya.


"Papa dan mama yang gak tau tentang kebahagiaan. Meskipun aku pergi dari rumah dan dikeluarkan dari keluarga Fernandes , tapi aku hidup dengan sangat bahagia bersama dengan wanita yang sangat aku cintai. Aku rasa papa dan mama hanya buang-buang waktu untuk datang ke Bali. Lebih baik papa dan mama kembali ke Singapura , jaga anak dan menantu kesayangan kalian" , ucap Mathew sambil berdiri dari duduknya.


"Papa mau meminta Julie untuk menemui Alberto , siapa tau dengan kehadiran Julie , Alberto bisa bangun dari komanya" , ucap papa Gerardo.


"Gak akan mungkin Julie mau bertemu dengan Alberto lagi pa. Terakhir kali saja bertemu dengan Alberto itu , Julie sudah mengatakan dengan sangat jelas , kalau dia tidak ingin melihat Alberto lagi dalam hidupnya" , ucap Mathew.


"Papa mohon nak , papa tau kalau dulu papa sudah membuat kesalahan yang sangat besar. Kalau dengan kehadiran Julie membuat Alberto bisa bangun dari tidurnya. Memohon kepadanya pun papa mau" , ucap papa Gerardo.


"Apa papa sudah kehilangan pikiran papa? Apakah penyakit papa sudah membuat papa menjadi aneh seperti ini?" , ucap mama Isabella.


"Cukup ma , semua ini memang salah papa. Karena trauma masa lalu papa dan keegoisan papa , akhirnya papa membuat keluarga ini menjadi berantakan. Sudah gak ada lagi kebahagiaan di keluarga kita. Keluarga kita sudah gak seperti dulu lagi ma. Apa mama gak lihat bagaimana anak Alexandria? Ditambah sekarang kondisi Alberto yang sudah sangat kritis. Semua itu salah papa ma" , ucap papa Gerardo dengan nada tinggi.


Mama Isabella dan Mathew hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan papa Gerardo.


"Kalau saja waktu itu papa gak menentang hubungan Alberto , pasti sekarang Alberto gak seperti ini. Pasti Alberto baik-baik saja. Karena istri yang kita pilihkan buat Alberto terlalu banyak meminta hal yang aneh-aneh membuat Alberto harus keluar di tengah malam dan mengakibatkan dia mengalami kecelakaan" , ucap papa Gerardo dengan lirih.


"Semua ini bukan salah Yui san pa. Gak disangka aja mereka bisa mengalami kecelakaan. Yang menabrak mereka juga sopirnya sedang mabuk kan" , ucap mama Isabella yang masih membela menantu kesayangannya.


"Tapi apa mama gak pernah berpikir. Kenapa Alberto bisa menitikkan air matanya begitu papa menyebutkan wanita itu saat dia koma?" , ucap papa Gerardo.


"Mungkin saja itu kebetulan pa" , ucap mama Isabella.


"Coba mama pikirkan , selama ini hampir setiap hari Yui san terus kesana , memanggil Alberto bahkan sampai menangis bahkan sampai teriak karena dia sudah merasa frustrasi. Apa Alberto pernah menitikkan air matanya?" , ucap papa Gerardo.


Mama Isabella pun langsung terdiam seribu bahasa , karena pada kenyataannya memang selama ini...jangankan Yui san , mama Isabella sendiri saja yang selalu terus memanggil anaknya untuk bangun pun gak pernah melihat Alberto menitikkan air matanya.

__ADS_1


Mathew yang sudah mendengarkan semuanya.


"Baiklah pa , aku akan mencoba untuk menanyakannya terlebih dahulu kepada Julie. Tapi aku gak janji akan bisa mempertemukan Julie dan papa" , ucap Mathew.


"Papa mohon nak , kamu bantu papa untuk membujuk Julie ya" , ucap papa Gerardo.


"Aku akan mencobanya dulu pa" , jawab Mathew.


"Baiklah" , ucap papa Gerardo.


"Kalau gitu aku kembali kerja dulu ya pa...ma..." , ucap Mathew.


"Iya nak" , jawab papa Gerardo dan mama Isabella bersamaan.


Mathew berjalan keluar dari kamar hotel menuju ke mobilnya.


Selama dalam perjalan ke kantor , pikiran Mathew di penuhi oleh...


Bagaimana caranya agar dia bisa membujuk Julie untuk bertemu dengan orangtuanya yang tidak pernah menyukainya dulu? Bahkan Mathew yang juga pernah merasakan sakit hati kepada orang tuanya saja , sampai sekarang belum bisa melupakan apa yang pernah dilakukan oleh papa dan mamanya kepada dirinya di masa lalu.


.


.


"Besok acara ulang tahun anak kamu jadi diadakan?" , tanya Teddy.


"Jadi" , jawab Julie.


"Aku kirain kamu akan langsung ke Jakarta setelah ini , karena kita sudah mengadakan acara perpisahan di kantor" , ucap Teddy.


"Gak , aku tetap akan merayakan ulang tahun anak aku besok. Ini karena ide Haris ingin merayakan perpisahan di kantor" , ucap Julie.


"Iya , acara perpisahan di kantor dan acara ulang tahun kan berbeda" , ucap Haris.


"Baiklah , aku gak ada masalah selama masih berhubungan dengan acara makan makan" , jawab Teddy sambil terkekeh.


Mereka semua pun ikut tertawa mendengarkan perkataan Teddy.


Tidak lama mobil yang dibawa oleh Mathew telah sampai di depan kantor.

__ADS_1


Mathew turun dari mobil dan masuk ke dalam kantor.


"Akhirnya pak Mathew sudah sampai juga di kantor" , ucap Haris yang sudah mengabarkan Mathew sebelumnya kalau mereka akan mengadakan acara perpisahan Julie siang itu.


"Iya maaf , tadi aku masih ada urusan lain , makanya jadinya telat sampai ke kantor" , ucap Mathew.


"Gak apa-apa pak. Kita juga masih punya waktu istirahat setengah jam lagi dan makanan juga masih banyak" , ucap Teddy.


Iya jawab Mathew yang ikut makan-makan terlebih dahulu.


Selesai acara makan-makan....


"Ayo kita berfoto dulu sebagai kenang-kenangan" , ucap Rio sambil mengatur kamera ponselnya supaya bisa mengambil gambar mereka semua.


Selesai berfoto....


"Nanti kirimkan ya fotonya lewat chat" , ucap Haris.


"Baiklah" , jawab Rio sambil berjalan dan mengambil ponselnya untuk melihat hasil foto mereka.


Julie langsung memanggil Mathew.


"Pak , kerjaan saya sudah selesai. Apa bapak mau melihatnya dulu?" , tanya Julie.


"Baiklah Julie" , jawab Mathew sambil berjalan menuju ke meja kerjanya.


Julie mengambil laptop yang ada di meja kerjanya dan membawanya menuju ke meja kerja Mathew.


Mathew melihat dulu hasil kerjaan Julie untuk beberapa saat.


"Ok...bagus , seperti biasa saya suka dengan design yang kamu buat" , ucap Mathew.


"Terima kasih pak dan ini jadwal kerjaan selanjutnya" , ucap Julie sambil memberikan selembar kertas kepada Mathew.


"Baiklah , semoga kamu sukses di luar sana" , ucap Mathew.


"Terima kasih pak , kalau gitu saya mau membereskan barang-barang saya lagi" , ucap Julie.


"Tunggu dulu Julie , ada yang mau saya bicarakan sama kamu , ini masalah pribadi. Apakah kamu mau mendengarkannya dulu?" , ucap Mathew.

__ADS_1


Julie merasa agak heran mendengar Mathew mau membahas masalah pribadi dengannya di kantor. Tapi Julie juga sangat ingin tau apa yang akan dikatakan oleh Mathew.


"Baiklah pak" , jawab Julie.


__ADS_2