
Grace merasa bahagia bercampur takut saat menemui kedua orang tuanya di rumah mereka,dimana ini pertama kalinya dia menemui orang tuanya tapi suaminya sudah tidak ikut.Sebenarnya dia enggan untuk pulang tapi mau bagaimana semua orang di rumah suaminya semakin tidak perduli dengan kehadirannya.
"Grace....Kamu kembali sayang..mana suamimu nak kok nga ikut?Tanya sang mama lalu memeluk putri kesayangannya itu.Saat yang bersamaan papanya keluar dari kamar dan menghampiri mereka.
"Bawa masuk putri kita mah,sudah lama nga pulang sekalinya pulang bukannya mengabari dulu biar mamamu bisa masak tadi."Ucap sang papa.Grace lalu memeluk sang papa dan mengandeng kedua tangan orang tuanya dan membawanya masuk kedalam rumah.
"Mana suamimu nak kok nga ikut pulang?" Tanya sang papa sambil mendaratkan bokong nya di atas sopa yang sangat sederhana.Ada rasa takut di hati Grace untuk menceritakan masalah pernikahannya,dia takut penyakit jantung papanya kumat apalagi sang papa sudah memberikan semua tanahnya kepada Mahesa.
"Dia sibuk pah."Jawab Grace simpel dia malas menceritakan semua prestasi yang didapat suaminya,sementara suaminya tidak mencintainya sama sekali.Bagi Grace sehebat apa pun Mahesa,dia akan sangat sulit mendapat cinta dari pria itu jika Dela masih bersamanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sih Grace? kayak nga semangat gitu,harusnya kalau sudah jadi istrinya konglomerat,kamu harus bahagia dong,mama saja bangga dapat mantu seorang konglomerat,apalagi saat pernikahanmu semua televisi memberitakan mama sangat bangga,kamu tau Grace semua orang di sekitar sini memuji papa mama."Ucap mamanya Grace membuat Grace semakin tidak semangat.
Sudah tiga hari Grace tinggal bersama keluarganya,setiap kali di tanya jawabannya selalu baik-baik saja.
"Grace,temani papa menemui suami mu hari ini ke kantornya,papa mau ikut meninjau lokasi pembangunan hotel di tanah yang papa berikan kepadanya."Ucap sang ayah membuat Grace sedikit takut.
"Papa sendiri saja lah lagi nga enak badan aku pah."Jawab Grace acuh,jika dia menemani papanya menemui Mahesa dia takut jika papanya curiga dengan hubungan mereka yang tidak baik.Melihat Grace yang menolak secara halus membuat pria itu semakin yakin jika Grace dan suaminya ada masalah.
"Aku sangat bangga saat putriku satu-satunya menikah dengan orang besar seperti Mahesa,tapi aku adalah orang yang pertama yang tidak terima jika seandainya Mahesa mempermainkan putriku."Ucap bima dia menghela napas panjang memikirkan sesuatu yang belum dia tau kejelasannya.
__ADS_1
Saat dia sampai di gedung perusahan itu security langsung membawanya menemui Mahesa karna sebagian besar orang-orang kantor tau siapa Bima.
"Pak,silahkan ikut denganku semoga pak tuan Mahesa tidak ada meeting hari ini."Ucap security ramah.Dan semua kariawan yang ada disitu menyambut Bima dengan sopan.Ada sedikit rasa bangga dihatinya saat dia diperlakukan dengan baik oleh kariawan menantunya itu.
Tok....tok....tok
"Masuk."Ucap Mahesa dia terus melanjutkan pekerjaannya tampa memperhatikan siapa yang memasuki ruangannya.
"Apa aku bisa duduk nak Mahesa?" Tanya Bima,seketika Mahesa terkejut dia langsung menoleh ke pada Bima.
__ADS_1
"Papa..."Ucap Mahesa sedikit gugup,dia tidak tau kenapa tiba-tiba pria itu datang ke kantornya.
***bersambung***"