
Pagi-pagi sekali Dela langsung bangun,lalu mandi membersihkan tubuhnya yang begitu lengket,maklum karna semalam mereka pulang dari mall langsung tidur dan tidak sempat membersihkan tubuh.
Setelah selesai mandi Dela mengambil baju yang dibelikan oleh suaminya lalu dia mengenakan dress hamil,dia terlihat benar-benar cantik dan anggun di padukan di padukan dengan sepatu tapak Leles yang cocok untuk bumil.
Setelah itu tidak lupa Dela merias wajahnya agar terlihat lebih segar,sudah lama dia tidak pernah pakai make up,kali ini dia ingin terlihat tampil cantik di hadapan suaminya.Setelah semuanya selesai dia langsung naik ke ranjang lalu mencium kening suaminya dan mencoba membangunkan pria yang begitu dia cintai.
"Sayang...bangun,apa hari ini kamu tidak kekantor?" Ucap Dela sambil berbisik di telinga suaminya itu,seketika Mahesa terbangun lalu duduk di ranjang,dia begitu kaget melihat istrinya yang sudah sangat cantik pagi ini.
"Sayang kamu cantik banget pagi ini...Kamu terlihat begitu menggoda memakai dress itu,bumil ku ini pagi-pagi sudah menggoda suaminya." Ucap Mahesa lalu memeluk erat tubuh istrinya,dia melakukannya dengan begitu hati-hati karna takut anaknya sesak di dalam perut istrinya.
"Sayang kamu selalu membuatku bergairah,tapi aku akan bertahan sampai bayi kita lahir,aku tidak mau dia merasa sesak di dalam." Ucap Mahesa sambil berbisik di telinga istrinya.
"Huhhh kamu menggombal saja." Ucap Dela sambil mencubit pinggang suaminya.Saat mereka sedang asik bercanda tiba-tiba putri datang membawa dua gelas minuman tampa mengetuk pintu hingga membuat Dela dan suaminya kaget.
"Tuan ini minuman untuk anda dan nyonya."Ucap Putri,seketika Dela langsung terbangun dan berdiri hampir saja dia jatuh kelantai karna dia terlalu kaget.
"Dasar pembantu sialan,nga ada sopan santun mu,mulai hari ini kamu keluar dari rumah ini sekarang juga kamu saya pecat." Ucap Mahesa lalu mendorong tubuh putri hingga dia hampir saja jatuh dan minuman yang ada di gelas itu seketika tumpah membasahi bajunya.
__ADS_1
"Maafkan aku tuan,ini semua atas perintah nyonya kedua." Ucap Putri,dia memang disuruh oleh Maya untuk mengantarkan minuman untuk mereka.
"Keluaaarrrrr.." Ucap Mahesa berteriak dia begitu kesal karna seorang pembantu sudah berani memasuki kamarnya tampa mengetuk sama sekali.
"Ada apa?" Tanya sang nenek dia menoleh ke arah Dela yang sudah berpenampilan cantik hari ini,Dela sedikit takut melihat tatapan wanita tua itu.
"Keluar semua dari kamar ini,aku mau mandi "
"Mandi lah habis kami tunggu di meja makan." Ucap sang nenek lalu dia keluar di ikuti semua orang yang ada di ruangan itu,Putri begitu takut dengan teriakan Mahesa ini pertama kali dia melihat Mahesa semarah itu.
"Sayang,hari ini aku ikut ke kantormu,aku takut dirumah ini,karna aku belum bisa dekat dengan mereka semua." Ucap Dela sambil memasang dasi untuk suaminya itu,dia berusaha berjinjit untuk memasangkan dasi ke leher suaminya karna dia terlalu pendek di banding suaminya,melihat istrinya yang sangat menggemaskan Mahesa langsung meraih pinggang istrinya dan mengangkatnya agar istrinya bisa memasang dasi untuknya.
"Kamu jangan berlebihan bukankah di rumah ini banyak pelayan,kenapa harus kamu yang turun tangan untuk membuat susu kepada istri tercintanya ini." Ucap Maya dengan nada menyisir,dia begitu gerah melihat sikap perhatian anaknya kepada Dela.
"Mama,dia istriku,dan sebentar lagi dia akan melahirkan anakku,bukankah aku berhak membuatnya nyaman,mama tidak perlu sibuk mengurusi hal seperti ini."Ucap Mahesa, Dela benar-benar ketakutan mendengar sindiran dari ibu mertua yang tidak pernah dia sapa sama sekali.
Melihat wajah semua orang terlihat sangat tegang Mahesa memutuskan untuk segera berangkat kekantor mood untuk makan,hilang begitu saja saat dia melihat suasana yang begitu tegang dimeja makan itu.
__ADS_1
"Mahesa makan." Panggil sang nenek,Mahesa menghentikan langkahnya lalu menoleh ke arah neneknya yang sempat berteriak memangil namanya,jarang sekali wanita tua itu menyebut namanya.
"Maaf nenek aku sudah terlambat,nanti aku makan."'Ucap Mahesa lalu dia mendekati neneknya dan mencium pipi sang nenek untuk berusaha mengambil hatinya kembali.
Setelah mereka pergi sang nenek menghela napas panjang beberapa kali mereka semua berusaha mencelakai wanita itu tetapi tetap juga gagal,bahkan Mahesa membawa istrinya kekantor mungkin dia sedikit curiga dengan orang-orang yang ada di rumah ini.
Grace dengan emosi memasuki kamar,dia melempar semua barang-barang yang ada di kamar bahkan melempar bingkai Poto pernikahannya dengan Mahesa.Dia sudah tidak mampu melihat kemesraan kedua pasangan itu,bahkan mereka seperti sengaja memamerkan kemesraan mereka di rumah itu.
"Sayang,kamu harus sabar,kamu kan tau tidak ada orang dirumah ini yang menerima kehadiran wanita itu,kita harus sabar menunggu harinya tiba melihat wanita itu keluar dari rumah ini,coba kamu sedikit sabar,jangan emosi kamu harus menunjukkan sikap elegan kamu kepada wanita itu,yakinlah kamu akan menjadi pemenangnya nanti." Ucap Maya seraya memeluk tubuh menantunya itu.Wanita itu sedikit prihatin melihat pernikahan anak dan menantunya.Dia tidak menyangka jika Mahesa akan sekeras itu berjuang kepada wanita kampung yang di cintai nya itu.
"Tapi ma,aku benar-benar lelah aku hampir tidak mampu melihat kemesraan mereka berdua." Ucap Grace sambil sesenggukan karna menagis sepanjang malam dan pagi ini juga.Setelah berhasil menenangkan menantunya Maya kembali menemui mertuanya,dia sangat tau jika mertuanya juga begitu keras menolak wanita itu.
Saat dia memasuki kamar mertuanya dia melihat wanita itu sedang minum anggur sambil merokok,dia sangat tau sikap buruk mertuanya jika dia sedang memiliki beban pikiran yang sulit dia terima maka dia akan merokok dan juga mabuk.Dia juga sedikit heran dengan mertuanya dia sudah sangat tua tapi untuk merokok dan mabuk dia masih sungguh hebat.Tapi dia masih bisa menguasai dirinya mertuanya hannya merokok dan minum saat memiliki masalah yang tidak bisa di selesaikan olehnya.
*****
Dela sepanjang hari hannya menghabiskan waktu bermain ponsel dan menonton sambil menunggu suaminya,hal itu jauh lebih baik baginya dari pada tinggal dirumah bersama mertua dan neneknya.
__ADS_1
"Sayang..Aku sedikit tidak enak dengan keluargamu!!
***bersambung***