
Grace mendatangi rumah Mahesa setelah terjadi adu mulut antara dia dan Mahesa,sedikit pun dia tidak terima saat diperlakukan tidak sopan oleh Mahesa.
Wanita tua itu sedang menikmati teh sambil membaca majalah fashion,saat itu putri sedang membersihkan ruangan perasaan nya selalu kesal jika wanita itu mengunjunginya rumah tuan nya.
"Nenek...Hiks..Hiks.." Grace berlari ke pelukan wanita tua itu dia menumpahkan semua rasa kesal yang ada di hatinya di pelukan wanita tua itu.Wanita angkuh itu mengerutkan keningnya dia merasa mereka tidak sedekat itu tapi melihat Grace menangis dengan sangat sedih akhirnya dia luluh juga.
"Ada apa katakan kepadaku kenapa sampai kamu menagis." Tanya sang nenek.Grace melepaskan pelukannya lalu mengucap air mata yang ada di wajahnya.
"Nenek Mahesa punya wanita lain,dan aku yakin wanita itu hannya wanita biasa sepertinya dia hannya wanita desa,tetapi mereka tinggal di hotel bersama." Ucap Grace dia sangat berharap wanita Yang ada di hadapannya mampu menegur Mahesa dan kalau bisa secepatnya menikahkan mereka.
"Hahaha..Kamu pikir nenek percaya,aku sangat tau selera cucuku,tidak mungkin seorang Mahesa harus merendahkan dirinya untuk mencintai wanita yang bukan seleranya." Ucap sang nenek penuh percaya diri.
"Tapi nek,aku melihatnya dengan jelas." Ucap Grace.Sementara putri semakin mempertajam pendengarannya,dia tidak menyangka pria yang begitu dia kagumi begitu banyak wanita yang mengejarnya.
"Sudahlah,mungkin itu hannya mainannya suatu saat kamu akan tetap menjadi miliknya." Ucap sang nenek penuh percaya diri.Grace cukup puas mendengar ucapan wanita itu dia semakin merasa bangga.
Saat Dela hendak memasuki mobil Mahesa tiba-tiba tubuhnya di tarik seseorang ternyata Bobby baru saja sampai di tempat itu dan melihat Dela berada di sana.
"Dela,kamu kemana saja aku benar-benar merindukanmu." Ucap Bobby Tampa sadar dia memeluk wanita itu.Sontak saja darah Mahesa naik karna sudah berani menyentuh wanitanya.
Dia langsung turun dari mobil dan berlari ke arah mereka berdua dan menarik dela dengan kasar lalu memaksanya masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
"Berapa kali ku katakan jangan berani menyentuh milikku,apa kamu tuli." Ucap Mahesa dengan nada tinggi dia begitu emosi saat dia melihat Bobby memeluknya dengan erat.
Bobby begitu marah kepada Mahesa,dia mengepal tangganya dan menahan amarah yang sudah meluap.
"Dela...keluar,apa yang dilakukan pria ini padamu." Ucap Bobby dia membuka knop pintu mobil tapi sudah terlanjur di kunci oleh Mahesa.
Beberapa orang melihat perseteruan kedua pria itu untuk memperebutkan satu wanita,dan Hanna yang menyaksikan itu tersenyum kecut.Dia masih ingat bagaimana dulu Mahesa mengejar-ngejarnya dan sekarang dia melihat pria itu jatuh cinta kepada wanita yang sangat jauh dari levelnya.
Setelah Grace pulang dari rumah Mahesa wanita itu langsung menghubungi Mahesa tetapi sudah melakukan panggilan beberapa kali Mahesa sama sekali tidak menjawab panggilannya hingga wanita itu kesal sendiri.
"Kemana anak nakal itu,tidak mungkin ucapan Grace benar,aku tidak yakin jika Mahesa tergoda dengan wanita miskin." Ucap sang nenek.Setelah itu dia mengambil ponsel dan mengirim pesan kepada seseorang.
****
"Ma..Kok tiap hari makannya ini doang apa nga bisa beli daging putri nga mau makan lagi." Mamanya hannya bisa menghela napas panjang,anak itu semakin hari sikapnya semakin kasar padahal uang yang dia berikan juga tidak seberapa.
Beberapa bulan terakhir ini kesehatan mamanya sangat turun,hal itu yang membuat dia tidak bisa bekerja sebagai buruh cuci di rumah tetangga.Sementara sejak mereka sampai di kota sang ayah pergi meninggalkan mereka,ayahnya menikah dengan janda sebelah.
"Maafkan mama nak,kalau kesehatan mama sudah membaik mama akan membantu kamu untuk mencari nafkah." Ucap sang mama.Putri hannya mendengus lalu meninggalkan ibunya sendirian.
Setelah putri meninggalkannya air mata wanita itu langsung mengalir deras membasahi wajahnya,dia tidak menyangka anak yang dia lahir kan tega membentaknya.Bahkan hal itu terus dilakukan setiap ada kesalahannya.
__ADS_1
"Harusnya mama cari itu Dela bukankah dia lebih pantas mencari nafkah untuk kita?"Tanya putri saat dia keluar dari kamarnya.
"Mama tidak tau mencarinya kemana." Ucap sang mama.Putri kembali menghela napas panjang seakan ibunya memang beban yang sangat berat untuknya.
"Punya papa juga nga guna banget uda pemalas malah kecantol ama janda putri yakin wanita itu akan menyerangnya secepat mungkin jika dia nga berubah." Ucap Putri masih saja bersungut-sungut.sang mama hannya bisa diam semua ucapan sang anak emang benar adanya.
Mahesa menatap wajah datar dela,dia sedikit khawatir dengan perobahan wanita itu karna dia cenderung lebih menuruti keinginannya.Tapi walau demikian dia begitu senang setidaknya dia tidak memberikan harapan kepada Bobby.
"Apa kamu lapar mari kita berhenti di restoran dan makan." Ucap Mahesa lalu membawa mobilnya memasuki restoran yang sangat mewah.
Mahesa memesan begitu banyak makanan,setelah makanan tersaji di atas meja mereka makan,karna mungkin sudah sangat lapar dela menikmati makannya begitu lahap.Saat mereka sedang asik makan tiba-tiba mata Mahesa tertuju pada seorang pria yang mengambil gambar mereka tampa ijin.Mahesa merasa ada sesuatu yang tidak beres lalu dia berdiri dan pura-pura berjalan ke arah yang berbeda lalu dia mendekati pria itu dari belakang dan mengambil ponsel pria itu.
"Kembalikan ponselku." Ucap pria itu dengan panik ternyata dia sudah ketauan oleh Mahesa.
"Beritahu nomor rekeningnya aku membayar ponsel butut mu ini sepulu juta cukup atau dua puluh juta? katakan kepadaku siapa yang menyuruhmu?" Tanya Mahesa sebenarnya Tampa dia dia tanya juga dia sudah tau jika itu kerjaan neneknya yang begitu suka mengurusi pribadinya.
Dela hannya melihat perbincangan kedua pria itu,dia tidak tau apa yang terjadi hingga Mahesa tiba-tiba mendekati pria yang lumayan jauh dari mereka.
"Bodoh amatlah,dia mau ngapain juga aku tidak peduli." Suara hati Dela dia terus menikmati makanan yang ada di meja hingga dia benar-benar kenyang.
"Hahaha..Ternyata begini menjadi orang kaya mau makan tinggal pesan mau belanja tinggal pilih tampa harus memikirkan uangnya,tapi aku tidak tau sampai kapan aku bisa menikmati semua ini."
__ADS_1
Setelah mendapat ponsel pria itu Mahesa lalu meninggalkan pria itu setelah membayar ponsel itu."Apa kamu sudah selesai makan ayo kita pulang." Ucap Mahesa tapi kali ini dia bingung membawa dela karna tidak akan mungkin lagi dia membawa Dela ke hotel apa lagi ke apertemenya yang lama karna semua itu diketahui oleh sang nenek.
***bersambung***