Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 183


__ADS_3

Dokter Peter yang sudah sampai di ruangan kerjanya , mengangkat telpon yang ada disana dan menekan nomor rumah utama Gerardo.


Kring.....kring.....kring.....


Elis berjalan keluar dari dapur dan mengangkat telpon yang ada di meja ruang keluarga kediaman Gerardo.


"Halo , dengan kediaman keluarga Fernandes" , ucap Elis dengan sopan.


"Halo , apa nyonya Isabella nya ada?" , tanya dokter Peter.


"Ada tunggu sebentar saya beritahukan. Kalau boleh tau dari siapa ya?" , tanya Elis.


"Dokter Peter dari X Hospital".


"Baiklah , tolong ditunggu sebentar" , ucap Elis.


"Baik" , jawab dokter Peter.


Elis berjalan ke atas menuju ke kamar nyonya Isabella , karena hari masih terlalu pagi dan nyonya belum turun untuk sarapan.


Tok....tok....tok....Elis mengangkat tangannya dan mengetuk pintu kamar nyonya Isabella.


Isabella yang baru bangun karena mendengarkan suara ketukan di pintunya , berjalan untuk membuka pintu kamarnya.


"Ada apa kamu mencari saya pagi-pagi begini Elis?" , tanya Isabella setelah membuka pintu kamarnya.


"Ada telpon dari dokter Peter nyonya" , ucap Elis.


"Baiklah , saya jawab dari kamar saya saja" , ucap Isabella.


"Baik nyonya" , jawab Elis sambil berjalan menuju ke bawah untuk menutup telpon yang masih terletak di meja.


Isabella yang sudah masuk kembali ke kamarnya , mengangkat telpon yang ada disana.


"Halo dokter Peter" , jawab Isabella.


"Halo nyonya , maaf saya mengganggu di pagi hari. Saya ingin mengabarkan bahwa Alberto dan menantu anda mengalami kecelakaan tengah malam tadi dan sekarang sedang di rawat di X Hospital" , ucap dokter Peter.


Tangan Isabella langsung bergetar hebat setelah mendapatkan berita tersebut.


"Jadi....bagaimana keadaan anak dan menantu saya dokter?" , ucap Isabella dengan suara yang juga sudah mulai bergetar.


"Kondisi menantu dan cucu nyonya baik-baik saja , tapi kondisi Alberto cukup serius. Alberto mengalami pendarahan yang luas di kepalanya akibat kecelakaan , kami sudah melakukan operasi terhadap Alberto dan sekarang Alberto masih dalam keadaan belum sadar di ruangan ICU" , ucap dokter Peter.


Bagaikan disambar petir di siang bolong....


"Apa!!! Bagaimana semua ini bisa terjadi kepada anak saya dokter?" , ucap Isabella yang terkejut mendengar kondisi anaknya.


"Begitu anak anda sampai di rumah sakit tengah malam tadi , kondisinya memang sudah sangat serius nyonya" , jawab dokter Peter.

__ADS_1


"Tolong pastikan anak saya bisa sembuh pulih lagi dengan normal ya dokter Peter" , ucap Isabella.


"Maaf nyonya , kami tidak bisa menjanjikan hal itu , tapi kami hanya bisa memberikan perawatan yang terbaik untuk Alberto. Kita juga masih harus menunggu Alberto sadar dan baru bisa melihat kondisi selanjutnya" , ucap dokter Peter.


"Baiklah dokter , saya akan ke rumah sakit pagi ini. Terima kasih" , ucap Isabella.


"Baik nyonya. Sama sama" , jawab dokter Peter sambil menutup kembali telponnya.


"Ada apa ma?" , tanya papa Gerardo yang terbangun mendengarkan suara istrinya.


"Alberto , Alberto pa" , ucap mama Isabella dengan tubuh yang masih gemetaran.


"Iya , ada apa dengan Alberto" , ucap papa Gerardo sambil mengerutkan keningnya.


"Kata dokter Peter , Alberto dan Yui san kecelakaan tengah malam tadi pa. Kondisi Alberto pa" , ucap mama Isabella yang sudah tidak bisa lagi menahan air matanya.


"Alberto kenapa ma?" , tanya papa Gerardo yang mulai khawatir melihat istrinya.


"Kondisi Alberto sangat serius pa , sekarang Alberto di ruangan ICU pa" , ucap mama Isabella sambil terisak tangis.


"Bagaimana bisa ma?" , tanya Gerardo yang terkejut mendengar perkataan istrinya.


"Kata dokter Peter , Alberto mengalami pendarahan di kepalanya pa. Mereka sudah melakukan operasi dan sekarang harus menunggu sampai kondisi Alberto sadar , baru bisa dilihat lagi kondisinya" , jawab mama Isabella.


"Kita harus ke rumah sakit sekarang ma" , ucap papa Gerardo.


Setelah itu mama Isabella mengambilkan baju suaminya dan membantu untuk menggantikannya.


Isabella dan Gerardo langsung terburu-buru pergi turun ke bawah dan menuju ke luar rumah.


"Ethan" , panggil mama Isabella.


"Iya nyonya , kita ke rumah sakit X Hospital sekarang. Kamu ambilkan kursi roda tuan dan bawa masuk ke mobil" , ucap Isabella sambil masuk ke dalam mobil bersama suaminya.


"Baik nyonya" , jawab Ethan sambil jalan masuk ke dalam rumah mengambil kursi roda tuan Gerardo.


Setelah memasukkan kursi roda ke bagasi mobil , Ethan menjalankan mobil menuju ke X Hospital.


Tidak lama mobil yang dikendarai oleh Ethan telah sampai di lobby rumah sakit.


Mama Isabella dan papa Gerardo langsung turun dari mobil.


Ethan mengeluarkan kursi roda tuan Gerardo dan mama Isabella mulai mendorong kursi roda yang sudah diduduki untuk masuk ke dalam rumah sakit.


"Dimana kamar pasien bernama Yui san dan Alberto dirawat?" , tanya mama Isabella kepada perawat yang bertugas pagi itu.


"Sebentar ya nyonya , saya cek dulu" , ucap suster tersebut.


Mama Isabella pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Pasien bernama Yui san dirawat di kamar VIP 03 dan pasien Alberto di ruangan ICU" , ucap suster tersebut.


"Baiklah , terima kasih" , ucap mama Isabella.


"Sama sama nyonya" , jawab suster tersebut.


"Ma , kita melihat keadaan Alberto dulu ya" , ucap papa Gerardo yang sangat khawatir dengan anaknya.


"Iya pa" , jawab mama Isabella sambil mendorong kursi roda menuju ke ruang ICU.


Sampai di ruang ICU , suster yang jaga mengatakan kalau hanya satu orang yang boleh masuk ke dalam.


Mama Isabella dan papa Gerardo memutuskan untuk masuk secara bergantian.


Setelah mencuci tangan , menggunakan APD lengkap , mama Isabella baru diperbolehkan melihat keadaan Alberto.


Mama Isabella langsung menitikkan air matanya begitu melihat kepala anaknya yang diperban dan tubuh anaknya yang di penuhi oleh selang-selang yang mama Isabella sendiri gak mengetahui untuk apa selang sebanyak itu di tubuh Alberto.


Terlihat di monitor pergerakannya stabil dan tidak ada yang aneh-aneh.


"Tapi....Kenapa Alberto belum sadar juga?" , gumam mama Isabella.


Suster yang jaga di ruangan ICU berjalan mendekati ranjang Alberto untuk memasukkan susu dari selang yang ada disana.


"Bagaimana kondisi anak saya suster?" , tanya mama Isabella kepada suster tersebut.


"Kondisinya stabil nyonya" , jawab suster tersebut sambil memasukkan susu ke dalam selang yang terpasang di hidung Alberto.


Hati mama Isabella langsung teriris begitu melihat anaknya minum susu dimasukkan dari selang.


"Kalau kondisinya stabil , kenapa anak saya belum sadar juga sampai sekarang suster", ucap mama Isabella sambil meremas baju di bagian dada nya.


"Karena anak ibu mengalami pendarahan yang yang cukup luas di kepalanya bu. Sekarang kondisinya sedang dalam masa pemulihan" , ucap suster tersebut.


"Kapan anak saya akan sadar suster?" , tanya mama Isabella.


"Itu tergantung dari kondisi pasien bu , kami juga tidak bisa memastikannya" , jawab suster tersebut.


Mama Isabella berjalan mendekati ranjang anaknya dan memegang tangan Alberto.


Mama Isabella memperhatikan dari dekat....


"Banyak sekali luka-luka di tubuh kamu nak , kamu yang terjatuh saja tidak pernah. Sekarang kenapa jadi seperti ini nak?" , ucap mama Isabella sambil menangis.


"Bangun nak , bangun , masih banyak pekerjaan yang harus kamu urus. Sebentar lagi anak kamu juga akan lahir ke dunia ini. Bangun nak" , ucap mama Isabella dengan berderai air mata.


Reaksi Alberto masih sama , masih menutup matanya , tanpa ada respon sama sekali.


Mama Isabella terus mencoba memanggil-manggil anaknya dengan suara seraknya karena menangis , tapi masih sama , pada akhirnya Alberto tidak memberikan reaksi apapun.

__ADS_1


__ADS_2