Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
Episode 165


__ADS_3

Alexandria sudah mulai terbiasa menjaga anaknya dirumah.


Setelah Salvio pulang ke rumah , Alexandria sudah gak mengurus pekerjaan lagi , bukan hanya kerjaan di perusahaan Alberto , bahkan kafe miliknya juga di urus oleh Leonardo sekarang.


Alexandria hanya fokus menjaga anaknya di rumah.


Kehidupan sosialita yang dulu sering diikuti Alexandria bersama dengan teman-temanya yang rata-rata memang orang dari kelas atas semua , sudah gak diikutinya lagi , sejak kelahiran Salvio.


Bahkan teman-temannya pun tidak diberitahukan tentang kondisi anaknya , karena Alexandria takut kalau nanti temannya akan mengatakan perkataan yang gal enak tentang keadaan anaknya yang sekarang.


Alexandria sudah tidak menggunakan pakaian bagus dan perhiasan bagus seperti biasanya lagi , wajahnya juga polos tanpa make up.


Meskipun Alexandria tidak menggunakan make up , wajah cantiknya tetap terpancar disana.


Sekarang Alexandria menjalani hari-harinya dirumah dengan hanya menggunakan daster dan baju rumah , karena menjaga anaknya Salvio.


Alexandria bahkan sudah gak pergi keluar rumah lagi , setiap ada makanan atau barang-barang perlengkapan pribadi yang ingin dibelinya , Leonardo atau asisten rumah tangganya yang akan pergi untuk pergi membelikannya.


"Kak" , panggil Yui san yang hari itu datang ke rumah Alexandria sambil membawakan kue mochi buatannya.


"Iya dek , kamu sama siapa ke sini?" , tanya Alexandria yang sedang melihat anaknya di masukkan susu dari selang oleh suster Hesty.


"Tadi Alberto makan siang di rumah kak , ketika dia mau ke kantor , aku minta dia antarkan aku kesini" , jawab Yui san.


Alexandria pun menganggukkan kepalanya.


"Mama dan papa bagaimana dek? Sejak waktu itu mama dan papa sudah gak datang lagi kesini" , ucap Alexandria dengan lirih.


"Papa belakangan sering murung dan banyak melamun kak , makannya juga gak banyak lagi. Banyak berdiam diri di kamar" , ucap Yui san.


"Apa papa sakit lagi?" , tanya Alexandria.


"Kalau kata dokter Peter selama papa menjalani pengobatan , gak ada masalah kak" , jawab Yui san.


"Semoga saja papa gak banyak pikiran lagi. Pokoknya kamu harus jagain dek , jangan sampai kondisi papa menurun lagi" , ucap Alexandria.


"Iya kak , tapi kalau papa sendiri yang mau berpikir , aku kan juga gak bisa berbuat apa-apa" , jawab Yui san.


"Makanya kamu temani papa mengobrol terus , jangan biarkan dia sendiri" , ucap Alexandria.


Yui san langsung menelan saliva nya dengan kuat.


"Iya kak" , jawab Yui san.


.


.


"Kakak saja dan Alberto yang bahkan anaknya sendiri gak menemani dia dirumah. Aku yang selalu menemani papa saja , masa sampai harus diberitahukan hal seperti itu. Lagian kalau papa yang mau sendiri , aku juga gak bisa melarangnya" , ucap Yui san dalam hatinya.

__ADS_1


"Kamu anaknya perempuan atau laki-laki?" , tanya Alexandria.


"Perempuan kak" , jawab Yui san.


"Papa dan mama pasti kecewa ya anak kalian perempuan" , ucap Alexandria.


"Awalnya iya kak , tapi Alberto selalu meyakinkan bahwa anak perempuan juga bisa memimpin perusahaan , akhirnya papa dan mama tidak pernah membahasnya lagi , meskipun aku tau , sebenarnya mereka masih kecewa sampai sekarang" , ucap Yui san.


"Kalau saja Alberto mengambil anaknya yang bersama dengan kekasihnya dulu , pasti mama dan papa akan senang" , ucap Alexandria.


"Memangnya anaknya cowok kak?" , tanya Yui san.


"Kakak gak tau dek , cuma kan anaknya pastinya sehat" , ucap Alexandria.


"Tapi kalau Alberto membawa anaknya yang bersama dengan wanita itu , aku gak mau merawatnya kak. Aku hanya mau merawat anak kandung aku sendiri. Aku gak mau merawat anak orang lain , terutama kalau itu anak dari wanita yang sangat dicintai oleh Alberto" , ucap Yui san.


"Memangnya Alberto masih mencintai Julie?" , tanya Alexandria.


"Aku gak tau kak , sekarang asalkan dia selalu baik dan perhatian sama aku , aku gak akan membiarkan orang lain mengambil kebahagiaan yang sekarang sudah aku dapatkan , kakak juga jangan menyebut nama wanita itu lagi , aku gak suka" , jawab Yui san.


"Baiklah , semoga anak kalian lahir dalam keadaan sehat-sehat ya" , ucap Alexandria.


"Iya kak" , jawab Yui san.


Setelah itu Alexandria hanya mengobrol dengan Yui san.


Sampai tiba-tiba Salvio kejang , tubuhnya menjadi kaku.


Untungnya ada suster Hesty disana , jadinya suster Hesty bisa mengatasinya langsung.


Yui san pun langsung terdiam melihat keadaan anak kakak iparnya.


"Apakah Salvio selalu mengalami kejang seperti ini kak?" , tanya Yui san.


"Gak dek , dari pulang sampai sekarang , baru sekali ini Salvio mengalami kejang seperti ini" , ucap Alexandria.


"Ini biasa terjadi kepada anak yang menderita kelumpuhan otak nyonya" , ucap suster Hesty.


"Jadi apa yang harus kita lakukan suster kalau kejadian seperti ini?" , tanya Yui san.


"Kasih bau minyak kayu putih atau parfum yang mengandung alkohol saja , supaya sarafnya juga cepat rileks kembali , nanti berikan obat yang di sudah diberikan oleh dokter saraf nya , pada saat kejadian juga harus kasih udara lepas atau kalau gak langsung kasih oksigen , seperti yang sudah saya lakukan" , ucap suster Hesty.


Yui san pun menganggukkan kepalanya.


"Semoga saja anak aku baik-baik dan normal ketika sudah lahir" , ucap Yui san dalam hatinya sambil memegang perutnya.


Alberto yang sudah selesai kerja sore itu , langsung mengambil tas kerjanya dan menuju ke mobilnya.


Alberto menjalankan mobilnya menuju ke rumah Alexandria , untuk menjemput istrinya disana.

__ADS_1


Begitu Alberto sampai di rumah kakaknya , terlihat Leonardo yang juga baru pulang dari kantornya.


"Kak" , sapa Alberto.


"Iya dek , tumben kamu datang sendiri , Yui san mana?" , tanya Leonardo.


"Aku kesini karena mau menjemput Yui san kak , tadi siang dia minta aku antarkan kesini" , ucap Alberto.


"Oh , kakak kirain. Ayo masuk" , ucap Leonardo sambil tersenyum.


"Salvio bagaimana kondisinya sekarang kak?" , tanya Alberto sambil berjalan masuk ke dalam rumah kakaknya.


"Ya pastinya kondisinya begitu saja dek , cuma kadang dia suka demam" , ucap Leonardo.


"Berarti harus dijaga terus ya kak" , ucap Alberto.


"Iya dek , gak boleh ditinggalin , makanya kakak minta perawat dan sekarang kan Alexandria juga sudah gak kerja lagi , jadi bisa selalu menjaga Salvio" , ucap Leonardo.


"Iya kak" , jawab Alberto.


Alberto dan Leonardo yang sudah sampai di depan kamar anaknya , langsung menggunakan hand sanitizer sebelum masuk ke kamar anaknya , karena kondisi anaknya yang lemah , membuat mereka harus menjaga kebersihan tangan dari setiap orang yang mau masuk ke dalam sana.


"Sayang" , panggil Leonardo sambil mengecup kening istri dan anaknya begitu dia masuk duluan ke dalam kamar anaknya.


"Kak" , sapa Yui san.


"Iya Yui san , itu Alberto sudah datang menjemput kamu" , ucap Leonardo.


"Oh , Alberto sudah datang ya" , ucap Yui san.


"Iya sayang , aku sudah datang" , ucap Alberto.


"Tau gak suamiku , tadi Salvio kejang" , ucap Yui san.


Membuat Leonardo langsung terkejut mendengarnya.


"Sudah panggil dokter belum Hesty?" , tanya Leonardo yang mulai khawatir.


"Gak perlu panggil dokter tuan , karena sudah ada obatnya juga ketika keluar dari rumah sakit , sekarang juga Salvio sudah gak apa apa" , jawab Hesty.


"Oh , syukurlah" , ucap Leonardo sambil menghembuskan nafas lega.


"Kita pulang sekarang saja ya sayang" , ucap Alberto.


"Iya suamiku" , jawab Yui san.


"Kami pulang dulu ya kak" , ucap Yui san dan Alberto.


"Iya dek" , jawab Alexandria dan Leonardo bersamaan.

__ADS_1


Alberto dan Yui san berjalan bersama turun ke bawah menuju ke mobil yang diparkir di halaman rumah Alexandria.


__ADS_2