
Putri keluar dari gedung perusahaan milik Mahesa dengan wajah berbinar,akhirnya hari ini dia bisa mendapat uang dengan gampang dari Abang iparnya yang kaya raya itu.
"Aku kerja,ngapain kalau dengan minta-minta aja aku ada uang,kekmana ya caranya agar aku bisa mendapat mobil darinya rasanya aku belum cocok jadi orang kaya kalau belum punya uang." Ucap Putri,dia tersenyum puas,melihat tumpukan uang yang ada di tangannya,lalu memasukkannya kedalam tasnya.
Putri berjalan terus menjauh gedung perusahan Mahesa,hingga tampa sengaja dia bertabrakan dengan seorang pemungut sampah.
"Hei...Apa kamu tidak pakai mata,lihat bajuku menjadi bauk gara-gara kamu aisshh...Sial kenapa aku harus bertemu dengan orang miskin sepertimu." Ucap Putri memaki pemulung itu.Saat pria itu membalikkan tubuhnya putri begitu kaget begitu juga dengan pria itu.
" Bapak....,"
"Putri....." Pria itu menatap Putri dari atas kebawah,kali ini dia cukup takjub melihat penampilan putri yang begitu berbeda.
"Putri,kamu menjadi orang kaya sekarang? Mama mu dimana? apa hidup kalian semakin membaik?" Tanya bapaknya, putri hannya memutar matanya rasanya dia begitu kesal saat bertemu dengan orang tuanya yang taunya hannya menyusahkan nya dan ibunya dari dia kecil.
"Putri dimana ibumu?" Tanyanya karna Putri hannya terlihat diam,sebenarnya dia begitu kesal saat bertemu dengan bapaknya karna dia sudah tau sikap bapaknya yang sangat tidak berguna.
"Sudah meninggal,ya udah pak putri pergi dulu aku ada urusan." Ucap Putri santai,sementara itu Faisal tercengang mendengar ucapan putrinya,dia tidak menyangka setelah kepergiannya banyak hal yang terjadi dengan keluarganya.
__ADS_1
"Tunggu...Kamu mau kemana,jelaskan apa saja yang sudah terjadi kepada keluarga kita, sehingga ibumu bisa meninggal dan kamu sekarang terlihat lebih cantik dan terawat apa pekerjaanmu,dan Dela,di mana wanita itu,apa dia pernah memberi mu kabar?" Faisal menodongnya dengan berbagai pertanyaan,melihat orang tuanya yang sudah begitu antusias akhirnya putri membawa bapaknya ke cafe yang tidak jauh dari tempat itu.
"Pakaian bapak membuatku malu,masak kita ke cafe bapak pakainya sangat kotor begitu." Sungut putri,akhirnya Faisal Menganti pakainya yang lebih bersih karna dia selalu membawa stok pakaian bersih dari rumahnya.Dia menyembunyikan statusnya sebagai pemulung dari semua tetangganya,karna istrinya yang baru begitu sombong dan sok kaya.
Mereka masuk kedalam cafe dan memilih tempat duduk paling pojok,sebenarnya Putri sangat berat hati melayani ayahnya,tapi mau gimana lagi mereka sudah terlanjur bertemu.
"Coba ceritakan padaku,ibu sakit apa hingga dia meninggal di usianya yang belum terlalu tua,padahal dulu dia begitu sehat dan pandai merawat diri?" Tanya Faisal sejenak dia terlihat menyesal dengan semua yang terjadi dengan keluarganya.
"Dia sakit,aku juga tidak tau,dan aku sekarang tidak bekerja,aku tinggal bersama Dela." Ucap Putri,lalu dia memesan minuman dan juga Makana ringan.
"Dela,di rumah Dela,memangnya anak itu sudah punya rumah?" Tanya Faisal semakin penasaran,
"Konglomerat_enak banget hidupnya,beritahu alamatnya bapak mau menemuinya,terus kenapa bisa dia jadi tidak tau diri begitu,apa dia tidak memperlakukanmu dengan baik?" Tanya Faisal dia terlihat sangat tidak suka mendengar pengaduan Putri anak kandungnya.
"Lebih baik bapak tidak usah kesana,keluarganya juga sangat sombong,takutnya Dela kena imbasnya." Ucap Putri.
"Bodo amat,ayah sudah membesarkannya dia harus tau diri dong jangan mau enak sendiri aja " Ucap Faisal,Putri hannya bisa diam karna dia sangat tau sikap ayahnya yang tidak bisa dilarang.
__ADS_1
****
Dela bolak balik memandangi ponselnya,tetapi pesan yang dikirim ke suaminya belum juga di baca,dia takut putri mengadu hal yang tidak-tidak kepada suaminya.
[ Sayang kamu sangat sibuk ya?]
Dela kembali mengirim pesan kepada suaminya,rasanya dia begitu bosan di rumah karna dia tidak punya kegiatan apa pun.Karna pesan yang dikirimnya kepada suaminya belum terbaca Dela merebahkan tubuhnya hingga dia tertidur.Saat hampir tertidur tiba-tiba,Dela terjaga saat dia mendengar samar-samar suara yang berbicara di ruang tamu,akhirnya Dela bangkit dari ranjang lalu menyisir rambutnya dan keluar dari kamar ingin melihat siapa yang datang.
"Ibu kamu sudah pulang?" Dela melihat ibu mertuanya sudah duduk di ruang tamu sambil menikmati teh bersama seorang wanita.Dela lalu mendekat dan menyalami ibu mertuanya.
"Ini istrinya Mahesa Tante?" Tanya wanita yang bersama ibu mertuanya.Dela menatap ke arah wanita itu dia wanita yang begitu cantik dan juga elegan,sudah bisa dipastikan dia bukan wanita sembarangan.
"Iya,wanita yang tidak kami harapkan sedikit pun,tapi Mahesa begitu mencintainya." Jawab ibu mertuanya.
Deg
"Siapa wanita ini,dia langsung memanggil suaminya dengan menyebut namanya." Batin Dela,melihat ibunya yang tidak menyambutnya di tempat itu akhirnya depan berjalan ke arah belakang setelah dia berpamitan.
__ADS_1
**** Bersambung****