
Sejak mengetahui dirinya hamil dela semakin terpukul,dia tidak menyangka harus mengalami hal yang serupa selama dua kali.Tapi biar demikian dela tidak pernah berpikir untuk membuang janin Yang ada di kandungannya,hal yang sama dia akan lakukan yaitu menjaga dan merawat bayi itu sampai dia lahir ke dunia ini.
Dela entah kenapa merasa perutnya sangat mual,dia sellau merasa ingin muntah jika dia mencium wangi parfum,pokoknya segala wewangian yang ada di apertemen itu.Karena merasa begitu tersiksa,akhirnya Dela membuang semua yang mengeluarkan Aroma di apertemen itu.Hampir tong sampah penuh,karna dia mengeluarkan beberapa sabun yang tidak dia sukai dari kamar mandi,beberapa parfum,dan juga beberapa cairan pembersih kamar mandi yang sangat menganggu penciumannya.
Beberapa saat dia duduk di sopa,tiba-tiba dia merasa sangat lapar,akhirnya dia memesan makanan lewat online,karna dia merasa tubuhnya sangat lelah dia enggan untuk memasak.Setelah pesanannya datang lalu dia membayarnya,tidak lupa memberikan bonus kepada sang kurir karna dia datang tepat waktu.
Beberapa makanan yang dipesan oleh dela langsung dia hidangkan di atas meja,dia mengambil beberapa piring untuk tempat makannya.Karna benar-benar sudah lapar akhirnya dia mencicipi lobster yang sangat menggiurkan itu.Belum sampai di mulutnya,masih mencium aromanya,perutnya langsung mual dan dia langsung berlari ke kamar mandi lalu memuntahkan seluruh isi perutnya.
"Hoek!!!!!! Hoek....Hoek....."Dela kali ini benar-benar sangat tersiksa,dia benar- benar lapar,tapi belum sempat makan,dia sudah mual terlebih dahulu karna mencium aroma masakan itu.Dela duduk di kamar mandi dan kepalanya dia sandarkan di pinggiran toilet dia benar-benar merasa sangat tersiksa.
"Nak,kamu tidak kasian melihat mamamu?" Ucap Dela sambil mengusap-usap perutnya yang masih rata.Saat-saat seperti ini biasanya seorang wanita hamil sangat membutuhkan dukungan dari pasangannya.Tampa sadar dela meneteskan air mata,tiba-tiba dia mengingat Mahesa,dia teringat betapa bahagianya wanita itu mengandeng lengan pria itu di hadapan semua orang.
"Hiks....Hiks...Aku,benar-benar tidak mampu menjalani kehidupanku lagi,hatiku sekarang semakin bermasalah,kenapa aku harus menangisi pria yang sudah menikahi wanita lain huaaaaa....." Dela semakin keras menagis,dia tidak tau harus bagaimana kepada pria itu,dia ingin marah tapi dia sangat merindukannya.
Saat Dela larut dalam tangisannya tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka lalu seseorang memeluknya dari belakang dengan sangat erat.
__ADS_1
"Sayang maafkan aku...Tolong maafkan aku kali ini saja." Ucap pria itu,dia semakin mempererat pelukannya.
"Deg..." Jantung dela hampir copot saat dia mendengar suara pria yang sangat dia rindukan beberapa minggu ini,ingin sekali dia memutar tubuhnya dan memeluk pria itu kembali,tapi dia masih berusaha untuk mencerna,dia sangat takut jika dia memutar tubuhnya pria itu akan menghilang,tidak mungkin pria yang dia rindukan datang menemuinya di malam pertama dengan istri barunya.Dia berpikir ini hannya halusinasinya.Jadi dia membiarkan pria itu tetap memeluknya.
"Sayang!!!!" Dela semakin yakin ini bukan halusinasinya,karna suara pria itu sangat nyata di telinganya.Akhirnya dia memberanikan diri untuk memutar tubuhnya dan benar saja pria itu nyata di hadapannya.
"Huaaaaa!!!" Akhirnya tangis Dela pecah di pelukan pria itu,semua perasaanya bercampur antara marah,rindu dan kecewa bercampur menjadi satu.Mahesa memeluk tubuh itu sangat erat,dia juga tidak mampu berkata apa pun,dia hannya mengungkapkan segalanya dari pelukan hangat yang diberikannya kepada wanita itu.
Mahesa akhirnya membopong tubuh Dela lalu membawanya ke kamar dan merebahkannya di atas ranjang,dia melihat perubahan tubuh dela yang semakin kurus.
"Jelaskan kepadaku,kenapa kamu harus menyiksaku sedemikan rupa,kenapa kamu tidak membunuhku saja,aku sakit mas!!! aku kecewa,huaaaaaa,kamu jahat mas,jahat aku juga berhak bahagia."Ucap Dela sambil memukul-mukul dada bidang pria itu.Mahesa kembali menenangkan Dela dengan memeluknya dengan erat.Akhirnya pria itu menembus pertahanan nya juga,akhirnya dihadapan wanita itu setetes bening jatuh di wajah tampan nya.Hatinya benar-benar sakit mendengar ucapan Dela.Dia juga sadar dia sangat egois sebagai pria,tapi dia tidak bisa berbohong jika saat ini Dela sebagian dari napasnya.Jika dela memintanya mati saat ini juga mungkin dia akan menerimanya juga.
Dela sangat yakin dengan ucapan pria itu karna dia membuktikannya dengan datang menemuinya persis di malam pertama bersama istri barunya.
"Sayang apa ini?" Tanya Mahesa,dia ingin wanita itu yang memberitahu kepadanya tentang kehamilannya itu.
__ADS_1
"Aku hamil anakmu mas " Ucap Dela,dia langsung memberitahunya tanpa menutupinya agar Mahesa sadar jika dia sudah memiliki tanggung jawab kepadanya.Mahesa mengelus perut dela dengan sangat lembut membuat Dela merasa benar-benar nyaman.
"Apa dia membuatmu tersiksa?" Tanya Mahesa,lalu dia mendorong tubuh Dela lalu dia memeluk dela sambil mengelus perut dela terus menerus.Dela benar-benar menyukai hal seperti ini dia merasa sangat bahagia saat mahesa terus menerus menyentuh perutnya.
"Jangan berbicara,biarkan aku memeluk tubuhmu,apa kamu akan meninggalkanku lagi?" Tanya Dela,dia benar-benar takut jika pria itu kembali menghilang dari hidupnya.
"Aku lapar."
"Kamu belum makan sayang? Bukan kah didepan ada begitu banyak makanan,kenapa makanan itu tidak tersentuh sama sekali." Ucap Mahesa.
"Aku sangat mual dengan semua aroma yang ada di apertemen ini,bahkan makanan yang ada dimeja itu membuatku benar-benar muak." Ucap Dela.
"Aku akan memesan makanan lain untukmu,kamu ingin makanan apa,aku akan memesannya sekarang,jangan biarkan perutmu lapar." Ucap Mahesa,sebenarnya Dela sangat menginginkan makanan yang dimasak oleh tangan pria itu tapi dia begitu takut untuk mengatakannya.
"Aku tidak ingin makan lagi,buatkan aku susu." Ucap Dela,Mahesa langsung berjalan ke arah dapur lalu melihat kotak susu hamil,dia langsung membuat susu,dia berusaha membahagiakan kekasihnya itu di waktu yang tinggal sedikit.
__ADS_1
Saat Mahesa membalikkan tubuhnya dia sudah melihat Dela berdiri di hadapannya,wanita itu ternyata langsung mengikutinya saat dia tadi berjalan ke dapur untuk membuatnya segelas susu,seperti permintaan sang kekasih.
****bersambung****