Hamil Diluar Nikah

Hamil Diluar Nikah
bab 128 ~ Rencana masa depan ~


__ADS_3

Mahesa menghela napas berat saat mendengar jawaban istrinya,ada benarnya juga apa yang dikatakan istrinya,tidak mungkin mereka mengadakan pesta besar saat keadaan neneknya yang masih belum sadar,ditambah orang tuanya yang mendukung semua perbuatan neneknya.


Tetapi disisi lain,dia juga berfikir mungkin saat neneknya sadar kemungkinan wanita tua itu akan mempersulit keadaanya,padahal dia ingin surat-surat akte pernikahannya dan juga ,akte lahir anaknya lengkap semuanya.


"Jadi bagaimana ini sayang,kita harus secepatnya mengurus akte lahir Alexa,dan juga akte pernikahan kita,bagaimana bisa sampai hari ini pernikahan kita masih siri,aku tidak mau sayang,aku mau kita menikah resmi secepatnya." ucap Mahesa,Dela tidak bisa berkata-kata karna dia juga tidak tau harus berbuat apa.


"Mas,bagaimana kalau nanti kita pergi menjenguk nenek,kita tidak perlu membawa Alexa,biarkan bibi yang menjaga lagian dia sudah pandai merawatnya dan di juga sangat mencintai Alexa."Dela memberi usulan,bagaimana perlakuan keluarga suaminya nanti kepadanya itu urusan belakang.Mahesa menatap istrinya,


"Semua keluargaku berkumpul disana,terus kalau mama mengusir mu bagaimana,kamu kan tau dari dulu mama adalah orang yang paling tajam menyukaimu setelah nenek,mama juga tidak kalah sikapnya sama nenek." Ucap Mahesa mengingatkan istrinya.


" Tidak papa,kita lihat nanti saja,mulai sekarang lebih baik kita mengalah saja kepada mereka,dan menuruti keinginan mereka,tapi tidak untuk tinggal dengan mereka dan juga meninggalkan aku." ucap Dela,Mahesa tersenyum mendengar ucapan istrinya yang menurutnya sedikit lucu.

__ADS_1


"Terus apanya yang harus kita turuti sayang,bukankah nenek memintaku untuk meninggalkan mu dan aku tinggal bersama mereka,dan menyuruhku menikahi wanita pilihan mereka." ucap Mahesa,Dela tersenyum kecut mendengar penuturan suaminya.


"Terus kamu mau meninggalkan aku dan Alexa sayang?" Tanya Dela,sampai hari ini Dela merasa berkecil hati,karna sampai saat ini keluarga besar suaminya belum bisa menerima kehadirannya di keluarga itu.


"Sudahlah sayang,itu tidak mungkin,aku tidak akan mungkin meninggalkanmu dan juga Alexa,apa pun yang terjadi.Sekali pun nenek menghapus ku sebagai pewaris tunggal seluruh harta dan perusahaannya aku tidak peduli,yang penting aku bisa bahagia hidup bersama kalian,hidup itu bukan tentang harta,seberapa pun banyaknya harta yang kita miliki jika kita tidak pandai bersyukur,maka kita akan merasa kekurangan selalu,sama seperti nenek dia tidak pernah puas dengan pencapaian yang sudah dia raih,makanya saat ini Tuhan memberinya teguran sangat keras semoga suatu saat di bisa sadar untuk semua kesalahannya." Ucap Mahesa,dia mendekati istrinya lalu memeluknya dengan erat.


Mahesa sangat bersyukur memiliki istri yang kuat seperti Dela,sekeras apa pun selama ini keluarganya memberinya tekanan dia tetap sabar,dan tetap bertahan untuk mencintainya.


*****


"Aku pantas mendapatkan ini dari Dela aku sudah menyakitinya dari dulu sejak dia tinggal bersama keluargaku,sebenarnya aku terlalu egois menuntut banyak kepadanya,tapi mau gimana lagi aku tidak punya tujuan." Putri menagis diluar,tiba-tiba saja dia teringat dengan perlakuan ayahnya yang mengusirnya dengan kasar dari rumah mereka saat dia tau dia sudah tidak punya uang,mungkin ayahnya tidak pernah mengira kalau putri akan nekat menemui Dela kembali setelah kejadian beberapa Minggu lalu.

__ADS_1


Putri menyeka air matanya,setelah dia mendengar suara gerbang terbuka ternyata saat itu Mobil Mahesa keluar dan dia melihat Kaka dan suaminya akan keluar.


"Putri apa yang masih kamu lakukan disini,cepat kamu pergi aku sudah menghapus mu sebagai keluargaku." ucap Dela dari mobilnya,Mahesa sengaja mengehentikan mobilnya tepat di samping putri.


Putri terdiam mendengar ucapan kakaknya,dia tidak tau harus bicara apa lagi kepada kakaknya,dia merasa wajar sikap Dela seperti itu kepadanya karna dia sudah berulang kali menyakitinya bahkan mencuri barang berharga milik kakaknya.


"Ayo mas kita pergi,jika dia lelah dia akan kembali juga nanti kerumah orang tuanya,aku sudah muak melihatnya."Ucap Dela,Mahesa kembali menyetir mobilnya lalu mereka meninggalkan putri yang masih berdiri di tempatnya.


"Sayang,mungkin saja putri sudah berubah,kasihan dia dari tadi pagi sampai sekarang sudah malam dia masih diluar,mungkin dia juga sudah lapar,kejam sekali memang ayahnya,kok bisa setega itu dia membuang anaknya." Ucap Mahesa.


Dela menarik napas berat,dia masih bisa melihat putri yang berdiri di tempatnya dari spion mobil,dia benar-benar tidak tega melakukan itu kepada adiknya.

__ADS_1


"Mas bagaimana kalau kamu buat saja dia kerja dikantor mu,entah jadi OB atau apa pun itu yang penting dia ada pekerjaan semoga dengan begitu nanti dia bisa berubah lebih dewasa." Ucap Dela,rasanya masih sangat sulit menerima kehadiran adiknya di rumahnya bukan karna dia sombong tapi dia harus menjaga sesuatu yang tidak di inginkan terjadi.


*** bersambung****


__ADS_2