
Mahesa keluar dari mobilnya,dia melarang istrinya keluar dan tetap membiarkan mereka di dalam mobil.Saat dia masuk kedalam rumah beberapa pria bertubuh besar telah menguasai rumahnya dan dia sudah tau jika para preman itu sudah pasti suruhan neneknya,yang tidak pernah mengijinkannya hidup tenang bersama istri dan anaknya.
"Apa yang kalian lakukan di rumah ini?"Ucap Mahesa dengan nada kasar,para preman itu menoleh ke arah Mahesa lalu mendekatinya.
"Maaf tuan,ini suruhan nyonya besar,kami tidak bermaksud membuat keributan di rumah tuan." ucap salah satu dari ketujuh pria itu.
"Katakan! apa mau kalian?" hardiknya dengan tatapan yang sangat menakutkan.Mereka semua langsung menunduk saat melihat kemarahan di wajah Mahesa,
"N_nyonya besar menginginkan kalian kembali kerumahnya tuan,tapi Tampa nona Dela,nyonya besar tidak ingin nona Dela hidup bersama dengan tuan,dan dia hannya ingin tuan Kemabli bersama bayi itu."Ucap pria itu terbata-bata.
*****
Sementara itu di lain tempat dirumah besar keluarga Mahesa,nyonya besar yang sangat mereka hormati dan segani terlihat sedang gelisah,dari kemarin perasaanya tidak nyaman dia tidak tau apa yang terjadi.Tapi walaupun demikian dia tetap kepada keputusannya memaksa menyeret cucunya kembali kerumahnya bagaimana pun caranya baik secara kasar atau secara halus dia sudah banyak menyusun rencana untuk benar-benar menyingkirkan Dela dari hidup cucunya.
__ADS_1
Tidak lupa dia sudah membayar sejumlah uang kepada putri dan ayahnya untuk membawa Dela jauh dari kota ini,dia sudah menyiapkan segalanya.
"Rencana ku tidak bisa gagal hari ini,semua sudah kulakukan demi cucu kesayanganku,keluarga kami hampir hancur karena wanita miskin dan tidak berguna itu,bahkan keluarganya dengan mudah menerima uang dariku,untuk menyingkirkan anak itu,dan itu artinya mereka juga tidak menyukai Dela."Ucap wanita itu.
"Aku harus menghubungi mereka sudah sampai dimana mereka menjalankan rencana yang sudah ku susun matang-matang,dimana ponselku,sepertinya sedang di bawah aku harus turun dulu mengambil ponsel."Ucapannya.Setelah itu dia berjalan meninggalkan kamarnya menuju tangga.Saat akan menuruni tangga tiba-tiba kepalanya sangat pusing dan penglihatannya kabut,dia berusaha meraih pinggiran tangga tapi dia sudah tidak mampu lagi dia merasa bumi benar-benar berputar hingga dia jatuh dari atas lantai sampai kebawah berguling dan tidak ada satu pun yang melihatnya.
Nenek itu jatuh dari lantai atas hingga kebawah dan tidak ada yang melihat hingga sampai di bawah hidung dan telinganya mengeluarkan darah,mungkin karna benturan keras yang mengenai kepalanya dan sedihnya pada saat itu semua pelayan sibuk di belakang,anak serta menantunya sudah keluar dari pagi-pagi tadi.
Seorang pelayan langsung menghubungi Mahesa dan memberi kabar kepadanya,tapi sayang Mahesa tidak percaya kepadanya karna katanya itu hannya akal busuk neneknya untuk mengelabuinya.
Melihat Mahesa yang tidak percaya kepadanya,pelayan itu kembali menghubungi tuan besarnya dan istrinya akhirnya mereka percaya dan mengatakan akan segera pulang.
****
__ADS_1
Sementara itu Mahesa,tersenyum kecut,mendengar kabar yang diberikan oleh pelayannya,dia tidak menyangka neneknya begitu gigih untuk membawanya kembali kerumah besar mereka,bahkan hari ini dengan mudah Mahesa mengusir semua preman suruhan neneknya keluar dari istananya.
"Dasar orang tua,harusnya dia sudah tua,kenapa dia tidak menikmati hidup saja di masa tuanya,kenapa dia menyusahkan hidupnya dengan semua peraturan yang dia buat,jika memang nenek mati karna ulahnya sendiri aku sudah ikhlas,kalau nenek masih hidup aku yakin rumah tanggaku akan terus di ganggu olehnya."Ucap Mahesa,Dela hannya bisa diam mendengar ucapan suaminya,dia juga tidak bisa berkomentar apa pun karna dia juga bingung dengan orang tua yang satu itu.
"Aku tau dia sengaja menyuruh pelayan untuk menghubungiku untuk mengelabui ku,mungkin dia mengira rasa sayangku dulu kepadanya masih sama sampai hari ini,nyatanya semua itu sudah hilang saat dia tidak membiarkan aku hidup damai dengan istriku sendiri,kalau dia mau mati aku juga merasa bersyukur,lagian dia sudah tua."Ujar Mahesa kembali.
****
Setelah anak dan menantunya sampai di rumah besar mereka langsung membopong wanita tua itu kedalam mobil lalu membawanya kerumah sakit,menantunya mencoba untuk menepuk-nepuk wajahnya berharap orang tua itu secepatnya sadar.
"Ini semua karna Mahesa,kalau saja dia tidak membantah semua ucapan mama,dia tidak akan bertindak sejauh ini bahkan dia sampai frustasi."Ucap mamanya Mahesa,bahkan dia sebagai orang tua hannya bisa menyalahkan anaknya.
**** bersambung***
__ADS_1